KOLA DISAMBUT BAIK DI BERAU

Puluhan anak-anak dan beberapa komunitas mahasiswa pecinta alam di Berau dengan membawa tulisan “Welcom Home Cola” menyambut kedatangan pesawat Sriwijaya pada Sabtu sore, 21 Desember 2019 di bandara Kalimarau, Berau, Kalimantan Timur. Kedatangan pesawat tersebut membawa satu individu orangutan bernama Kola yang merupakan repatriasi dari Kerajaan Thailand kepada Pemerintah Indonesia.

Pemulangan Kola dilakukan oleh Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yaitu BKSDA Kalimantan Timur, bapak Sunandar Trigunajasa bersama kepala BKSDA SKW I, bapak Dheny Mardiono. Penyambutan kedatangan Kola dihadiri bupati kabupaten Berau, bapak Muharram dan wakilnya Agus Tamtomo serta jajaran pemerintahan kabupaten Berau.

“Kabupaten Berau mendapatkan kepercayaan yang luar biasa dengan pengembalian orangutan Kola dan inisiasi dari teman-teman BKSDA Kalimantan Timur.”, ujar Agus Tamtomo ketika setelah melepaskan tim yang membawa orangutan Kola ke pusat rehabilitasi orangutan COP Borneo.

Pengembalian orangutan Kola dari Thailand oleh KLHK merupakan salah satu langkah yang terus dilakukan selama beberapa tahun terakhir ini untuk satwa langka yang masih berada di luar Indonesia. BKSDA Kalimantan Timur sangat mendukung pusat rehabilitasi yang dikelola oleh Centre for Orangutan Protection di KHDTK Labanan, terutama untuk proses rehabilitasi orangutan. (DAN)

MARY FLU

Sebulan terakhir ini, Mary terlihat bersin. Pilek benar-benar membuatnya sulit bersaing mendapatkan makanan di pagi hari dari perawat satwa. Tentu saja, karena Mary menjadi sedikit lebih lambat dalam menghabiskan makanan paginya sebelum berangkat ke sekolah hutan. Makanannya sering direbut Bonti bahkan Jojo. Kebiasaannya untuk menghabiskan makanan di atas juga penyebabnya. 

Usia Mary saat ini masih dua tahun. Tubuh kecilnya terlihat sangat lincah. Mengambil makanan yang diberikan perawat satwa dan langsung naik ke atas hammock untuk menghabiskan makanannya. Untunglah, perawat satwa mengingat siapa saja yang belum mendapatkan bagian buahnya. Mary pun dipanggil lagi untuk mengambil buah sirsak bagiannya. “Mary…”. Dan Mary pun turun untuk mengambil bagiannya.

Khusus untuknya, ada ‘bolus’. Bolus adalah bulatan obat yang telah dicampur dengan makan bayi dan madu. Pemberian bolus sesekali mengalami kesulitan karena Mary terlihat bosan. Di dalam bolus terdapat campuran obat flu dan vitamin. Kadang dia pun tersedak karena bolus cukup besar dan dia langsung menelannya. Semoga pileknya cepat sembuh ya, walaupun hujan terus menerus turun di saat sore hari di Pusat Rehabilitasi Orangutan COP Borneo, Berau, Kalimantan Timur.

BERANI DAN ANNIE BERKELAHI DI SEKOLAH HUTAN

Bukan anak-anak kalau tidak pernah berkelahi dengan temannya. Begitu pula dengan siswa sekolah hutan Pusat Rehabilitasi Orangutan COP Borneo, Berau, Kalimantan Timur. Kedua orangutan ini adalah siswa yang tak seharusnya berada di sekolah hutan yang sama. Keduanya adalah jantan yang seumuran. Keduanya juga masih suka berada di lantai hutan. Kemalasan keduanya pun sama, tak akan bertahan lama di atas pohon. Lalu apa jadinya jika keduanya satu kelas?

Pagi ini, Berani dan Annie berangkat ke sekolah hutan. Sejak di keluarkan dari kandang, keduanya sudah saling ingin menyentuh. Bahkan untuk membawa keduanya ke sekolah hutan sudah mulai merepotkan. Tubuhnya yang tak ringan lagi membuat para perawat satwa kehabisan nafas. Lalu…

Keduanya mulai turun dari gendongan perawat satwa. tak ada keinginan untuk langsung memanjat pohon. Baik Annie maupun Berani saling mendekat dan mulai saling dorong, berguling di lantai hutan, mencoba manjat lalu ditarik lagi, begitu terus… 

Para perawat satwa pun mulai melerai. Tak jarang, gigitan akhirnya mendarat di tangan maupun kaki perawat satwa. Hingga akhirnya, keduanya dibiarkan terus bergumul hingga capek. Jeritan Annie lebih sering terdengar. Annie pun lebih sering tersudut. Berani memang lebih berani jika melawan Annie. Tapi ya itu… di lantai hutan. 

 

Page 22 of 318« First...10...2021222324...304050...Last »