EVEN STONES ARE ENTERTAINMENTS FOR THE RANGER

Playground does not only belong to children. These well-built but soft-hearted forest guards also love to play. Every forest guard, that usually called as ranger, must obey the agreed rules that one of which is to not bring any smartphones. The rules made in order to focus their attention only on the forest activities. Smartphone can distract the team attention from surroundings through games or music player. “It’s impossible to connect to social media, even telephone network is not available there. “ said Ipeh, a volunteer of APE Guardian team. Then, what will they do on break time?

Creek is rangers’s favorite place to hang, refill water, lunch, coffee break, or even play. Really? Stones around the river are their entertainment. How come? One of them pick 3 stones up then threw it up and catch it in one after another. They were also stacked stones or rock balancing or also known as gravity glue. When break time is up, they will race to throw stones to the pile of rocks at a certain distance. After that, laughter started their afternoon patrol. it’s simple, isnt it?

The rangers are the forest guards who stand on the front line. Because of them, the forest is secured and maintained. Why the forest have to be protected? Today, it’s not only houses or offices that require security but also forests. Guarding a forest is even more difficult, no fences as a border, no signals to communicate if something happens. Rangers keep all the natural wealth in the forest safe. And rangers also need entertainment, like playing stones. Have you ever played stones? If yes, give your comments! (SAR)

BATU PUN MENJADI HIBURAN BAGI RANGER
Dunia bermain tak hanya milik anak-anak. Tak terkecuali para penjaga hutan berbadan tegap namun berhati lembut ini. Setiap penjaga hutan atau ranger harus mematuhi peraturan yang telah disepakati, salah satunya adalah tidak boleh membawa smartphone. Tujuannya adalah agar kita fokus untuk kegiatan di hutan, sebab jika ada smartphone dapat dipastikan akan ada yang bermain game atau mendengarkan musik sehingga mengabaikan keadaan sekitar. “Kalau untuk ber-media sosial itu sih tidak mungkin, signal telepon saja tidak ada.”, ujar Ipeh, relawan tim APE Guardian. Lalu apa yang dilakukan para penjaga hutan saat istirahat?

Anak sungai adalah tempat favorit para ranger untuk beristirahat, mengisi ulang kebutuhan air, tempat makan atau coffee break bahkan bermain. Serius? Batu-batu yang tersebar di sungai adalah hiburan tersendiri buat para ranger. Bagaimana mungkin? Salah satu ranger memungut 3 batu lalu melemparkannya ke atas lalu akan ditangkap dengan bergantian. Ada pula yang mengambil lalu menyusunnya, bahasa kerennya rock balance ada juga yang menyebutnya garvity glue. Setelah waktu istirahat berakhir… mereka akan berebutan mengenai batu yang telah disusun dengan batu dalam jarak tertentu. Selanjutnya gelak tawa pun mengawali patroli siang mereka. Sederhana ya…!

Para ranger adalah para penjaga hutan yang berada di garis depan. Berkat merekalah keamanan hutan terjaga. Kenapa sih hutan harus dijaga? Zaman sekarang, tak hanya perumahan atau perkantoran saja yang memerlukan penjagaan, tapi hutan pun. Bahkan menjaga hutan jauh lebih sulit, tak ada pagar yang mengelilingi, tak ada jaringan telepon yang bisa menembus komunikasi jika terjadi sesuatu, ya pada para ranger lah, kekayaan hutan bisa terjaga. Dan para ranger juga butuh hiburan, yang dengan bermain batu tadi. Kamu pernah bermain batukah? Kalau ya… berikan komentarmu! (IPEH_Orangufriends)

A HUT FULL OF WASTE WAS FOUND IN THE MIDDLE OF PROTECTED FOREST

This morning, two volunteers in the APE Guardian or the orangutan release monitoring team were preparing to enter the forest again. “This time we go earlier”, said Widi, one of the volunteer. This is the tenth-day orangutan Novi and Leci are released into their habitat. “Actually, if we meet the orangutans, we still haven’t determined how to react, whether we run away or dare to observe them”, added Widi.

Widi is a volunteer who participates in the release of orangutans in Berau, East Kalimantan. Just being physically strong isn’t enough to be a volunteer. They also must have strong mentally, especially in the forest where there is no electricity, telephone signal, and no internet.

After walking for 2 hours going up and down deep into the forest, the team found plastic trash. “One… two… and more and many more! Then we found a hut in a protected forest! This is crazy! Humans left all of their trashes here!” said Widi in anger. Plastics of instant noodles, cigarettes, snacks, flour are scattered everywhere. Even some clothes are left behind. Bottles of herbal drink are also laying in a big amount. (IND)

PONDOK PENUH SAMPAH DI TENGAH HUTAN LINDUNG
Pagi ini seperti pagi kemarin. Kedua relawan tim APE Guardian atau tim monitoring pelepasliaran orangutan sudah bersiap masuk hutan kembali. “Kali ini lebih pagi.”, ujar Widi. Ini adalah hari kesepuluh orangutan Novi dan Leci dilepasliarkan ke habitatnya. Sudah sepuluh hari juga kami belum berjumpa dengan mereka lagi. “Sesungguhnya, kalau berjumpa juga kami masih belum menentukan sikap, apakah berlari menjauh atau memberanikan diri mengamati mereka.”, tambah Widi lagi.

Widi adalah relawan yang mengajukan diri untuk ikut pelepasliaran orangutan di Berau, Kalimantan Timur. Fisik saja tidak cukup katanya untuk menjadi seorang relawan. Apalagi di hutan yang tidak ada signal telepon konon internet. Sudah pasti mental kudu kuat. Tapi itu pula yang membuat hari ini penuh kemarahan, berhari-hari tinggal di hutan harus bertemu jejak manusia yang bernama sampah .

Setelah berjalan selama 2 jam dengan medan yang naik turun, tim menemukan sampah plastik. “Satu… dua… dan semakin banyak! Dan sebuah pondok di hutan lindung! Gila… manusia meninggalkan jejak dengan sampahnya!”, geram Widi. Plastik mi instan, rokok, cemilan, tepung tercecer dimana-mana, bahkan bekas pakaian sengaja dibiarkan tertinggal dengan jumlah yang tidak sedikit. Sisa-sisa botol minuman jamu pun tergeletak begitu saja. (WIDI_Orangufriends)

WHEN ANNIE DISAPPEARED AND KEEPERS WERE BUSY LOOKING FOR HIM

The absence of Annie at the forest school means that Jhonny the animal keeper is off from work. The average students of the forest school class will attend the class for 20 days a month. The other 10 days will be spent in the cage with various enrichment due to heavy rain or when the keeper is on day-offs.

After a day-off from forest school, Annie is usually more enthusiastic about the class. Annie chose his tree and nightmare was inevitable. Annie disappeared from Jhonny’s sight. Jhony then asked for help from other keepers. If the student of forest school disappeared from animal keeper’s sight, usually by calling the orangutan’s name, they will notify their position to the keepers by breaking the twigs or shaking the leaves. But this time was different. Annie was silent, hiding and letting the animal keeper confused looking for him.

Turned out, Annie was climbing the big, tall tree that day. When he was tired of playing on the tree, he went down and sought Happi to get away from the forest school location. Jhonny was almost getting a heart attack, though he had just turned his attention away from Annie for a moment and watched Popi that didn’t want to do anything. “Annie!!! Please if someone calls you, you have to notify ok!”, said Jhonny furiously. (SAR)

SAAT ANNIE MENGHILANG DAN KEEPER SIBUK MENCARI
Tak ada Annie di sekolah hutan, itu berarti, Jhonny si animal keeper pilihannya sedang libur. Rata-rata siswa kelas sekolah hutan akan hadir di kelas untuk 20 hari dalam satu bulan. Sepuluh hari lainnya, mereka habiskan di kandang dengan enrichment yang bervariasi karena hujan deras atau saat keeper sedang libur.

Setelah hari libur dari sekolah hutan, biasanya Annie lebih bersemangat untuk kelas ini. Annie memilih pohonnya. Dan mimpi buruk pun tak terhindarkan. Annie hilang dari pantauan Jhonny. Jhonny pun meminta bantuan para animal keeper yang lainnya. Jika para siswa sekolah hutan hilang dari pantauan animal keeper, biasanya dengan memanggil namanya orangutan tersebut, orangutan yang dipanggil akan memberitahukan keberadaannya dengan mematahkan ranting atau menggoyang-goyangkan daun. Namun berbeda dengan Annie. Annie diam, bersembunyi dan membiarkan animal keeper bingung mencarinya.

Ternyata, Annie memanjat pohon yang besar dan tinggi hari itu. Ketika dia sudah bosan bermain di atas pohon, dia akan turun ke tanah lalu mengajak orangutan Happi untuk menjauh dari lokasi sekolah hutan. Hampir saja jantung Jhonny copot, padahal dia baru saja sesaat memalingkan perhatiannya dari Annie karena Popi lagi tidak mau ngapa-ngapain. “Annie!!! Kalau kamu dipanggil kamu harus kasih tahu ya!”, ujar Jhonny gemas.

Page 38 of 283« First...102030...3637383940...506070...Last »