ROOM MAKE UP FOR ORANGUTAN

Since the block enclosure was established in 2015 and inhabited by Ambon and Memo, it has never been repainted. Small repairs such as for broken bars or cage floor damage have been carried out periodically. Now, the room make up team will work to improve any defects for the orangutan’s cage.

Limited number of enclosures require continuous planning. When the medical team is ready for their job to check orangutan’s health in this block, the animal keepers prepare for painting, hammock repairs and inspection of the cage. Orangutans prepare to move rooms.

The room make up team who are none other than tireless workers at COP Borneo are ready to sand, paint and make sure the rooms are ready to be occupied. Giving disinfectants is a signal, Ambon the orangutan is welcome to occupy his new room.

“Amazing room make up team!” Hopefully team will always be in good health to able to give new colors to other orangutan rooms. (EBO)

BEDAH KAMAR UNTUK ORANGUTAN

Sejak kandang blok yang dihuni orangutan Ambon dan Memo berdiri di tahun 2015, kadang belum pernah dicat ulang. Perbaikan-perbaikan kecil seperti besi yang putus atau semen lantai kandang yang bolong secara berkala sudah dilakukan. Kini, kehadiran tim bedah kamar orangutan akan bekerja memperbaiki kekurangan yang ada.

Keterbatasan kandang membutuhkan perencanaan yang berkesinambungan. Bagian medis tentu saja siap dengan pekerjaan pemeriksaan kesehatan orangutan di blok ini. Sementara animal keeper bersiap untuk pengecatan, perbaikan hammock dan pemeriksaan kelayakkan kandang. Orangutan bersiap untuk berpindah kamar.

Tim bedah kamar yang tak lain adalah pekerja-pekerja tak kenal lelah di COP Borneo telah siap mengamplas, mengecat dan memastikan kamar siap dihuni. Pemberian disinfektan menjadi isyarat, orangutan Ambon dipersilahkan menempati kamar barunya. 

“Tim bedah kamar yang luar biasa!”. Semoga tim sehat terus agar selalu bisa memberi warna baru di kamar-kamar orangutan lainnya. (FLO)

VISIT TO SCHOOL OF MENTARI CENGKARENG

COP school visits are usually held in the morning. But this time the schedule is 2 pm at Mentari school Cengkareng. Responding the invitation from the school, the COP team attended a sharing session on orangutan on Monday, April 29 2019.

Around 180 7-11 grade students gathered in the mini hall and all participants sat on the floor. They were very enthusiastic about the event. They were amazed by the facts presented, especially the threats faced by orangutans and other wildlife. The role of orangutans as a key species in maintaining the health and sustainability of forests also makes them believe that orangutans should  be in their natural habitat. As a gardener of the forest, they keep the ecosystem balanced. This session lasted 1 hour and a half which was filled with presentations and questions and answers.

After the event, Mr. Haris as the coordinator of the activities from the Mentari School spoke with the COP team that they wanted to hold a performance with an environmental theme, more specifically orangutan. “We now have a picture of where we want to donate,” said Pak Haris. Hopefully this collaboration continues, sir! (EBO)

KUNJUNGAN KE SEKOLAH MENTARI CENGKARENG

School visit COP biasanya dilangsungkan di pagi hari. Namun kali ini jadwalnya jam 2 sore dengan tujuan sekolah Mentari Cengkareng. Menjawab undangan dari pihak sekolah, tim dari COP hadir mengisi sesi sharing tentang orangutan pada hari Senin, 29 April 2019.

Sekitar 180 siswa kelas 7-11 memenuhi ruangan dan semua peserta duduk di lantai. Mereka sangat antusias mengikuti acara. Mereka tampak tercengang dengan fakta-fakta yang disajikan, terutama ancaman yang dihadapi orangutan serta satwa liar lainnya. Peran orangutan sebagai species kunci dan menjaga kesehatan dan keberlangsungan hutan juga membuat mereka yakin bahwa orangutan memang seharusnya tetap ada di alamnya. Sebagai gardener of the forest, mereka menjaga ecosystem tetap seimbang. Sesi ini berlangsung 1 jam setengah yang diisi dengan presentasi dan tanya jawab.

Setelah acara berlangsung, Pak Haris sebagai coordinator kegiatan dari Sekolah Mentari berbicara dengan tim COP bahwa mereka ingin mengadakan pertunjukan yang bertemakan lingkungan, lebih spesifik lagi orangutan. “Kami sekarang sudah punya gambaran ke mana kalau mau donasi,” Kata Pak Haris. Semoga kerjasama ini berlanjut ya Pak! (EBO)

 

AMBON WEIGHS 69 KG NOW

Who owns a body weight of almost 70 kg at the Borneo COP orangutan rehabilitation center? That weight of course does not belong to orangutan children who are attending forest school classes. That’s like an adult’s weight. This must belong to an adult orangutan. Who is he? Or maybe it’s an animal keeper!

His handsome face is often admired by many people. It shows his dignity but unfortunately must end up in a cage. Dreams still continue, taking him to an island, where he can freely climb, choose the foods he wants to eat or explore in limited ways.

All know him as the cool Ambon. His eyes always stared pleasantly. His cheek pad often makes anyone who first approaches him back off. With his big body and long hair, we can feel his dominance from a distance.

Today, Ambon underwent an annual health check. Its weight is recorded again. “With the current weight, Ambon looks more agile. Hopefully Ambon will have the opportunity to return to the orangutan island, “said vet Flora, full of hope. (EBO)

BOBOT AMBON SEKARANG 69 KG

Siapakah pemilik berat badan 70 kg kurang 1 kg di pusat rehabilitasi orangutan COP Borneo? Berat segitu, pastinya bukan milik anak-anak orangutan yang sedang mengikuti kelas sekolah hutan. Itu seperti berat badan seorang dewasa. Ini pasti milik orangutan dewasa. Siapakah dia? Jangan-jangan miliknya animal keeper!

Wajah tampannya sering dikagumi banyak orang. Terlihat sekali wibawanya namun sayang harus berakhir di kandang. Mimpi masih terus berlanjut, membawanya ke sebuah pulau, dimana dia bisa dengan bebas memanjat, memilih makanan yang ingin dimakannya atau menjelajah secara terbatas. 

Semua mengenalnya dengan sebutan si kalem Ambon. Matanya selalu menatap dengan ramah. Checkpadnya sering membuat mundur siapapun yang pertama kali mendekatinya. Apalagi tubuh besar dan rambutnya yang gondrong. Dari jauh terasa dominasinya.

Hari ini, Ambon menjalani pemeriksaan kesehatan tahunan. Beratnya tercatat kembali. “Dengan beratnya yang sekarang, Ambon terlihat lebih lincah. Semoga Ambon berkesempatan kembali ke pulau orangutan.”, ujar drh. Flora penuh harapan. (FLO)

 

Page 18 of 290« First...10...1617181920...304050...Last »