BEWARE OF SMOKE! LET’S FACE IT TOGETHER

Joint patrol to anticipate forest fire is still on going. Mentaya Seberang area, Seranau, Central Kalimantan is one of the targeted area. Started the trip by motorcycle and then boat ride to cross the river, the objective was to raise awareness of forest fire. The forest area burnt last year have not been recovered. The identification of peat depth was part of the patrol.

APE Crusader participated on socialization when there’s conflict between orangutan and human. BKSDA Sampit, Manggala Agni, Indonesia Police and Indonesia Army collaborate in the forest fire patrol. Scenarios of forest fire points requires identification of rivers in the area and its depth. Local community were encouraged to be actively contributed by not burning down forest to open a field. Forest fire is everyone’s problem.

AWAS ASAP! DIHADAPI BERSAMA

Patroli gabungan untuk mengantisipasi kebakaran terus dilakukan. Daerah Mentaya Seberang, Seranau, Kalimantan Tengah tak luput dari pantauan. Mulai dari naik sepeda motor dan dilanjutkan menyeberang menggunakan perahu untuk meningkatkan kewaspadaan kebakaran. Hutan yang habis terbakar tahun lalu masih belum pulih juga. Pendataan kedalaman gambut menjadi bagian dari patroli awas asap ini.

APE Crusader ikut mensosialisasikan jika terjadi konflik orangutan dengan manusia. BKSDA Sampit, Manggala Agni, Kepolisian maupun TNI jalan bersama dalam patroli. Skenario seandainya muncul titik api menuntut pencatatan titik letak sungai hingga kedalamannya. Masyarakat diminta peran serta aktifnya, untuk tidak melakukan pembakaran lahan. Kebakaran hutan adalah masalah bersama.

ORANGUTAN CARING WEEK

Each year, world conservation organizations especially that focused on orangutan issues, spare 1 week to focus on raising awareness for orangutan. Some events were held, from school visit, charity events, and special events on social media to fill the timeline with orangutan-related topics until it became a trending topic.
The theme raised for 2016 was “Critically Endangered, Critically in Need”. For Center for Orangutan Protection, orangutan was the entry door to save the forest and other wildlife. Orangutan was the umbrella species that protects other co-existent species.
It’s time for you to show you’re caring through KADO (Kampanye, Adopsi, Donasi, Orangufriends), Campaign, Adoption, Donation, or joining Orangufriends. Yes, Center for Orangutan Protection needs you. You can join the campaign and spread how important it is to protect orangutan to you family, relatives, and friends, even you community. You can also adopt virtually the orangutans we help in COP’s rehabilitation center. Or you can donate to our team on the field. Or even you can join orangufriends (COP’s support group) that support the APE Crusader, APE Warrior, APE defender and APE Guardian team. Choose your caring path and send us email through info@orangutanprotection.com

Setiap tahunnya, organisasi konservasi dunia khususnya orangutan meluangkan waktu satu minggu untuk fokus pada penyadartahuan orangutan. Berbagai kegiatan dilakukan mulai dari kunjungan ke sekolah, penggalangan dana, event spesial bahkan memenuhi timeline media sosial dengan kepedulian terhadap orangutan menjadi suatu trend.

Tema yang diangkat tahun 2016 ini adalah “Critically Endangered, Critically in Need”. Bagi Center for Orangutan Protection sendiri, orangutan adalah pintu masuk untuk menyelamatkan hutan dan satwa liar lainnya. Orangutan yang merupakan spesies payung adalah orangutan yang melindungi spesies lainnya yang hidup berdampingan dengannya.

Saatnya kepedulianmu diwujudkan lewat KADO, Kampanye, Adopsi, Donasi maupun menjadi Orangufriends. Ya, Center for Orangutan Protection membutuhkan kamu. Kamu bisa berkampanye ke keluarga, saudara, teman bahkan lingkunganmu, tentang betapa pentingnya orangutan. Kamu juga bisa mengadopsi secara virtual, orangutan yang kamu inginkan yang berada di pusat rehabilitasi COP Borneo. Atau lewat berdonasi untuk mendukung tim COP di lapangan. Bahkan kamu bisa menjadi Orangufriends (kelompok pendukung COP) yang membantu pekerjaan APE Crusader, APE Warrior, APE Defender dan APE Guardian. Pilih jalur kepedulianmu, dan email kami di info@orangutanprotection.com

WHAT HAPPENED TO SONIA?

Not even a year old, this baby orangutan has to be put under human’s care. Still in Sampit area, Central Borneo. Parenggean, East Kotawaringin district to be exact. According to the keeper, this baby has been under their care for 6 months. What happened to her mother?

Reports have been received by the APE Crusader, COP’s rapid response team. APE Crusader will work to confirm the reports. This time, it’s so heartbreaking. Another baby orangutan. Almost the entire land of Kotawaringin district now have turned into palm plantation. No forest left for orangutan’s habitat.

Sonia’s arrival on human hands represents 2 to 10 other wild orangutan that was killed. Sonia represents her family. What about the other animals?
APA YANG SUDAH TERJADI SONIA?

Belum juga genap usianya satu tahun. Bayi orangutan ini terpaksa diasuh manusia. Masih di seputaran Sampit, Kalimantan Tengah. Tepatnya Parenggean, kabupaten Kotawaringin Timur. Menurut yang mengasuhnya, bayi ini sudah 6 bulan dirawatnya. Bagaimana dengan ibunya?

Laporan demi laporan diterima APE Crusader, tim gerak cepatnya Center for Orangutan Protection. APE Crusader akan segera mengkonfirmasi laporan tersebut. Kali ini, membuat miris. Bayi orangutan lagi. Hampir seluruh lahan kabupaten Kotawaringin beralihfungsi menjadi perkebunan kelapa sawit. Sementara tak ada lagi hutan sebagai habitat orangutan yang tersisa.

Sampainya Sonia (nama bayi orangutan) ke tangan manusia mewakili 2 sampai 10 orangutan liar lainnya yang mati. Sonia mewakili kerabatnya. Bagaimana dengan satwa liar lainnya?

Page 162 of 242« First...102030...160161162163164...170180190...Last »