SMALL ORANGUTANS STILL HAVE TO BE PATIENT

It’s been a month since the forest school class stopped. Illegal logging is increasingly worrying. “For us, safety first. We don’t know who we are dealing with. Orangutans are forced to spend their days in cages. Forest schools are cancelled until the class is completely safe, “said Reza Kurniawan, manager of the COP Borneo orangutan rehabilitation center.

The team became more alert. While waiting, the team made enrichment for orangutans. This condition must not disturb orangutans emotion. But for how long?

Small orangutans still have to practice climbing. Expectations are focused on the playground for baby orangutans. “This damaged playground has begun to be repaired. Small orangutans are rotated to play in this arena. Not allowed to roam. “, Reza said again carefully.

What happens to otangutans without trees. Orangutans are arboreal animals, which spend most of their activities in the trees. The collapse of the trees in the Labanan Research Forest which is the place for the orangutan rescue center is a threat to orangutan rehabilitation activities. “Sir … Madam … do orangutans have to be extinct?” (EBO)

ORANGUTAN KECIL MASIH HARUS BERSABAR

Sudah satu bulan kelas sekolah hutan berhenti. Pembalakan liar semakin mengkawatirkan. “Bagi kami, keselamatan adalah yang utama. Kami tidak tahu siapa yang kami hadapi. Orangutan-orangutan terpaksa menghabiskan hari-harinya di dalam kandang. Sekolah hutan ditiadakan hingga kelas benar-benar aman.”, ujar Reza Kurniawan, manajer pusat rehabilitasi orangutan COP Borneo.

Tim pun menjadi lebih waspada. Di sela-sela itu, tim mengusahakan pengayaan (enrichment) untuk orangutan. Kondisi ini tidak boleh menganggu psikis orangutan. Tapi sampai kapan?

Orangutan-orangutan kecil tetap harus berlatih memanjat. Harapan pun tertumpu pada arena bermain untuk bayi orangutan. “Playground yang telah rusak ini mulai diperbaiki. Orangutan-orangutan kecil digilir agar bisa bermain di arena ini. Tidak dibiarkan menjelajah.”, kata Reza lagi dengan hati-hati.

Apa jadinya orangutan tanpa pohon. Orangutan adalah satwa aboreal, yang menghabiskan sebagian besar aktivitasnya di atas pohon. Robohnya pohon-pohon di Hutan Penelitian Labanan yang merupakan tempat pusat penyelamatan orangutan merupakan ancaman aktivitas rehabilitasi orangutan. “Pak… Bu… apakah orangutan harus punah?”

HOW IF AN ORANGUTAN IS SICK?

Can orangutans be sick? Of course. Then what is done when the orangutan is sick? Yes, it is like when humans get sick, take medicine, get injections, take intravenous therapy and so on. Easy as that? Of course it’s different. Especially with the injection, it causes trauma because many people are afraid of syringes, orangutans are like that. When an orangutan saw other orangutans being injected, he would become more vigilant and even avoid being approached. “Often, they immediately bite.”, Said vet. Satria Dewantara. Chases and coercion will only bring ongoing trauma.

Then, how do you deliver drugs to orangutans? Just put it in the food. If it were that easy … but orangutans are a smart species. When eating fruit they separate the skin and seeds, when exposed to bitter medicine, will immediately vomit.

Of course the medical team has its own challenges. Without reducing the dosage of the drug that must enter smoothly into the orangutan’s body, they modify the taste. And “bolus” is created. Bolus is a drug that has been crushed and then mixed in such a way with baby porridge and honey so the flavor of the drug can be disguised, and the orangutan will only feel that it is ordinary food. The sweet taste of honey makes orangutans want to eat medicine again.

Bonti, who has to undergo treatment for several days, even looks enjoying to chew bolus medicine. “It’s not a problem anymore, giving anti-worm medicine regularly …”, said vet Satria happilly. (SAT)

BAGAIMANA JIKA ORANGUTAN SAKIT?

Orangutan bisa sakit? Tentu saja. Lalu apa yang dilakukan saat orangutan sakit? Ya seperti saat manusia sakit, minum obat, disuntik, diinfus menjalani terapi dan seterusnya. Semudah itu? Tentu berbedalah. Apalagi kalau sampai disuntik, menyebabkan trauma karena manusia saja banyak yang takut pada jarum suntik, orangutan pun seperti itu. Apalagi saat dia melihat orangutan yang lain disuntik, yang akan menjadi lebih waspada bahkan menghindar saat didekati. “Tak jarang pula, mereka langsung menggigit.”, ujar drh. Satria Dewantara. Kejar-kejaran dan pemaksaan hanya akan membawa trauma berkelanjutan. 

Lalu, bagaimana caranya memberikan obat ke orangutan? Masukkan saja ke makanannya. Andai semudah itu… namun orangutan adalah spesies yang pintar. Memakan buah saja dia akan memisahkan mana kulit dan biji, apalagi jika terkena obat yang pahit, seketika akan dimuntahkan. 

Tentu saja tim medis punya tantangan tersendiri. Tanpa mengurangi dosis obat yang harus masuk dengan mulus ke tubuh orangutan, mereka memodifikasi rasa. Dan terciptalah ‘bolus’. Bolus adalah obat yang telah digerus kemudian dicampurkan sedemikian rupa dengan adonan bubur bayi dan madu agar rasa obat dapat tersamarkan, dan orangutan hanya akan merasa bahwa itu adalah makanan biasa. Rasa madu yang manis justru membuat orangutan ingin lagi untuk makan obat. 

Bonti yang harus menjalani perawatan selama beberapa hari bahkan terlihat dengan asiknya mengunyah bolus obat. “Tak bingung lagi ngasih obat cacing secara berkala…”, ujar drh. Satria dengan senang. (SAT)

IMPROVEMENT OF ORANGUTAN PLAYGROUND AT BORNEO COP

Forest schools in the Borneo COP orangutan rehabilitation center are experiencing obstacles. Illegal logging activities scared small orangutans. The APE Defender team also decided to stop forest school activities to maintain the safety of orangutans for an undetermined time.

“It is sad to hear the sound of chain saw sound cutting down the trees which were soon followed by the boom sound signing that the tree had collapsed. The status of the area which is a research forest is not enough to provide protection for the orangutans who inhibit the only rehabilitation center established by Indonesian youths. “, Said Reza Kurniawan, Borneo COP manager.

The orangutan rehabilitation center must continue. Students consisting of small orangutans who used to fill in forest school classes temporarily moved to the playground. Minor repairs such as replacing ropes, barrels and support poles to ensure orangutans are safe while playing in this playground.

Thank you Fans For Nature for their support in improving this playground. For COP volunteers out there, help us maintain this Orangutan Rehabilitation Center. Orangutans need forests as forest school classes. This Labanan forest is the best forest to rehabilitate them.

PERBAIKAN PLAYGROUND ORANGUTAN DI COP BORNEO

Sekolah hutan di pusat rehabilitasi orangutan COP Borneo mengalami hambatan. Aktivitas pembalakan liar membuat orangutan-orangutan kecil takut. Tim APE Defender pun memutuskan untuk menghentikan kegiatan sekolah hutan untuk menjaga keselamatan orangutan hingga waktu yang belum ditentukan. 

“Sedih sekali mendengar suara mesin gergaji mengenai pohon-pohon yang tak lama kemudian diikuti suara dentuman tanda pohon telah roboh. Status kawasan yang merupakan hutan penelitian pun tidak cukup memberi perlindungan pada orangutan-orangutan penghuni pusat rehabilitasi satu-satunya yang didirikan putra-putri Indonesia ini.”, ujar Reza Kurniawan, manajer COP Borneo. 

Pusat rehabilitasi orangutan harus tetap berjalan. Siswa yang terdiri dari orangutan-orangutan kecil yang biasa mengisi kelas sekolah hutan, untuk sementara pindah ke playground. Perbaikan kecil seperti penggantian tali, gentong dan tiang-tiang penyangga untuk memastikan orangutan aman saat bermain di arena bermain ini. 

Terimakasih Fans For Nature atas dukungan memperbaiki arena bermain ini. Untuk para relawan COP yang di luar sana, bantu kami mempertahankan Pusat Rehabilitasi Orangutan ini ya. Orangutan membutuhkan hutan sebagai kelas sekolah hutan. Hutan Labanan ini adalah hutan terbaik untuk merehabilitasi mereka.

Page 22 of 300« First...10...2021222324...304050...Last »