ORANGUTAN KUNTHI BACK HOME

Kunthi have a tremendous spirit to recover. After being intensively nursed, this estimated 29 years old male orangutan is considered ready to be released back. Physical defects in the eyes and teeth did not become a hindrance for the translocation because Kunthi are already familiar with the condition. Nature provides everything for Kunthi to heal himself.

Kunthi was rescued by BOSF on March 8, 2000 from the village Menamang and was translocated to the Forest Meratus 5 days later. At the time Kunthi was about 13 years old. Deforestation caused by palm oil plantations has narrowed the motion and reduced the availability of fodder. This situation forced Kunthi to forage in the countryside. The society regard him as a pest, and then the tragedy happened: Kunthi was arrested, beaten and tied up.

Kunthi is the latest illustration of the impact of the lack of government’s commitment to secure the region into wildlife habitat. The road is still long for Kunthi and thousands of other orangutans displaced from their habitat. They all need your help.

#‎saveorangutan #‎waybackhome #‎orangutanrelease #‎APEDefender #‎APECrusader

Kunthi memiliki semangat yang luar biasa untuk pulih. Setelah dirawat secara intensif, orangutan jantan yang diperkirakan berusia 29 tahun ini dinilai telah siap untuk dilepasliarkan kembali. Cacat fisik pada mata dan gigi tidak menjadi halangan untuk dilakukannya translokasi karena merupakan luka lama dan Kunthi sudah terbiasa dengan kondisi fisik tersebut. Alam menyediakan segalanya bagi Kunthi untuk menyembuhkan diri.

Kunthi pernah diselamatkan Yayasan BOS pada tanggal 8 Maret 2000 dari desa Menamang dan ditranslokasikan ke Hutan Meratus 5 hari kemudian. Saat itu Kunthi diperkirakan berusia 13 tahun. Pembabatan hutan untuk dijadikan perkebunan kelapa sawit telah mempersempit ruang geraknya dan mengurangi ketersediaan pakan. Situasi ini memaksa Kunthi untuk mencari makan di pedesaan. Masyarakat menganggapnya sebagai hama dan lalu terjadilah tragedi itu: Kunthi ditangkap, dipukuli dan diikat.

Kunthi adalah gambaran terkini mengenai dampak dari minimnya komitmen pemerintah untuk mengamankan kawasan yang menjadi habitat satwa liar. Jalan masih panjang bagi Kunthi dan ribuan orangutan lainnya yang tergusur dari habitatnya. Mereka semua membutuhkan bantuan Anda.

COP SCHOOL BATCH #6 DIBUKA

COP School adalah kegiatan tahunan yang dirancang untuk mencetak generasi muda dengan kepedulian terhadap lingkungan dan satwa liar. Siswa COP School akan belajar langsung dengan praktisi konservasi, mendapatkan berbagai materi konservasi orangutan dan lingkungan di Indonesia.

GOOD NEWS BIG MALE KUNTHI

We have good news today. The big male, #‎orangutanKunthi makes it well. He is very tough man. He eat alot an work hard to heal cure himself by licking the wounds.

We put his fruits in the top of cage to check whether he can raise it or not. He did it well. He can climb!

Sorry for the pictures as they are not good enough. A bit difficult to have good one as an normal wild orangutan, he still very shy to camera.

Now we are preparing the release back to wild for tomorrow. Big forest provide everything to cure him and he now excactly how to do.
Stay tune for lastest updates.

#‎forestwars #‎conflictpalmoil #‎apecrusader

Kami punya berita gembira hari ini. Si pria besar Kunthi telah menjalaninya dengan baik. Dia adalah pria yang tangguh. Makan banyak dan berusaha mengobati dirinya sendiri dengan menjilati lukanya.

Kami menaruh makannya di atas kandang untuk menilai apakah dia bisa mengambilnya. Dia BISA! Ini artinya dia bisa memanjat.

Maaf fotonya kurang bagus karena dia, selayaknya #‎orangutanliar masih malu dengan kamera.

Saat ini kami sedang mempersiapkan pelepasliarannya kembali, besok. hutan yang luas menyediakan apapun untuk penyembuhannya dan dia tahu persis bagaimana melakukannya. ikuti terus perkembangannya.

Page 196 of 231« First...102030...194195196197198...210220230...Last »