AMIR MENYUKAI ORANGUTAN OWI

Sejak pertama kali Amir, perawat satwa di Pusat Rehabilitasi Orangutan COP Borneo bertugas di sekolah hutan, Amir bertanggung jawab mengawasi Owi. Owi si tukang gigit terutama pada orang yang baru dikenalnya, menjadi begitu manisnya saat digendong Amir. 

“Owi itu paling suka digendong di ketiak kananku.”, kata Amir dengan senangnya. Owi menjadi orangutan yang sangat patuh jika bersama Amir. Owi juga akan patuh saat disuruh naik ke atas pohon dan menghabiskan waktunya di atas pohon. 

Owi juga akan segera turun saat Amir memanggilnya. Lalu kenapa Owi menggigit semua relawan yang bertugas saat akhir tahun kemarin? “Owh kak Amir… andai kamu ada saat penimbangan mingguan orangutan kemarin, tentu kami tidak sibuk menghindari gigitannya.”, ujar Kiki, relawan dari Semarang yang masih kuliah di Fakutas Hukum, UNDIP.

Owi menjadi orangutan favorit untuk Amir. Warna rambutnya yang terang dan halus membuat Amir jatuh cinta pada Owi. Owi itu cantik begitu katanya lagi. Untuk kamu yang ingin mengadopsi Owi langsung email ke info@orangutanprotection.com

 

SEPTI BERKELILING KANDANG MENANTI PAGI

Hujan deras pagi ini membuat siapapun enggan keluar dari selimutnya. Tapi detik jam tak pernah berhenti sesaat pun, para perawat satwa yang telah selesai libur Natal dan Tahun Baru dengan semangat memotong buah, menimbang dan mencuci nya untuk orangutan-orangutan yang telah menunggunya di kandang. 

Masih ditemani para relawan, membersihkan kandang, menyikat lantai kandang yang mulai berlumut dan saatnya memberi makanan. Septi terlihat di atas dan mulai berkeliling kandang. “Bagus Septi, mungkin kamu kangen sama perawat satwa yang libur ya. Semakin sering bergerak samakin bagus untuk perutmu yang kembung”, ujar Lia, relawan dari Tanggerang yang merupakan alumni COP School Batch 7.

Lalu, apa yang akan dimakan Septi pagi ini ya? Septi memilih pepaya dan kali ini, dia memakannya. “Kemarin dia mengunyah pepaya, tapi dilepehnya, itu si Berani yang kandangnya bersebelahan malah mencuri lepehannya.”, Lia yang merupakan lulusan Psikologi sangat memperhatikan orangutan-orangutan di COP Borneo. “Orangutan pun punya pribadi yang unik.”.

 

MICHELLE, KAMU BISA!

Tahun 2019 yang lalu mungkin tahun yang tidak tepat untuk orangutan Michelle. Michelle yang merupakan satu-satunya kandidat orangutan betina yang akan dilepasliarkan kembali ke habitatnya dan sudah berhasil melalui rangkaian medis untuk bisa dilepasliarkan terpaksa kembali ke kandang karantina setelah melalui tiga bulan hidup di pra-rilis pulau orangutan Pusat Rehabilitasi Orangutan COP Borneo.

Michelle adalah orangutan yang besar di kebun binatang. Perlakuan perawat satwa sebelumnya di kebun binatang terhadapnya mungkin terlalu dimanja. Kebiasaan itu membuatnya kesulitan menjalani hari-hari di pulau orangutan. Pulau orangutan merupakan tahapan akhir orangutan untuk dilepasliarkan kembali ke habitatnya, dimana orangutan dipaksa hidup secara mandiri tanpa campur tangan manusia. 

Perilaku Michelle yang sangat membahayakan dirinya dengan tidur di gresik (daratan terbuka) memaksanya kembali ke kandang karantina. Bulan November dan seterusnya dengan curah hujan yang cukup tinggi, bisa sewaktu-waktu menyapu gresik dimana Michelle sering tidur di malam hari. “Bahaya ini jika Michelle tetap di pulau. Selama tiga bulan itu pula, Michelle tidak pernah terlihat membuat sarang.”, ujar Inoy dengan kawatir.

Dua bulan lebih Michelle kembali ke kandang karantina. Michelle masih tetap memiliki harapan untuk kembali ke habitatnya. Mungkin Michelle akan kembali ke pulau pra-rilis usai Nigel dan Hercules dilepasliarkan dan tentu saja ada orangutan betina lainnya yang menjadi kandidat pelepasliaran juga, agar dia belajar dari orangutan lainnya untuk menjadi liar. 

Page 19 of 318« First...10...1718192021...304050...Last »