MARY UNDERWENT MEDICAL EXAMINATION

On February 19, 2019, the medical team conducted a health check on newly rescued orangutans from Longgie, Berau, East Kalimantan. This small orangutan only weighs 6 kg. She is only 1-2 years old, seen from the number of her teeth which is 20.

Mary, is a wild orangutan. Her movement, which always wanted to climb the clinic enclosure and how she treated leaves and twigs given by the caregiver, made the medical team more alert. In fact, Mary immediately piled leaves and twigs like making nests.

The rescue process for Mary was not easy. The team approached the caretaker several times to avoid unwanted rejection. “Thank God, after being given an explanation, the keeper was willing to give Mary. According to the keeper Mary had been kept since last November 2018. It’s still quite new.”, said vet Flora optimistically.

The results of blood tests will be known in the near future. Hopefully, the results will be good and Mary can immediately join other small orangutans in the forest school class. We need your support to take care of Mary, donate through

MARY MENJALANI PEMERIKSAAN KESEHATAN
19 Pebruari 2019, tim medis melakukan pemeriksaan kesehatan pada orangutan yang baru diselamatkan dari Longgie, Berau, Kalimantan Timur. Orangutan kecil ini hanya memiliki berat badan 6 kg. Usianya pun baru 1-2 tahun yang diperlihatkan dari jumlah giginya yaitu 20 gigi.

Mary, adalah orangutan yang cukup liar. Gerakannya yang selalu ingin memanjat kandang klinik dan perlakuannya pada daun dan ranting yang diberikan pengasuhnya membuat tim medis lebih waspada. Bahkan, Mary langsung menumpuk daun dan ranting seperti membuat sarang.

Penyelamatan Mary sendiri bukanlah hal yang mudah. Tim beberapa kali mendekati pemelihara agar tidak terjadi penolakan yang tidak diinginkan. “Syukurlah, setelah diberi penjelasan akhirnya pemelihara bersedia menyerahkan Mary. Mary sendiri dipelihara sejak November 2018 yang lalu menurut pengakuannya. Masih cukup baru.”, ujar drh. Flora dengan optimis.

Hasil pemeriksaan darah akan diketahui sekitar dalam waktu dekat ini. Semoga saja, hasilnya baik dan Mary bisa segera bergabung dengan orangutan kecil lainnya di kelas sekolah hutan. Kami membutuhkan dukungan kamu untuk merawat Mary, donasi yuk lewat https://www.kitabisa.com/orangindo4orangutan

MARY ESCAPED!

Mary is an orangutan who just recently entered the Borneo COP orangutan rehabilitation center on February 12, 2019. Her small body doesn’t mean she can’t do anything. With her small body, Mary became so agile.

Agility that combined with courage. Where there is an opportunity to be free, she will take it. Getting out of the cage and being in a wide place to reach trees and hang seems like her dream. Maybe that’s what she always planned to do if the cage door was opened.

This morning was no exception. The health team prepared for the Orangutan Posyandu program, where small orangutans were measured and weighed and evaluated for their health. Of course Mary couldn’t be grouped with the others. She still needed to wait for the results from the laboratory about her health. Mary was in the last queue.

While waiting for a call, Mary was invited to the enclosure created by Angel’s orangutan volunteer team from Australia in 2016. Mary used this opportunity to run away and climb trees. The caregivers were made panic, running here and there. Milk and fruit to persuade her to come down were not heeded. Mary didn’t want to come down. Finally … Mary was picked up by force. One of the animal keepers was had to climb the tree and carry her down. (EBO)

MARY KABUR
Orangutan Mary adalah orangutan yang baru masuk ke pusat rehabilitasi orangutan COP Borneo pada 12 Pebruari 2019 yang lalu. Tubuhnya yang kecil bukan berarti dia tidak bisa apa-apa loh. Dengan tubuhnya yang kecil, Mary menjadi begitu lincah.

Kelincahannya juga disertai dengan nyalinya yang cukup besar. Dimana ada kesempatan untuk bebas, dia pasti memanfaatkannya. Keluar dari kandang dan berada di tempat yang luas untuk meraih pohon dan bergelantungan sepertinya mimpinya. Mungkin itu yang selalu direncanakannya jika pintu kandang dibuka.

Tak terkecuali pagi ini. Tim kesehatan bersiap untuk program Posyandu Orangutan, dimana orangutan-orangutan kecil diukur dan ditimbang lalu dievaluasi kesehatannya. Tentu saja Mary belum bisa digabungkan dengan yang lainnya. Dia masih menunggu hasil dari laboratorium tentang kesehatannya. Mary berada pada antrian terakhir.

Sambil menunggu panggilan, Mary diajak ke enclosure yang dibuat tim relawan orangutan Angel dari Australia tahun 2016 yang lalu. Kesempatan ini pun dimanfaatkan Mary untuk kabur dan memanjat pohon. Para pengasuh dibuat heboh, berlari kesana kemari. Susu dan buah untuk membujuknya turun pun tak diindahkannya. Mary tidak mau turun. Akhirnya… Mary dijemput paksa, salah satu animal keeper pun terpaksa manjat pohon dan menggendongnya turun.

SCHOOL VISIT TO SMAN 1 BANGUNTAPAN

A month has passed since the COP School Batch 9. Campus activities are busy, but it does not mean neglecting assignments, visits to schools. Alfikri, Aulia, Elsa, Wulan and Wildan together with DigiYouth #BhayPlastik and Gajahwong School shared their knowledge to SMAN 1 Banguntapan, Ngentak, Bantul, Yogyakarta. “Oops … back to school? Yes, but not in hisghscool uniform anymore. In the past I was in high school uniform but this time I came to share about orangutans.”, Alfikri said.

There were 53 students who had gathered in the school hall. Ms. Nurul Supriyanti who represented the Head of SMAN 1 Banguntapan appreciated this ‘school visit’ activity because it can enrich students’ knowledge. Wulan (COP School Batch 9) continued the session with information on animal welfare that can be assessed from animal stereotypic behavior. Furthermore, to avoid these behavioral aberrations, animals must be given enrichment.

Students were also invited to play the Kahoot! Game. There were nine questions about the material presented earlier. Who are the orangutans, what are the threats, and the results 68.06% of the questions are answered correctly. “Not bad …a two hour-session mixed with plastic hazard information, the insistent information can be digested by the students of SMAN 1 Banguntapan.”, Said Wulan relieved, after the school visit was over.

For those who want to be visited by the COP, please contact info@orangutanprotection.com or leave a message on COP’s social media directly. (EBO)

SCHOOL VISIT KE SMAN 1 BANGUNTAPAN

Sebulan sudah COP School Batch 9 berlalu. Aktivitas kampus juga padat-padatnya. Tapi tak berarti abai pada tugas, kunjungan ke sekolah-sekolah. Alfikri, Aulia, Elsa, Wulan dan Wildan bersama DigiYouth #BhayPlastik dan Sekolah Gajahwong berbagi pengetahuan ke SMAN 1 Banguntapan, Ngentak, Bantul, Yogyakarta. “Ups… balik lagi ke sekolah? Iya, tapi tidak dengan seragam sekolah lagi. Kalau dulu aku yang berseragam SMA kali ini aku datang untuk berbagi tentang orangutan.”, ujar Alfikri.

Ada 53 murid yang sudah berkumpul di aula sekolah. Ibu Nurul Supriyanti yang mewakili Kepala SMAN 1 Banguntapan mengapresiasi kegiatan ’school visit’ ini karena dapat menambah pengetahuan. Wulan (COP School Batch 9) melanjutkan informasi tentang kesejahteraan satwa yang bisa dinilai dari stereotypic behavior satwa. Selanjutnya untuk menghindari penyimpangan prilaku tersebut, satwa harus diberi ‘enrichment’.

Tak lupa, murid-murid diajak bermain game Kahoot!. Ada sembilan pertanyaan tentang materi yang disampaikan tadi. Siapakah orangutan, apa saja ancamannya dan hasilnya 68,06% pertanyaan dijawab dengan benar. “Not bad lah… dua jam penuh bercampur dengan informasi bahaya plastik, informasi yang bertubi-tubi tersebut bisa dicerna adik-adik SMAN 1 Banguntapan.”, kata Wulan lega, setelah school visit usai.

Untuk yang sekolahnya mau dikunjungi COP langsung hubungi info@orangutanprotection.com atau bisa langsung tinggalkan pesan di media sosial COP.

Page 22 of 283« First...10...2021222324...304050...Last »