UNYIL, SELANGKAH LAGI AKAN KEMBALI KE HABITATNYA

Unyil adalah nama orangutan di pusat rehabilitasi orangutan yang berada di kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Unyil punya cerita tersendiri yang membuat orang tak percaya. Anak orangutan yang dipelihara warga Muara Wahau, selama 3 tahun hidup di dalam kamar mandi. Saat itu dia berusia 2 tahun… masih bayi yang lucu dan menggemaskan. Dibeli keluarga Ngau sebesar Rp 1.500.000,00 dari orang lain.

“Kami tak menyangka, perkembangan Unyil begitu pesat. Dari anak orangutan yang begitu manja yang untuk makan saja selalu didulangi keluarga Ngau bahkan waktu itu kami heran sekali dengan rambutnya yang seperti baru saja direbonding. Masuk kelas sekolah hutan hanya bisa ngesot di lantai hutan/tanah dan kebingungan saat diberi makanan orangutan. Hingga akhirnya dia berhasil memanjat pohon dan berpindah dari satu pohon ke pohon yang lain. Dan keberaniannya bertahan di pulau orangutan membuat kami yakin, Unyil pantas untuk hutan yang sesungguhnya.”, ujar Reza Kurniawan, pengamat primata COP.

Pelepasliaran orangutan tak semudah yang diperkirakan orang awam. Buka kandang transit dan orangutan bebas lepas. Ada tes kesehatan yang sangat detil, untuk memastikan orangutan yang dilepasliarkan dalam keadaan sehat tanpa penyakit menular. Untuk itu, tim medis COP Borneo melakukan serangkaian tes kesehatan yang meliputi darah lengkap, dan beberapa penyakit menular seperti hepatitis, herpes hingga Tuberkulosis.

Syukurlah, hasil laboratorium menyatakan Unyil bersih. Unyil bersiap ke langkah selanjutnya, menunggu administrasi dari pihak berwenang untuk pelepasliarannya ke habitatnya.

BULLIYING ON THE FIRST DAY OF ANNIE

Geez … at the beginning of the class of COP Borneo forest school, East Kalimantan, one participant has made a riot. Annie, the newcomer looked at Happi fiercely. Not only Happi, Annie also showed an attitude of unfriendly to Owi. Owi even got a hit from Annie on the way to the forest school.

But once in the forest school, the situation becomes turned 180 degrees. Annie who always wanted to challenge Happi and Owi could not do much. Happi always tried to bite and pursue Annie, wherever Annie went. Owi did not want to lose. The first day of school became more and more difficult for Annie.

The forest school has lasted half a day. Animal keeper is busy continuously separating Annie and Happi fights. Annie also looked very tired and wanted to give up. But Happi continued to approach Annie and invite a fight. Maybe this is a welcome statement to Annie from Happi. (WET)

BULLYING DI HARI PERTAMA ANNIE
Ya ampun… di awal kelas sekolah hutan COP Borneo, Kalimantan Timur, satu orang peserta telah membuat kericuhan. Annie, si pendatang baru menatap Happi dengan galaknya. Tak hanya Happi, Annie pun menunjukkan sikap tidak ramahnya pada Owi. Bahkan Owi sempat mendapatkan satu pukulan dari Annie dalam perjalanan menuju sekolah hutan.

Tapi sesampainya di sekolah hutan, situasi menjadi berbalik 180 derajat. Annie yang selalu ingin menantang Happi dan Owi tak bisa berbuat banyak. Happi selalu berusaha menggigit dan mengejar Annie, kemana pun Annie pergi. Owi pun tak mau kalah. Hari pertama sekolah menjadi semakin sulit buat Annie.

Sekolah hutan telah berlangsung setengah hari. Animal keeper sibuk terus menerus memisahkan perkelahian Annie dan Happi. Annie pun terlihat sangat capek dan ingin menyerah. Namun Happi terus mendekati Annie dan mengajak berkelahi. Mungkin ini adalah ucapan selamat datang untuk Annie dari Happi. (WET)

JONI, RAMBO DARI COP BORNEO

Ada 3 animal keeper yang sudah cukup lama bergabung dengan pusat rehabilitasi orangutan COP Borneo, Berau, Kalimantan Timur. Salah satunya bernama Joni. Dia tumbuh dan besar di kampung Merasa yang tak jauh dari lokasi berdirinya COP Borneo.

Sejak November 2015, Joni pun sekarang sudah mahir menggunakan tulup, senapan bius dan menagani orangutan. Joni juga jago membawa ketinting dalam jalur sungai yang berat sekalipun. Kini tanggung jawab perawatan orangutan dan logistik pun dipegangnya. Selain itu, Joni juga punya andil dalam pembangunan kandang karantina untuk orangutan serta renovasi titian.

Saat pemindahan orangutan, translokasi dan penyelamatan orangutan, Joni selalu di garis depan bersama tim medis COP Borneo. Dialah, eksekutor handal pembiusan yang selalu dipercaya tim medis. Joni pun mendapat julukan, Joni Rambo, seperti di film Hollywood yang heroik dengan senjata apinya. (WET)

Page 28 of 236« First...1020...2627282930...405060...Last »