STOP TOURISM HUNTING IN PADANG PARIAMAN!

The Center for Orangutan Protection again calls all Orangufriends wherever you are to stop “Tourism Hunting” in Padang Pariaman, West Sumatra.

Again and again! Hunting events with air rifles aimed at squirrels and other pests (excluding protected animals) will be held at SMK 1 Aur Malintang in Padang Pariaman. The event which is organized by Pariaman Sniper Club in Nagari III Koto Aur Malintang Selatan sub-district IV Koto Aur Malintang offers door prizes in the form of LED TVs, Refrigerators, PCP Rifles and other attractive prizes. With only Rp. 20,000.00 registration fee per person, that includes lunch and 1 door prize coupon.
“COP refused and asked the shooting committee, South Malintang Nagari III Koto Aur, to cancel this event!”, Said Hery Susanto, coordinator of COP Anti Wildlife Crime.

Perbakin Pariaman city did not heed the Perbakin letter number 257 / SEKJEN / PB / III / 2018 for all Perbakin administrators that contain not to shoot animals with air rifles.
Pariaman Club Sniper also plans to violate Head of Police Regulation No. 8/2012 concerning Supervision and Control of Firearms for Sport Interest.

We request that the Director General of the Ministry of Environment and Forestry who has issued letter S.31 / PHLHK / PPH / GKM.2 / 3/2018 to enforce the rules of the National Police above.
Shooting animals with air rifles outside the shooting arena is against the law. (EBO)

BATALKAN BERBURU WISATA DI PADANG PARIAMAN
Centre for Orangutan Protection kembali memanggil seluruh Orangufriends dimana pun kamu berada untuk membatalkan “Berburu Wisata” di Padang Pariaman, Sumatera Barat.

Lagi dan lagi! Acara berburu dengan senapan angin dengan sasaran tupai dan hama lainnya (tidak termasuk hewan yang dilindungi) akan dilaksanakan di SMKN 1 Aur Malintang Padang Pariaman. Acara yang diselenggarakan Club Sniper Pariaman di Nagari III Koto Aur Malintang Selatan kecamatan IV Koto Aur Malintang ini berhadiah doorprize berupa TV LED, Kulkas, Senapan PCP dan hadiah menarik lainnya. Hanya dengan Rp 20.000,00 per orang, itu juga sudah termasuk makan siang dan 1 kupon doorprize.

“COP menolak dan meminta panitia pelaksana tembak tupai wisata Nagari III Koto Aur Malintang Selatan untuk membatalkan acara ini!”, tegas Hery Susanto, kordinator Anti Wildlife Crime COP.

Perbakin kota Pariaman tidak mengindahkan surat edaran Perbakin nomer 257/SEKJEN/PB/III/2018 untuk seluruh Pengurus Perbakin yang berisi untuk tidak menembak satwa dengan senapan angin.

Club Sniper Pariaman juga berencana melanggar Peraturan Kapolri No 8/2012 tentang Pengawasan dan Pengendalian Senjata Api untuk Kepentingan Olahraga.

Kami memohon Dirjen Gakkum KLHK tidak lupa telah mengeluarkan surat S.31/PHLHK/PPH/GKM.2/3/2018 untuk menegakkan aturan Kapolri di atas.

Menembak satwa dengan senapan angin di luar arena menembak adalah melanggar aturan hukum.

MARY UNDERWENT MEDICAL EXAMINATION

On February 19, 2019, the medical team conducted a health check on newly rescued orangutans from Longgie, Berau, East Kalimantan. This small orangutan only weighs 6 kg. She is only 1-2 years old, seen from the number of her teeth which is 20.

Mary, is a wild orangutan. Her movement, which always wanted to climb the clinic enclosure and how she treated leaves and twigs given by the caregiver, made the medical team more alert. In fact, Mary immediately piled leaves and twigs like making nests.

The rescue process for Mary was not easy. The team approached the caretaker several times to avoid unwanted rejection. “Thank God, after being given an explanation, the keeper was willing to give Mary. According to the keeper Mary had been kept since last November 2018. It’s still quite new.”, said vet Flora optimistically.

The results of blood tests will be known in the near future. Hopefully, the results will be good and Mary can immediately join other small orangutans in the forest school class. We need your support to take care of Mary, donate through

MARY MENJALANI PEMERIKSAAN KESEHATAN
19 Pebruari 2019, tim medis melakukan pemeriksaan kesehatan pada orangutan yang baru diselamatkan dari Longgie, Berau, Kalimantan Timur. Orangutan kecil ini hanya memiliki berat badan 6 kg. Usianya pun baru 1-2 tahun yang diperlihatkan dari jumlah giginya yaitu 20 gigi.

Mary, adalah orangutan yang cukup liar. Gerakannya yang selalu ingin memanjat kandang klinik dan perlakuannya pada daun dan ranting yang diberikan pengasuhnya membuat tim medis lebih waspada. Bahkan, Mary langsung menumpuk daun dan ranting seperti membuat sarang.

Penyelamatan Mary sendiri bukanlah hal yang mudah. Tim beberapa kali mendekati pemelihara agar tidak terjadi penolakan yang tidak diinginkan. “Syukurlah, setelah diberi penjelasan akhirnya pemelihara bersedia menyerahkan Mary. Mary sendiri dipelihara sejak November 2018 yang lalu menurut pengakuannya. Masih cukup baru.”, ujar drh. Flora dengan optimis.

Hasil pemeriksaan darah akan diketahui sekitar dalam waktu dekat ini. Semoga saja, hasilnya baik dan Mary bisa segera bergabung dengan orangutan kecil lainnya di kelas sekolah hutan. Kami membutuhkan dukungan kamu untuk merawat Mary, donasi yuk lewat https://www.kitabisa.com/orangindo4orangutan

MARY ESCAPED!

Mary is an orangutan who just recently entered the Borneo COP orangutan rehabilitation center on February 12, 2019. Her small body doesn’t mean she can’t do anything. With her small body, Mary became so agile.

Agility that combined with courage. Where there is an opportunity to be free, she will take it. Getting out of the cage and being in a wide place to reach trees and hang seems like her dream. Maybe that’s what she always planned to do if the cage door was opened.

This morning was no exception. The health team prepared for the Orangutan Posyandu program, where small orangutans were measured and weighed and evaluated for their health. Of course Mary couldn’t be grouped with the others. She still needed to wait for the results from the laboratory about her health. Mary was in the last queue.

While waiting for a call, Mary was invited to the enclosure created by Angel’s orangutan volunteer team from Australia in 2016. Mary used this opportunity to run away and climb trees. The caregivers were made panic, running here and there. Milk and fruit to persuade her to come down were not heeded. Mary didn’t want to come down. Finally … Mary was picked up by force. One of the animal keepers was had to climb the tree and carry her down. (EBO)

MARY KABUR
Orangutan Mary adalah orangutan yang baru masuk ke pusat rehabilitasi orangutan COP Borneo pada 12 Pebruari 2019 yang lalu. Tubuhnya yang kecil bukan berarti dia tidak bisa apa-apa loh. Dengan tubuhnya yang kecil, Mary menjadi begitu lincah.

Kelincahannya juga disertai dengan nyalinya yang cukup besar. Dimana ada kesempatan untuk bebas, dia pasti memanfaatkannya. Keluar dari kandang dan berada di tempat yang luas untuk meraih pohon dan bergelantungan sepertinya mimpinya. Mungkin itu yang selalu direncanakannya jika pintu kandang dibuka.

Tak terkecuali pagi ini. Tim kesehatan bersiap untuk program Posyandu Orangutan, dimana orangutan-orangutan kecil diukur dan ditimbang lalu dievaluasi kesehatannya. Tentu saja Mary belum bisa digabungkan dengan yang lainnya. Dia masih menunggu hasil dari laboratorium tentang kesehatannya. Mary berada pada antrian terakhir.

Sambil menunggu panggilan, Mary diajak ke enclosure yang dibuat tim relawan orangutan Angel dari Australia tahun 2016 yang lalu. Kesempatan ini pun dimanfaatkan Mary untuk kabur dan memanjat pohon. Para pengasuh dibuat heboh, berlari kesana kemari. Susu dan buah untuk membujuknya turun pun tak diindahkannya. Mary tidak mau turun. Akhirnya… Mary dijemput paksa, salah satu animal keeper pun terpaksa manjat pohon dan menggendongnya turun.

Page 30 of 291« First...1020...2829303132...405060...Last »