FOREST WAR BEGINS

The first days of our trips were tragic. We arrived at Muara Wahau, witnessed how orangutans were displaced by the opening of palm oil plantations.

We found 9 orangutans, 2 of them are infants, trapped in a fragmented forests. We also found a lot of uprooted young palm trees, eaten by the orangutans. It’s only a matter of time until they die of starvation or killed on the sly.

Ironically, they all have scientific and legal documents which confirmed that there was nothing wrong with their plantations. Ironically, they all have a nature conservation programs with governments, universities and NGOs. This further reinforces our determination to embarrass them all in order to stop all this organized crime.

Forest war has begun. APE Crusader has returned. Stay updated of our latest news, share and disseminate. Don’t forget to leave a comment to get them insulted.

 

PERANG HUTAN DIMULAI

Hari – hari pertama perjalanan kami sangat menyedihkan. Kami tiba di Muara Wahau, menyaksikan bagaimana orangutan tergusur oleh pembukaan perkebunan kelapa sawit.

Kami menemukan 9 orangutan, 2 diantaranya bayi, terjebak dalam hutan – hutan yang terfrgamentasi. Kami menemukan banyak sekali pohon sawit muda yang tercabut, dimakan tunasnya oleh orangutan. Ini hanya soal waktu bagaimana mereka mati kelaparan atau dibunuh diam – diam.

Ironisnya, mereka semua memiliki dokumen ilmiah dan dokumen legal yang mengkonfirmasikan bahwa tidak ada yang salah dengan perkebunan mereka. Ironisnya, mereka semua memiliki program konservasi alam bersama dengan pemerintah, universitas dan LSM. Ini semakin menguatkan tekad kami untuk mempermalukan mereka semua guna menghentikan semua kejahatan yang terorganisir ini.

Perang hutan telah dimulai. APE Crusader telah kembali. Pantau terus berita terbaru dari kami, bagikan dan sebarluaskan. Jangan lupa membuat komentar agar telinga mereka semakin panas.

COP WILL GROW STRONGER, NOW!

We are aware that the challenge to nature conservation is becoming even greater. Crimes against orangutans and their habitat continue to increase. Inevitably, we must adapt to deal with it. If not, or too late, then Orangutans’ lives are at stake. COP introduces Ramadhani as the new Managing Director. This former captain of APE Crusader has a long track-record in the field, since he joined COP as a photographer in 2010. He was the man behind the immurements of orangutan-killers and he also has successfully built the 5th orangutan rescue center in Indonesia. Ramadhani will run the COP’s daily operation. And where is then Ken Hardi going? He stays as the Principal. Now, he will focus his intention in raising public support and developing the organization, including supervising the Animals.ID and Geopix Asia.

We believe, COP will grow stronger, counterbalancing the power of the forest criminals. Who fears?

 

Kami menyadari bahwa tantangan kerja konservasi alam semakin besar di tahun – tahun mendatang. Kejahatan terhadap ORANGUTAN dam habitatnya semakin canggih saja. Mau tidak mau, kami harus beradaptasi untuk menghadapinya. Jika tidak, atau terlambat, maka nyawa ORANGUTAN adalah taruhannya. Bersama ini COP memperkenalkan Ramadhani sebagai Direktur Pelaksana. Mantan Kapten APE Crusader ini memiliki jam terbang yang lumayan panjang di lapangan, dimulai sebagai fotografer di tahun 2010. Dia adalah pria di balik penjeblosan para pembunuh ORANGUTAN ke penjara dan dia berhasil membangun pusat penyelamatan ORANGUTAN yang ke 5 di Indonesia. Ramdhani akan menjalankan operasional COP sehari – hari. Lalu ke manakah Ken Hardi? Dia tetap sebagai Prinsipal. Kini, dia akan memfokuskan diri ke pengerahan dukungan publik dan pengembangan organisasi, termasuk mensupervisi anak organisasi seperti Animals.ID dan Geopix Asia.
Kami percaya, grup konservasi COP akan tumbuh semakin kuat, mengimbangi kekuatan para penjahat hutan. Siapa takut?

Page 210 of 242« First...102030...208209210211212...220230240...Last »