BANJIR KOMENTAR ORANGUTAN DENGAN 130 PELURU

Ratusan komentar di Instagram orangutan_COP terkait orangutan yang gagal diselamatkan Centre for Orangutan Protection. Foto wajah orangutan dengan mata terluka menarik simpatik para pemilik akun instagram.

Seperti kata akun @shelypris ”min, adanya organisasi sudah memberi dampak positif, akan tetapi masih adanya korban dari kekejaman manusia terhadap binatang, terutama orangutan. Dan adanya kasus ini lalu di share, bagaimana publik harus menyikapinya? Dan apa harapannya? Sedangkan realita media sosial hanya sekedar melewatkan foto tragis satwa dilindungi, bahkan seharusnya memiliki hak yang sama dengan manusia. Apakah memang sangat sulit melindungi satwa liar apalagi yang hidup di alam bebas? Bahkan kita bisa bicara soal wilayah. Tapi itu panjang…”.

Komentar panjang ini membuat kami yang berhadapan langsung dengan korban menjadi terdiam. “Ini adalah kegagalan konservasi orangutan Indonesia.”, ujar Ramadhani, Manajer Perlindungan Habitat Orangutan COP.

Akun @melvoysitorus “Jadi gak usah heran ya kalo akhir-akhir ini alam sedang marah. Itu semua karna keserakahan manusia yang merusak alam dan memusnahkan penghuninya. Mau sampe kapan lagi Tuhan marah dan mengirimkan karmanya? Tolong banget lebih peduli dengan alam dan lebih menghargai makhluk hidup lainnya. Ingat kita hidup tidak sendiri, tapi ada makhluk hidup lain juga! Jangan serakah!”

Akun @goldenfleecethief “I have less and less faith in humanity each time I see a story like this. These beings are so magical, peaceful and majestic. To kill them is to kill ourselves.”

Kamu… dimana pun berada. Sebarkan berita orangutan yang mati dengan 130 peluru senapan angin di tubuhnya. Kepedulian kamu akan mendorong kita semua bekerja lebih teliti dan lebih keras lagi untuk mengungkap kasus kematian orangutan ini.

PEMBANGUNAN KANDANG KARANTINA DI MINGGU KEDUA

Tak terasa pembangunan kandang karantina ke-2 di pusat rehabilitasi orangutan COP Borneo memasuki minggu kedua. Lantai kandang sudah berhasil dicor, jeruji kandang juga sudah dilas. Kendala di minggu ini nyaris tidak bisa diatasi. Cuaca yang tiba-tiba hujan menghentikan pengerjaan.

Tukang langsir atau orang yang membawa bahan-bahan bangunan dari kendaraan ke lokasi pembangunan kandang tiba-tiba menghilang. “Mungkin karena beratnya bahan bangunan dan jalan menuju pembangunan yang licin, curam dan terjal yang membuat tukang langsir lenyap.”, hela Daniek Hendarto, manajer program Eks-Situ COP.

Selain kendala cuaca dan orang, terminal listrik juga bolak-balik terbakar karena digunakan untuk mengelas. “Bilang sama Dilan, bangun kandang itu berat.”, kata Hery Susanto, koordinator APE Warrior dikejauhan.

Untuk para pendukung COP yang ingin membantu pembangunan kandang karantina ini dari kejauhan bisa melalui https://kitabisa.com/orangindo4orangutan Pembangunan kandang karantina ini untuk empat orangutan yang akan menjalani pemeriksaan medis sebelum dilepasliarkan ke habitatnya dalam tahun 2018 ini.

REKOR! 130 PELURU DI TUBUH ORANGUTAN

Kondisi luka terbuka baru membuat kami merinding menahan perih. Tak tanggung-tanggung, ada belasan lokasi akibat benda tajam. Lubang-lubang gelap kecil sebesar peluru senapan angin terlihat di beberapa tempat. Orangutan jantan ini meregang nyawa. Otopsi adalah salah satu cara mengetahui penyebab kematiannya. Sebelumnya… mari di rontgen dulu mayat orangutan ini.

“Rontgen. Harus… daerah mata buta karena beberapa titik seperti peluru. Di bagian pipi juga, tangan, kaki bahkan tubuhnya.”, begitu kata drh. Flora Felisitas. Dan setelah hasil rontgen keluar… Kami bergantian menghitung butir peluru yang tertangkap lembaran film satu per satu.

Lembar dada terdapat 17 peluru. Kaki kiri ada 6 peluru. Kaki kanan dengan 10 peluru. Kami pun menghela nafas… dan mulai menghitung lagi dengan lembaran film tangan kiri dengan 14 peluru, lalu tangan kanan terdapat 9 peluru. Saat melihat bagian kepala, peluru-peluru mulai saling menumpuk. Berulang kali kami menghitung, tak yakin dengan hasil hitungan, kami pun menghitung kembali hingga akhirnya mempercayai apa yang telah kami hitung yaitu 74 butir peluru di bagian kepala orangutan jantan yang malang ini.

Tak semudah menghitung butiran peluru di film hasil rontgen. Mengeluarkan butiran demi butiran ternyata jauh lebih sulit. Tim hanya mampu mengeluarkan 48 butir peluru senapan angin. Separuhnya pun belum berhasil kami keluarkan. 130 peluru adalah jumlah terbanyak yang kami temui di tubuh orangutan. Siapakah penembaknya?

Page 32 of 209« First...1020...3031323334...405060...Last »