OKI, SI JANTAN PENYENDIRI

Setiap individu orangutan adalah pribadi yang unik. Mengamati mereka tak cukup sehari atau dua hari lalu mengenalnya. Mengidentifikasi satu orangutan dengan orangutan lainnya bisa dilakukan dengan besar tubuh, lebat tidaknya rambut, warna rambut, wajah, hidung, mata, telinga, mulut atau bagian lainnya yang hanya dimiliki orangutan tersebut.
Lalu, siapakah yang sedang berada di kanopi pohon di pulau orangutan COP Borneo?
OKI. Orangutan Oki adalah orangutan yang suka menyendiri. Memanjat pohon yang tinggi dan mengamati sekelilingnya. Makan pun dilakukannya sendiri. Sehingga saat waktunya meletakkan makanan orangutan, teknisi (orang yang mengurus kebutuhan orangutan di pulau) harus menyisakan makanan untuk Oki. Tak jarang, teknisi juga harus patroli pulau untuk mencari keberadaan Oki.
Oki-kah kandidat orangutan yang akan dilepasliarkan dalam waktu dekat ini? Bagaimana menurutmu?

RAMBO SELAMA EMPAT TAHUN SEPERTI MANUSIA

Orangutan ini ditemukan di semak belukar bekas hutan terbakar tahun 2014 yang lalu, dekat desa Terantang, Kalimantan Tengah. Kaki kanannya terluka. Kebakaran hutan adalah bencana bagi orangutan dan satwa liar lainnya. Mereka kehilangan habitat dan kehidupannya.

Selama empat tahun, orangutan yang bernama Rambo ini dipelihara seperti manusia. Makan nasi dan lauk pauk lainnya. Sambal pedas maupun minuman manis kemasan yang dikonsumsinya karena itulah yang diberikan pemeliharanya. Jauh dari makanan yang seharusnya didapatkannya dari hutan.

Bersama BKSDA pos Sampit, APE Crusader bergerak menyelamatkan orangutan Rambo ini. Rambo diikat di bawah pohon. Tangan dan lehernya dalam kondisi terikat rantai. Luka-luka baru maupun yang sudah mengering terdapat di tangan dan jari-jarinya.

“Bahkan untuk melepas rantainya, kami harus mengguntingnya dengan tang.”, ujar Faruq, kapten APE Crusader Centre for Orangutan Protection.

Pak Muriansyah, komandan Pos BKSDA Sampit memberikan penyuluhan dan penyadartahuan kepada pak Taufik yang memelihara orangutan Rambo. Bahwa orangutan bukanlah satwa peliharaan.

Setelah empat tahun, Rambo akhirnya mendapatkan kesempatan untuk hidup sebagai orangutan. Ini akan menjadi jalan baru yang panjang untuknya. Memperbaiki pola makannya dan mengembalikan insting keliarannya membutuhkan dukungan dari semua pihak. Sebuah kerja bersama yang bukan sesaat.

SAATNYA BERBICARA DI DEPAN KELAS

COP School Batch 7 tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Setiap materi di kelas, harus diaplikasikan di kenyataan. Salah satunya materi edukasi. Kelompok 1 COP School Batch 7 kebagian murid kelas VI SD Negeri Kepek Pengasih, Kulon Progo, Yogyakarta. Untuk kelas VI, materi di kelas menggunakan laptop dan proyektor, dengan materi lebih serius. Serius tapi santai.

Tanya jawab adalah bagian dari edukasi COP. Berani bertanya, menyampaikan pendapat bagi siswa SD tentunya jadi indikator keberhasilan. Sebagai pemateri, kita harus siap dengan pertanyaan yang mudah sampai yang paling sulit. Penggunaan bahasa yang mudah dimengerti sesuai usia jangan dianggap sepele.

Saatnya berbicara di depan kelas. “Ternyata tak mudah ya jadi guru. Apalagi murid kelas VI. Tapi menyenangkan….”, ujar Nova. Menarikkah materi di dalam kelas? Atau lebih menyenangkankah aktivitas di luar kelas. Semua itu tergantung kemampuan kita menguasai kelas. Jangan lupa berikan senyum.

Edukasi adalah hal penting dalam dunia konservasi. Dua puluh tahun ke depan, merekalah generasi penerus dunia konservasi Indonesia. Semangat kita menyelamatkan satwa liar adalah masa depan mereka untuk satwa liar. (Kelompok1_COPSCHOOL7)

Page 20 of 134« First...10...1819202122...304050...Last »