AMBON OUT OF CAGE COP BORNEO

Thursday, March 1st 2018 at the same time with Center for Orangutan Protection (COP) 11th anniversary, Ambon the orangutan, an adult male who he spent twenty years of live inside the cage has been transferred to the island. Physical check up to Ambon run smoothly even the cloudy and showered rain made us more aware.

The dose should be appropriate. The distance of quarantine cage to orangutan island is quite far. The path to transit cage quite difficult. When rain the path is slippery, although previously the transport team had had enough physically training with afternoon workout, but still, Ambon gained weight makes the team stagger.

Not only stopping there… Ambon has entered the transit cage.. then? Let’s carry the transit cage again plus Ambon weight… This time should be foursome, Get the spirit!!! under the dock, the ‘ Way Back Home’ boat the result of orangufriends concern awaited. This boat brought Ambon to feel his new home.

Arriving at orangutan island… let’s lift the cage again. Ambon is still sleeping, though we began to see movement toward consciousness. When all is ready to get away, the cage is slowly opened .. Ambon!! Yes, Ambon ran to the forest.. is he hiding? Observe us to be exact. We also decided to step back from him… took a long time to be able to capture this photo. Ambon steps in to the grass… in land without human!

AMBON KELUAR KANDANG COP BORNEO
Kamis, 1 Maret 2018 bertepatan dengan ulang tahun Centre for Orangutan Protection (COP) yang ke-11, orangutan Ambon, jantan dewasa yang telah puluhan tahun hidup di dalam kandang telah dipindahkan ke pulau. Pemeriksaan fisik terhadap orangutan Ambon pun berjalan lancar walaupun cuaca mendung dan gerimis membuat kami lebih waspada.

Ukuran dosis bius harus tepat. Lumayan jauh jarak kandang karantina ke pulau orangutan. Perjalanan dari kandang karantina untuk ke kandang transit cukup sulit. Jalanannya menjadi licin saat gerimis, walau sebelumnya tim pemindahan sudah cukup berlatih fisik dengan olahraga di sore hari, namun tetap saja, ketambahan berat badan Ambon bikin tim jalan sempoyongan.

Tak hanya sampai di situ saja… Ambon sudah masuk kandang transit… lalu? Yuk gotong lagi berat kandang transit plus berat badan Ambon… kali ini harus berempat. Semangat… semangat!!! Di bawah dermaga, perahu ‘Way Back Home’ hasil dari kepedulian Orangufriends sudah menanti. Perahu ini mengantarkan Ambon merasakan rumah barunya.

Sesampai di pulau orangutan… angkat kandang transit lagi. Ambon masih tidur, walau mulai terlihat gerakan-gerakan menuju kesadaran. Saat semua sudah bersiap untuk menjauh, kandang secara perlahan dibuka… Ambon!!! Ya, Ambon berlari ke hutan… bersembunyi? Mengamati kami tepatnya. Kami pun memutuskan menjauh darinya… lama sekali hingga akhirnya kani bisa mendapatkan foto ini. Ambon menginjakkan kaki di rumput… di tanah tanpa manusia!

PENARIKAN LECI DAN UNTUNG DARI PULAU ORANGUTAN

Jalan untuk pulang ke rumah di mulai. Leci dan Untung mulai dipindahkan dari pulau orangutan ke kandang karantina. Berpacu dengan waktu, saat bius mulai mempengaruhi kesadaran kedua orangutan yang sudah tak jinak lagi. Tik tok tik tok… angkat dan masukkan ke kandang lalu naikkan ke perahu… menyeberangi sungai Kelay, Berau, Kalimantan Timur.

Tak kalah gesitnya, tim medis di seberang pulau bersiap untuk mengambil sample darah untuk selanjutnya dilakukan pemeriksaan kesehatan. Membawa orangutan di dalam kandang yang cukup berat tentu saja menguras tenaga. “Tapi kami harus bergerak cepat, bius tak bisa bertahan lama. Membawa kedua orangutan ke kandang karantina benar-benar menguras tenaga.”, ujar Danel Jemy.

“Iya taruh di alas itu. Yuk siap mencatat ya… jumlah gigi, lingkar perut, panjang tangan, kaki, tulang belakang dan saatnya mengambil darah.”, demikian instruksi drh. Flora Felistitas. 28 Februari 2018 adalah hari kedua pemindahan orangutan dari pulau ke kandang karantina untuk pemeriksaan kesehatan sebelum dilepasliarkan kembali ke habitatnya.

Bantu COP Borneo untuk mengembalikan orangutan ke habitatnya lewat https://kitabisa.com/orangindo4orangutan Kita orang Indonesia bisa untuk orangutan Indonesia.

DEBBIE PUN AKAN PINDAH KE PULAU

O iya… kebahagiaan kami tak hanya untuk Ambon. Tapi juga untuk si cantik Debbie. Debbie, orangutan yang hampir tiga tahun di kandang karantina karena menunggu pulau orangutan siap dihuni, akan juga pindah ke sana.

Debbie adalah orangutan betina dewasa yang berasal dari Kebun Raya Samarinda. Perkenalan COP dengannya di awal 2010 menjadikan PR (pekerjaan rumah) tersendiri bagi kami. “Prihatin dengan kondisinya. Seperti tak ada semangatnya lagi.”, begitu kata Daniek Hendarto, manajer program Ex-Situ COP.

April 2015, Debbie akhirnya dipindahkan ke COP Borneo. Di dalam kandang karantina, Debbie menghabiskan hari-harinya. Walau ukuran kandangnya lebih kecil dibandingkan kandang sebelumnya di KRUS. “Lega, akhirnya Debbie bisa menikmati kandangnya sendiri, tanpa berbagi dengan Ambon.”, ujar Daniek lagi.

Penantiannya akhirnya berbuah manis. Walaupun dia harus menjadi lebih waspada dengan orangutan Ambon. Tepat di tahun ke-11 Centre for Orangutan Protection mengabdi pada orangutan, Debbie keluar dari kandangnya. “Rumput pertama yang diinjaknya dalam 20 tahun ini adalah masa-masa yang paling mengharukan bagi kami. Setiap kali melihatnya berada di kandang karantina membuat kami sedih karena ruang geraknya menjadi sangat terbatas. Tapi kini… ini adalah masa paling indah bagi kami.”, ujar Wety Rupiana, baby sitter orangutan di COP Borneo.

Bagaimana Debbie menjalani hari-hari nya di pulau orangutan? Bantu kami terus memonitornya ya. Kamu bisa ikut membantu proses ini lewat https://kitabisa.com/orangindo4orangutan
(Foto adalah saat Debbie berada di KRUS 2010)

Page 22 of 209« First...10...2021222324...304050...Last »