APE CRUSADER EVACUATED A BEKANTAN

Villagers in Sampit found a long-nosed monkey drifted away in Mentaya River, Sampit, Central Borneo. Bekantan (Nasalis larvatus) is a long-nosed monkey which in Bahasa Indonesia sometimes called ‘dutch monkey’. Bekantan lives in a group which consists of one adult male and several adult females with their children. APE Crusader helped BKSDA and Manggala Agni to evacuate the bekantan. “This is a prompt evacuation, because people are starting to come to see it on this narrow pier.” Stated Muriansyah, BKSDA Sampit.

Bekantan also a kind of primate that have a high stress level. “The bekantan looked very weak,” stated Faruq, one of the COP rapid response team, APE Crusader. Next, the bekantan will be relocated to safer place.

Wildlife capturing and losing their habitat had put bekantan in endangered list in IUCN Red List and listed in CITES Appendix I.

Warga menemukan bekantan hayut di sungai Mentaya, Sampit, Kalimantan Tengah. Bekantan (Nasalis larvatus) adalah monyet berhidung panjang yang sering disebut monyet Belanda. Biasanya Bekantan hidup dalam kelompok yang terdiri dari satu jantan dewasa dengan beberapa betina dewasa bersama anak-anak. APE Crusader membantu BKSDA dan Manggala Agni untuk mengevakuasi bekantan ini. “Ini adalah evakuasi secepat kilat, karena semakin banyak orang yang ingin melihat di atas pelabuhan yang sempit.”, ujar Muriansyah, BKSDA Sampit.

Bekantan juga merupakan primata yang memiliki tingkat stres yang tinggi. “Bekantan terlihat sangat lemah.”, ujar Faruq dari tim gerak cepat COP, APE Crusader. Selanjutnya, Bekantan akan dipindahkan ke tempat yang lebih aman.

Penangkapan liar dan hilangnya habitat bekantan memasukkan bekantan sebagai satwa Terancam Punah di dalam IUCN Red List dan termasuk dalam CITES Appendix I. (YUN)

BEWARE OF SMOKE! LET’S FACE IT TOGETHER

Joint patrol to anticipate forest fire is still on going. Mentaya Seberang area, Seranau, Central Kalimantan is one of the targeted area. Started the trip by motorcycle and then boat ride to cross the river, the objective was to raise awareness of forest fire. The forest area burnt last year have not been recovered. The identification of peat depth was part of the patrol.

APE Crusader participated on socialization when there’s conflict between orangutan and human. BKSDA Sampit, Manggala Agni, Indonesia Police and Indonesia Army collaborate in the forest fire patrol. Scenarios of forest fire points requires identification of rivers in the area and its depth. Local community were encouraged to be actively contributed by not burning down forest to open a field. Forest fire is everyone’s problem.

AWAS ASAP! DIHADAPI BERSAMA

Patroli gabungan untuk mengantisipasi kebakaran terus dilakukan. Daerah Mentaya Seberang, Seranau, Kalimantan Tengah tak luput dari pantauan. Mulai dari naik sepeda motor dan dilanjutkan menyeberang menggunakan perahu untuk meningkatkan kewaspadaan kebakaran. Hutan yang habis terbakar tahun lalu masih belum pulih juga. Pendataan kedalaman gambut menjadi bagian dari patroli awas asap ini.

APE Crusader ikut mensosialisasikan jika terjadi konflik orangutan dengan manusia. BKSDA Sampit, Manggala Agni, Kepolisian maupun TNI jalan bersama dalam patroli. Skenario seandainya muncul titik api menuntut pencatatan titik letak sungai hingga kedalamannya. Masyarakat diminta peran serta aktifnya, untuk tidak melakukan pembakaran lahan. Kebakaran hutan adalah masalah bersama.

ORANGUTAN CARING WEEK

Each year, world conservation organizations especially that focused on orangutan issues, spare 1 week to focus on raising awareness for orangutan. Some events were held, from school visit, charity events, and special events on social media to fill the timeline with orangutan-related topics until it became a trending topic.
The theme raised for 2016 was “Critically Endangered, Critically in Need”. For Center for Orangutan Protection, orangutan was the entry door to save the forest and other wildlife. Orangutan was the umbrella species that protects other co-existent species.
It’s time for you to show you’re caring through KADO (Kampanye, Adopsi, Donasi, Orangufriends), Campaign, Adoption, Donation, or joining Orangufriends. Yes, Center for Orangutan Protection needs you. You can join the campaign and spread how important it is to protect orangutan to you family, relatives, and friends, even you community. You can also adopt virtually the orangutans we help in COP’s rehabilitation center. Or you can donate to our team on the field. Or even you can join orangufriends (COP’s support group) that support the APE Crusader, APE Warrior, APE defender and APE Guardian team. Choose your caring path and send us email through info@orangutanprotection.com

Setiap tahunnya, organisasi konservasi dunia khususnya orangutan meluangkan waktu satu minggu untuk fokus pada penyadartahuan orangutan. Berbagai kegiatan dilakukan mulai dari kunjungan ke sekolah, penggalangan dana, event spesial bahkan memenuhi timeline media sosial dengan kepedulian terhadap orangutan menjadi suatu trend.

Tema yang diangkat tahun 2016 ini adalah “Critically Endangered, Critically in Need”. Bagi Center for Orangutan Protection sendiri, orangutan adalah pintu masuk untuk menyelamatkan hutan dan satwa liar lainnya. Orangutan yang merupakan spesies payung adalah orangutan yang melindungi spesies lainnya yang hidup berdampingan dengannya.

Saatnya kepedulianmu diwujudkan lewat KADO, Kampanye, Adopsi, Donasi maupun menjadi Orangufriends. Ya, Center for Orangutan Protection membutuhkan kamu. Kamu bisa berkampanye ke keluarga, saudara, teman bahkan lingkunganmu, tentang betapa pentingnya orangutan. Kamu juga bisa mengadopsi secara virtual, orangutan yang kamu inginkan yang berada di pusat rehabilitasi COP Borneo. Atau lewat berdonasi untuk mendukung tim COP di lapangan. Bahkan kamu bisa menjadi Orangufriends (kelompok pendukung COP) yang membantu pekerjaan APE Crusader, APE Warrior, APE Defender dan APE Guardian. Pilih jalur kepedulianmu, dan email kami di info@orangutanprotection.com

Page 20 of 101« First...10...1819202122...304050...Last »