MIKI RAN AND DISAPPEARED IN THE DENSE JUNGLE

Since 2011, Miki (the name of a gibbon) had been illegally kept by a resident of Long Beluah, Bulungan, North Kalimantan. During that time Miki never held trees, moved from one tree to another, and even ate his natural diet. Bananas and tomatoes became so familiar to him. Exploring the jungle was a dream that would never be realized.

March 26, 2019, BKSDA Section I East Kalimantan, assisted by the APE Defender COP team took this Bornean Gibbon. “Ten hours of commuting with a hope. What would Miki do when the door to the transport cage is opened? “, Asked vet Satria at Flora Felisitas. “Just wait and see later,” answered Flora.

When the Chief of KSDA Section I, Aganto Seno prepared to go up to the transport cage and open the cage door, there was no sound at all. Slowly the door was lifted. “Gibbons are very agile. Yes, Miki immediately came out and ran… disappeared,” said Pak Seno.

Wild animals live in the forest. Every wildlife has a role. Bornean gibbons are increasingly threatened with extinction with the decreasing forest as their habitat. Bornean Gibbons are typical Borneo animals that is endangered. Bornean gibbons need help from all parties to save them. (EBO)

MIKI PUN BERLARI MENGHILANG DI LEBATNYA HUTAN
Sejak tahun 2011, Miki (nama owa) berada dalam pemeliharaan ilegal seorang warga Long Beluah, Bulungan, Kalimantan Utara. Miki tak pernah lagi memegang pohon, berpindah dari satu pohon ke pohon yang lain, bahkan makan makanan alami lainnya. Pisang dan tomat menjadi begitu akrab dengannya. Menjelajah menjadi mimpi yang tak kan pernah terwujud.

26 Maret 2019, BKSDA Seksi I Kalimantan Timur dengan dibantu tim APE Defender COP mengambil Owa Kalimantan ini. “Sepuluh jam perjalanan pulang pergi menjadi harapan tersendiri. Apa yang akan dilakukan Miki saat pintu kandang angkut dibuka ya?”, tanya drh. Satria pada drh Flora Felisitas. “Lihat saja nanti.”, jawab Flora.

Saat Kepala KSDA Seksi I, Aganto Seno bersiap naik ke kandang angkut untuk membuka pintu kandang, tak ada suara sama sekali. Perlahan pintu diangkat. “Owa sangat lincah, ya Miki langsung keluar dan berlari… menghilang.”, ujar pak Seno.

Satwa liar hidupnya di hutan. Setiap satwa liar memiliki peran. Owa Kalimantan semakin terancam punah dengan semakin berkurangnya hutan sebagai habitatnya. Owa Kalimantan adalah satwa khas Kalimantan yang berstatus genting atau endangered. Owa Kalimantan membutuhkan bantuan semua pihak untuk menyelamatkannya. (NIK)

APE GUARDIAN ARE PREPARED FOR UNYIL AND UNTUNG

The release day for Unyil and Untung orangutans is getting closer. The APE Guardian team is responsible for examining several points to facilitate the release process. Many considerations to determine this location. One of them is the weight of the cage that will be carried to reach that point, besides of course the location is quite safe so that orangutans can survive in their first days and so on.

The character of the orangutan to be released is another determinant. Like Unyil, who loves water and Untung who loves coconut. It’s quite complicated if you have to fulfil all this. The team debated to find best solution.

Pathways, weight of cages, availability of natural food and location security are finally priorities that cannot be negotiated. The release team’s physical fitness must also be improved because they must continuously monitor the orangutans after being released. Team logistics must also be considered.
So, releasing orangutans is not only the work of one person, not the work of one institution. The release of orangutans is a joint work for Indonesian orangutans.(EBO)

APE GUARDIAN BERSIAP UNTUK UNYIL DAN UNTUNG
Hari pelepasliaran orangutan Unyil dan Untung semakin dekat. Tim APE Guardian yang bertanggung jawab mencoba beberapa titik untuk mempermudah proses pelepasliaran. Banyak pertimbangan untuk menentukan titik tersebut. Salah satunya, beratnya kandang yang akan dipikul untuk mencapai titik tersebut, selain tentu saja titik cukup aman sehingga orangutan dapat survive dihari-hari pertamanya dan seterusnya.

Karakter orangutan yang akan dilepasliarkan juga menjadi salah satu penentu titik yang akan digunakan. Seperti orangutan Unyil yang sangat menyukai air dan orangutan Untung yang sangat menyukai kelapa. Cukup rumit jika harus memenuhi ini semua. Sampai akhirnya tim pun berdebat.

Jalur, berat kandang, ketersediaan pakan alami dan keamanan lokasi akhirnya menjadi prioritas yang tidak bisa ditawar lagi. Fisik tim pelepasliaran pun harus ditingkatkan karena tim harus terus memonitor orangutan setelah dilepasliarkan. Logistik tim juga harus diperhatikan.

Jadi, melepasliarkan orangutan bukan hanya kerja satu orang, bukan pula kerja satu lembaga. Pelepasliaran orangutan adalah kerja bersama untuk orangutan Indonesia.

ORANGUFRIENDS YOGYA IN KINDERSTATION SCHOOL

This is not April Fools’ Day! This is the challenge to become Orangufriends. How can you talk in front of small children. Yes, how can you convey your knowledge about orangutans in an easy language for children under 6 years. OMG !!!

This morning, Yogyakarta Orangufriends was ready at the Kinderstation School which was founded by Cahaya Bangsa Utama Foundation, located in Maguwoharjo, Yogyakarta. Orangufriends has a myriad of ways to steal children’s attention, one of which is through games. Knowledge about orangutans is also inserted through the activities. Through screening films about wildlife, 90 Kiderstation students were invited to care more about wildlife.

“So … kids, Save the Orangutan from Delete! Yes…” (EBO)

ORANGUFRIENDS YOGYA DI KINDERSTATION SCHOOL
Bukan April Mop! Ini dia tantangan jadi Orangufriends. Bagaimana kamu bisa berbicara di depan anak-anak kecil. Iya, bagaimana kamu bisa menyampaikan pengetahuanmu tentang orangutan dengan bahasa yang mudah untuk anak-anak di bawah 6 tahun. OMG!!!

Pagi ini, Orangufriends Yogyakarta sudah bersiap di Kinderstation School yang didirikan Yayasan Cahaya Bangsa Utama yang terletak di Maguwoharjo, Yogyakarta. Orangufriends punya segudang cara mencuri perhatian anak-anak, salah satunya lewat permainan. Selanjutnya pengetahuan tentang orangutan pun diselipkan. Melalui pemutaran film tentang satwa liar, 90 murid Kiderstation diajak untuk lebih peduli pada satwa liar.

“Jadi… anak-anak, Save the Orangutan from Delete! ya…”

Page 20 of 288« First...10...1819202122...304050...Last »