SANCTUARY ORANGUTAN PENUH POHON DURIAN

Dalwood Wylie Orangutan Sanctuary adalah sebuah tempat peristirahatan orangutan yang tak bisa dilepasliarkan kembali ke habitatnya. Yaitu orangutan yang sudah terlalu lama bersentuhan dengan manusia dan kehilangan kemampuannya sebagai orangutan liar yang juga berhak untuk mendapatkan kehidupan yang baik, hidup tanpa jeruji besi. Orangutan-orangutan ini juga bisa mencoba hidup seperti orangutan liar dengan daya jelajah terbatas.

Sebelum orangutan-orangutan ini mendapatkan kesempatan itu, tim APE Guardian menjajaki dan mendata pulau ini. “Pertama kali menapakkan kaki saja sudah menemukan buah durian merah yang terjatuh. Ternyata tak hanya satu, tapi ada delapan buah berserakan di tanah dan tim pun menjadi sibuk membuka durian merah tersebut.”, ujar Widhi, relawan COP yang ikut. Rencana survei spesies pohon buah di pulau pun tersendat.

Ketersediaan pakan buah bagi orangutan di pulau ini bisa dibilang cukup berlimpah. Selain durian merah atau biasa disebut warga setempat dengan laung, kita bisa menjumpai durian berduri hijau juga. Tim juga menemukan durian mungil berkulit dan berduri hijau yang besarnya hanya sebesar dua kepalan telapak tangan manusia dengan nama lokalnya krutungan.

“Kami berharap, pulau orangutan ini bisa menjadi rumah untuk mereka yang tak bisa kembali ke habitatnya.”, harap Reza Kurniawan, kordinator APE Guardian COP. “Semoga mimpi ini bisa terwujud. Mohon bantuan semua pihak, orangutan adalah kebanggaan Indonesia.”. (Widhi_COPSchool8)

DUA ELANG SITAAN NEGARA KEMBALI KE ALAM

Satu Elang Alap Jambul (Accipiter trivirgatus) betina yang merupakaan sitaan POLDA Jawa Timur dibantu Centre for Orangutan Protection dan Animals Indonesia di bulan Juli 2015 kota Surabaya akhirnya kembali ke alam. Pelaku dijatuhi vonis 7 bulan penjara dan denda Rp 2.500.000,00 pada 21 Oktober 2015. Sejak tahun 2017, Elang Alap Jambul ini direhabilitasi Yayasan Konservasi Alam Yogyakarta (YKAY).

Berdasarkan hasil pengamatan prilaku harian animal keeper dan dokter hewan disertai kondisi kesehatan fisik, Elang Alap Jambul bersama Elang Ular Bido (Spilornis cheela) jantan sitaan Polsek Kalibarang yang direhabilitasi sejak tahun 2011 dianggap siap untuk dilepasliarkan. Keduanya pun menjalani habituasi selama kurang lebih 15 hari dan pemasangan cincin serta wing marker untuk mempermudah proses monitoring paska pelepasliaran.

Elang Ular Bido dan Alap-alap Jambul merupakan spesies dilindungi oleh Undang-Undang No. 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. “Keduanya merupakan predator tingkat tinggi yang menjaga keseimbangan ekosistem. Jangan pelihara Elang untuk gagah-gagahan, atau sekedar kesenangan pribadi. Itu melanggar hukum dan merusak alam!”, tegas Daniek Hendarto, manajer aksi COP. (PETz)

KENAPA DENGAN UNTUNG?

Berada di alam membuat hidup lebih mudah. Seperti menjamurnya kegiatan outbond di berbagai tempat wisata di Indonesia. Sebut saja permainan-permainan tradisional dengan memanfaatkan bahan yang ada di sekitar kita, kembali diperkenalkan seperti berjalan dengan batok kelapa, enggrang, pecah batu, lompat tali dan lain sebagainya. Lalu bagaimana dengan orangutan? Apakah dunia bermainnya sama dengan manusia?

Hujan lebat menghanyutkan sebatang pohon kelapa saat banjir. Dan sudah seminggu itu pula, orangutan Untung dan Unyil tidak terlihat di dalam pulau orangutan. Patroli pun semakin diperbanyak, lagi-lagi mereka berdua terlihat berada di pohon kelapa yang hanyut. Tak hanya pohon kelapa, ada beberapa pohon besar yang juga terdampar di ujung pulau pra rilis orangutan ini. Apa yang dilakukan kedua orangutan tersebut?

Ya, mereka bergelantungan di pohon itu. Berulang kali diusir untuk segera masuk ke dalam, berulang kali pula Untung berbalik mengusir tim patroli. Hingga akhirnya tim memutuskan untuk memotong-motong pohon-pohon tersebut agar kedua orangutan tak bisa bermain di tempat terbuka itu lagi. Kenapa tim sampai melakukan hal itu? Selama empat hari, Untung tak menghampiri makanan yang dikirim tim patroli. Tim khawatir karena Untung tak terlihat makan sama sekali. Kenyataannya…

Ternyata pohon kelapa itu penuh dengan buah kelapa. Makanan benar-benar melimpah dan Untung menjadi sangat tertarik dengan penemuan barunya. Tim patroli menemukan bekas kelapa di batang pohon yang lain, mungkin sudah banyak yang hanyut juga. “Sekarang Untung benar-benar marah. Panggilan tim patroli tak didengarkannya lagi. Saat jam makan, dia pun memilih berada di sarangnya. Baiklah Untung, bulan depan kamu akan benar-benar berada di habitatmu. Semoga kemarahanmu terbayarkan saat kamu kembali ke rumahmu.”, ujar Daniel, kordinator pulau orangutan COP Borneo. (Anen).

Page 3 of 25912345...102030...Last »