COP AS THE BEST ENVIRONMENTAL CSO IN 2018

Today, the Center for Orangutan Protection received an Award from the Indonesian government as the best community organization of environment in 2018. The award was given directly by Minister of Home Affairs, Mr. Tjahjo Kumolo. Besides the environmental sector, the government also gave awards to community organizations in health, education, culture, and other sectors.

This award was the first to be received by COP from the Indonesian government. COP was founded in 2007 and is the first and the only orangutan conservation organization native to Indonesia. The existence of COP has an impact not only for orangutans but also for local communities and various species of wildlife.

Thank you for all the trust and support of COP supporters and COP volunteers who are members of Orangufriends. This award belongs to all of you who have been working hard to combat wildlife crime.(IND)

COP SEBAGAI ORMAS LINGKUNGAN HIDUP TERBAIK 2018
Pada hari ini Pusat Perlindungan Orangutan mendapatkan Penghargaan dari Pemerintah Indonesia sebagai organisasi masyarakat di bidang lingkungan hidup terbaik tahun 2018. Penghargaan diberikan langsung oleh Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo. Selain bidang lingkungan hidup, pemerintah juga memberikan penghargaan kepada organisasi-organisasi masyarakat di bidang kesehatan, pendidikan, kebudayaan dan lain-lain.

Penghargaan ini adalah yang pertama diterima Pusat Perlindungan Orangutan atau lebih dikenal dengan Centre for Orangutan Protection (COP) dari pemerintah Indonesia. COP didirikan pada tahun 2007 dan merupakan oraganisasi konservasi orangutan yang pertama dan satu-satunya yang asli Indonesia. Keberadaan COP berdampak tidak hanya untuk orangutan tetapi juga untuk berbagai jenis satwa liar lainnya dan masyarakat setempat.

Terimakasih atas dukungan dan kepercayaan para pendukung COP dan relawan COP yang tergabung dalam orangufriends.

A THANK-YOU NOTE FROM NOVI

Perhaps the owner of orangutan Novi had never imagined, a long road that must finally be passed because Novi had been cared for by humans. Novi has been chained in his neck and be friends with dogs. After going through the stage of a long and expensive medical check-up, he must struggle from one class to another in the forest school. Finally, COP Borneo can release Novi back into his habitat.

This will be Novi’s last stare we can see before he completely disappeared in the jungle of Borneo. He disappeared very fast, shortly after the cage door was opened.

This photo was taken shortly after Novi climbing back into his habitat. We feel the happiness when Novi stops and sees us for a second, maybe saying “Thank you”. All we know is that thanks to you, all COP supporters, for giving your eternal support and trust to us.

Thanks also to Novi adopters who have provided the financial need for Novi. Novi’s freedom can be achieved because of the hard work of all people who care for orangutans.(IND)

SESAAT, TERIMAKASIH DARI NOVI
Mungkin pemelihara orangutan Novi tidak pernah membayangkan, jalan panjang yang akhirnya harus ditempuh Novi karena dia pernah dipelihara manusia. Novi yang pernah berkalung rantai dalam kesehariannya dan berteman anjing dalam kesendiriannya. Setelah melalui tahapan pemeriksaan kesehatan yang panjang dan mahal dengan perjuangannya naik dari satu kelas ke kelas lainnya di pusat rehabilitasi COP Borneo akhirnya bisa dilepasliarkan kembali ke habitatnya.

Mungkin ini akan menjadi tatapan Novi yang terakhir kalinya bisa kita lihat, sebelum dia benar-benar menghilang di rimbunya hutan Kalimantan. Kecepatan Novi meninggalkan kandang angkut, sesaat setelah pintu kandang diangkat memang sudah diprediksi. Karena sudah beberapa kali, untuk keperluan pemeriksaan kesehatan, Novi harus menjalani proses karantina.

Foto ini diambil sesaat setelah Novi dilepasliarkan kembali ke habitatnya. Kebahagiaan yang kami rasakan, saat dia berhenti dan memandang kami untuk ‘mungkin’ mengucapkan terimakasih. Yang kami tahu, terimakasih itu pun untuk Kamu, para pendukung COP yang telah begitu teguh memberikan kepercayaanmu untuk kami.

Terimakasih juga untuk para adopter Novi terdahulu https://www.withcompassion.com.au yang telah memberikan dukungan finansial untuk perawatan Novi. Kebebasan Novi adalah kerja keras semua pihak yang peduli pada orangutan.

NOVI REACHES HIS FIRST TREE AND GOES WITH LECI WHO HAVE WAITED FOR HIM

This morning, on November 3rd, 2018 the Director of Biodiversity Conservation, drh. Indra Exploitasia, M.Sc, began the release of two orangutans from COP Borneo rehabilitation center. Orangutan conservation in Berau has been supported by many stakeholders, especially the local community. We involved locals to create a traditional ceremony before beginning the release process.

The difficulty of going through the low tide of the Kelay river and the heavy of the transport cage did not ruin the enthusiasm of our APE Guardian team. There was a silence when Mr. Sunandar Trigunajasa, head of the Natural Resources Agency (BKSDA) East Kalimantan, opened a cage carrying Leci. Only in seconds, Leci runs and climbs the tree. 100m later, he stopped between forest canopies.

Then the second cage was opened by Mr. Ahmad Saerozi. Just like Leci, Novi ran and immediately climbed a tree, following Leci. Shortly thereafter, Leci and Novi continued their journey. The monitoring team quietly followed both of them.

“The process was so fast. Luckily the APE Guardian team had practiced enough before. Two orangutans with different backgrounds, but the same rehabilitation period, will have a different reaction to nature”, said Reza Kurniawan, APE Guardian captain.

Novi had been kept as a pet in Kongbeng, East Kalimantan. Meanwhile, Leci were wild but young when he arrived. They were expected to carry out their functions in the forest. Orangutans are the best forest farmer ever. The wide roaming of orangutans and their diversity of food makes orangutans have an important role in nature. (IND)

NOVI MERAIH POHON PERTAMANYA DAN PERGI BERSAMA LECI YANG SUDAH MENUNGGU
Pagi ini, 3 November 2018 Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati, drh. Indra Exploitasia, M.Si, memulai pelepasliaran dua orangutan dari pusat rehabilitasi COP Borneo. Konservasi orangutan di Berau mendapat dukungan dari banyak pihak terutama masyarakat sekitar, upacara adat pun mengawali proses pelepasliaran kali ini.

Sulitnya melalui sungai Kelay yang agak surut dan beratnya kandang angkut orangutan tak sedikitpun menyurutkan semangat tim APE Guardian. Suasana hening saat Sunandar Trigunajasa, kepala Balai KSDA Kalimantan Timur membuka kandang angkut orangutan Leci. Hanya hitungan detik, Leci berlari dan memanjat pohonnya. 100m kemudian, dia berhenti di antara kanopi.

Kemudian kandang kedua dibuka oleh Ahmad Saerozi. Sama saja seperti Leci, Novi pun berlari dan langsung memanjat pohon menyusul Leci. Tak lama kemudian, Leci dan Novi melanjutkan perjalanan mereka. Tim monitoring dengan sigap mengikuti mereka berdua.

“Proses tadi begitu cepat. Untung saja tim APE Guardian sudah cukup berlatih sebelumnya. Dua orangutan dengan latar belakang yang berbeda ini, namun masa rehabilitasi yang sama akan menjadi catatan tersendiri.”, ujar Reza Kurniawan, kapten APE Guardian.

Novi yang sebelumnya pernah dipelihara warga Kongbeng, Kalimantan Timur dan Leci yang liar namun berusia muda diharapkan bisa menjalankan fungsi nya di hutan. Orangutan adalah pelaku reboisasi terbaik yang pernah ada. Daya jelajah orangutan dan keanekaragaman makanannyalah yang menjadikan orangutan punya peran penting di alam.

Page 3 of 24212345...102030...Last »