HOPE FOR OWI IN 2019

The end of 2018 is so thrilling. Reports had been submitted one by one and the evaluation began. Forest schools are the orangutan hope to sharpen their instincts as wild orangutans. In the previous quarter year, Owi was no longer always seen with Bonti. This forced him to play more in the trees on his own. Owi actively plays in the liana roots, swings from one tree to another and explores the forest.

Unfortunately, Owi hasn’t shown the ability to make nests yet. Maybe he still doesn’t need a nest because when he was tired of playing in the trees, he preferred to go down and invite other orangutans to play on the ground.

Owi is an orangutan found by a worker in the palm oil plantation area in East Kalimantan. At that time he was only 2 years old. The worker took him and then gave him to a soldier in Tenggarong.

This is Owi’s second year at the COP Borneo orangutan rehabilitation center. Climbing, a crucial skill for arboreal animals, is no longer a problem for him. “Entering his third year, we hope he can make a nest,” said Wety Rupiana excitedly. “Owi is already good at looking for food in the trees,” added Wety again. (IND)

HARAPAN UNTUK OWI DI TAHUN 2019
Akhir tahun menjadi begitu mendebarkan. Laporan demi laporan masuk dan evaluasi pun dimulai. Sekolah hutan adalah harapan orangutan untuk mengasah instingnya sebagai orangutan liar. Owi pada kuartal sebelumnya tak lagi selalu terlihat dengan orangutan Bonti. Hal ini memaksanya untuk lebih banyak bermain di atas pohon. Owi menjadi aktif bermain di akar-akar liana, berayun-ayun dari satu pohon ke pohon yang lain dan melakukan penjelajahan tanpa menyentuh tanah.

Sayang, Owi belum menunjukkan kemampuannya membuat sarang. Mungkin Owi masih belum memerlukan sarang karena ketika Owi terlihat sudah cukup lama bermain di atas pohon, Owi lebih suka turun ke tanah dan mengajak orangutan lain bermain.

Owi adalah orangutan yang ditemukan pekerja di area perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Timur. Saat itu usianya baru 2 tahun, karena kasihan, pekerja tersebut membawanya dan akhirnya berpindah tangan pada seorang tentara di daerah Tenggarong.

Ini adalah tahun keduanya di pusat rehabilitasi orangutan COP Borneo. Memanjat yang merupakan modal dasar satwa aboreal sudah bukan masalah lagi untuk Owi. “Memasuki tahun ketiganya, tentu saja kami berharap dia bisa membuat sarang.”, ujar Wety Rupiana bersemangat. “O… iya… Owi sudah pandai mencari makan di atas pohon.”, tambah Wety lagi.

RESCUING BANTEN TSUNAMI ANIMALS

The tsunami disaster hit the coasts in the Sunda Strait on the night of December 22, 2018. Temporary data (26/12) recorded 430 people died, 1,495 people injured, 159 people missing and 21,991 people displaced. Among humanitarian assistance, the rescue team found several turtles trapped and took the time to help these animals. The Animals Warrior team is currently sweeping beaches and ruins to help victims of animals.

The Animals Warrior Team is a joint team of Animals Indonesia and the Center for Orangutan Protection that always involved in areas affected by disasters such as the Palu earthquake-tsunami, mount Agung Bali, mount Sinabung North Sumatra, mount Kelud Malang-Kediri, mount Merapi Yogya, Aceh earthquake, and others. This team saved, evacuated, cared for and even brought animals back to their owners. The team also takes care of dead animals.

Thursday, December 27, 2018, PVMBG raised the status of Anak Krakatau mountain from Alert level II to Alert level III. The team worked quickly to reach a wider range while increasing awareness of disasters that might occur. Animal lovers please help this team to work well and help as many animals as possible.
To help stranded and abandoned animals https://kitabisa.com/satwatsunamibanten (EBO)

TOLONG SATWA TSUNAMI BANTEN
Bencana tsunami menerjang pantai di Selat Sunda pada 22 Desember 2018 malam. Data sementara (26/12) tercatat 430 orang meninggal dunia, 1.495 orang luka-luka, 159 orang hilang dan 21.991 orang mengungsi. Diantara bantuan kemanusian, tim rescue menemukan beberapa penyu yang terjebak dan menyempatkan untuk menolong satwa-satwa ini. Tim Animals Warrior saat ini menyisir pantai dan reruntuhan untuk membantu korban satwa.

Tim Animals Warrior adalah tim gabungan dari Animals Indonesia dan Centre for Orangutan Protection yang selalu turun di kawasan terdampak bencana seperti gempa-tsunami Palu, gunung Agung Bali, g. Sinabung Sumatera Utara, g. Kelud Malang-Kediri, g. Merapi Yogya, gempa Aceh, dan lain-lain. Tim ini menyelamatkan, mengevakuasi, merawat bahkan mempertemukan kembali satwa ke pemiliknya. Tim juga mengurus satwa yang tewas.

Kamis, 27 Desember 2018, PVMBG menaikkan status gunung Anak Krakatau dari Waspada (level II) menjadi Siaga (level III). Tim bekerja cepat untuk bisa mencapai jangkauan yang lebih luas sambil meningkatkan kewaspadaan dengan bencana yang mungkin saja terjadi. Mohon bantuan anda para pecinta binatang untuk tim ini bekerja dengan baik dan menolong sebanyak mungkin satwa.

Tolong satwa terdampar dan terlantar https://kitabisa.com/satwatsunamibanten

APE GUARDIAN FELL ASLEEP DURING PATROL

Patrolling on foot by combing the Lesan River Protected Forest (HLSL) track armed with enthusiasm and togetherness to protect the forest. At 4 am local time, the APE Guardian team, the rangers were up and ready. Relying on both feet, walking in the forest by making a GPS sign when seeing an orangutan nest, orangutan and other wildlife feed or their remains. Those findings are never been missed recorded in the team’s small notes during the patrol.

Each ranger travels 10 kilometers, even more with lane conditions that are not all flat. Rangers have to climb two or three hills and occasionally bonus flat track, then rocks and creeks are waiting ahead. Trees that are dense with hanging thorns and even itchy leaves that if touched by the skin will cause extraordinary itching makes the rangers to be extra cautious. Plus the cute and wet leeches that are ready to go along while sucking blood between the toes. If you like challenges … of course the journey to become a ranger will be your unforgettable experience!

Fatigue, combined with the peace of the forest after having lunch is very difficult to avoid for someone to nap. Take a little time to close your eyes for a moment even only lying down on dry leaves and river rocks. Of course, still ready to be awake with the camera ready to capture important moments, even when the rangers are asleep. (EBO)

APE GUARDIAN TERLEPAP SAAT PATROLI
Patroli dengan berjalan menyisir jalur Hutan Lindung Sungai Lesan (HLSL) berbekal semangat dan kebersamaan untuk menjaga hutan. Tim APE Guardian pukul 04.00 WITA, para ranger sudah bangun dan bersiap. Mengandalkan kedua kaki, berjalan di hutan dengan membuat tanda di GPS ketika bertemu sarang orangutan, pakan atau bekas pakan orangutan maupun satwa liar lainnya dengan sedikit catatan kecil tak luput dari perhatian ranger selama patroli.

Setiap ranger menempuh perjalanan 10 kilometer, bahkan lebih dengan keadaan jalur yang tak semuanya mendatar. Ranger harus mendaki dua atau tiga bukit dan sesekali bonus jalan mendatar setelah itu jalur batu-batuan dan anak sungai sudah menanti. Pohon-pohon yang rapat dengan duri-duri yang menggelantung bahkan daun yang jika tersentuh kulit menyebabkan gatal yang luar biasa harus menjadi kewaspadaan tersendiri bagi para ranger yang ikut patroli. Ditambah si imut nan basah yang siap ikut berjalan bersama sembari menghisap darah di sela-sela jari kaki. Jika kamu suka tantangan… tentu perjalanan menjadi ranger akan menjadi pengalamanmu yang tak terlupakan!

Kelelahan didukung damainya hutan sulit sekali untuk menghindari tidur siang usai makan siang. Mencuri sedikit waktu untuk memejamkan mata sejenak walau hanya beralaskan daun kering dan batu-batuan sungai. Tentu saja, tetap ada yang terjaga dengan kamera siap mengabadikan momen yang ada, tak terkecuali saat ranger terlelap. (Ipeh_Orangufriends)

Page 30 of 283« First...1020...2829303132...405060...Last »