MARY DI HARI PERTAMA KELAS SEKOLAH HUTAN

Pagi ini cukup cerah memulai kelas sekolah hutan. Pintu-pintu kandang dibuka. Orangutan-orangutan kecil dengan lincah keluar dari kandang, ada yang langsung berada di gendongan animal keeper, ada yang menunggu di bawah dan ada yang tak sabar menarik tangan animal keeper dan mulai berjalan masuk ke hutan.

Hari ini menjadi begitu istimewa. Mary akan masuk kelas sekolah hutan untuk pertama kalinya. Mary langsung dikelilingi orangutan-orangutan lainnya. Annie, Happi, Jojo, Owi, Bonti dan Popi mendekati Mary. Mereka mengendus dan… memeriksa kemaluan Mary. Sepertinya mereka memeriksa, Mary betina atau jantan. “Ya ampun!!!”

Annie menarik rambutnya, menekan dan menggulingkan Mary. Masih ingat saat Annie pertama kali masuk kelas sekolah hutan? Annie mendapatkan pukulan keras? Kalau Mary… setiap orangutan sibuk memeriksa bagian bawah tubuhnya.

Matahari tepat di atas kepala, Mary memanjat pohon melalui akar-akar yang bergelantungan. Dia berpindah dari satu pohon ke pohon yang lain. Mary terlihat sudah pandai memanjat dan menjelajah. Mungkin kemampuan ini, ia dapatkan dari induknya sewaktu bersama.”, ujar Jhonny, kordinator animal keeper COP Borneo. (Jhonny_CB)

74 PELURU: INI KEJAHATAN TERHADAP ORANGUTAN

agi ini, Centre for Orangutan Protection melaporkan orangutan dalam kondisi terluka dengan 74 peluru senapan angin ke Direktorat Tipidter Bareskrim Polri, Jakarta. “Ini adalah kejahatan serius, mohon pihak kepolisian segera mengusut tuntas pelaku penembakan orangutan tersebut.”, ujar Hery Susanto, kordinator Anti Wildlife Crime COP.

Orangutan betina yang terluka tersebut diberi nama Hope. Hope terpaksa kehilangan anaknya karena kondisi anak orangutan tersebut yang sangat lemah dan mal nutrisi. Sementara kedua mata Hope buta akibat peluru senapan angin yang bersarang di kedua matanya.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990, pasal 21 ayat 2 poin (a): “Setiap orang dilarang untuk menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup.”. Dengan ini COP menyampaikan laporan tindak pidana pada Orangutan Sumatera (Pongo abelii) yang terjadi di desa Bunga Tanjung, Kecamatan Sultan Daulat, Subulussalam, Aceh.

COP juga menyampaikan siap untuk memberikan bantuan teknis dalam penyelidikan kasus ini.

KATA JHONNY TENTANG JOJO

Jojo adalah orangutan betina berumur 2 tahun. Orangutan Jojo dengan rambutnya yang lebat, lurus dan panjang ini memiliki ekspresi wajah yang sedih dan datar. Orangutan Jojo berasal dari kampung Rantau Pulung dan merupakan sitaan BKSDA dan dititipkan ke COP Borneo, pusat rehabilitasi orangutan di Berau, Kalimantan Timur.

Jojo ditempatkan dalam kandang 3×3 meter dan tinggi 6 meter. Dia terlihat sangat gembira ketika animal keeper memberikat berbagai macam buah-buahan seperti semangka, jagung, tomat, nanas, pisang dan tak lupa juga segelas susu. Tak menunggu lama, Jojo langsung menikmati buah-buahan tersebut hingga habis.

Jojo adalah orangutan yang dipelihara warga secara ilegal. Sejak itu pula, Jojo tak pernah makan buah dan sesekali minum susu. Hidup di dalam kandang 50 x 50 x 50 cm bahkan untuk berdiri dalam kandang pun tak bisa. Tapi itu dulu.

Kini Jojo menjalani hidupnya yang baru, bertemu teman baru, berada di tempat yang baru dan bergabung dalam sekolah hutan. Sekolah di pusat rehabilitasi yang melatih cara hidup orangutan dengan caranya sendiri. Jojo hanya perlu beradaptasi dengan alam sekitar, dengan memanjat, menjelajah di atas kanopi pohon, mencari buah hutan, memakan kulit pohon dan belajar membuat sarang di atas pohon.

Jhonny adalah animal keeper yang ikut menyelamatkan Jojo. Ingatan tentang Jojo masih sangat membekas. Melihat Jojo yang sekarang membuatnya semakin bersemangat. Jojo bahkan tidak pernah menghindar dari kelas sekolah hutan. Bahkan sering mencuri kesempatan untuk selalu ikut ke sekolah hutan. Beri semangat untuk Jojo yuk melalui https://www.kitabisa.com/orangindo4orangutan (Jhonny_CB)

Page 2 of 26612345...102030...Last »