TERMITE NEST FOR NIGEL

The sound of broken twigs with leaf twist breaks the silence of COP Borneo forest school. In the sunny afternoon, the baby orangutans play excitedly, showing their ability to climb, moving from one tree to another while tasting the tops of the leaves that can be reached. This is very different from the adult teenage orangutan, who must stay in the cage. When it’s so … when his animal keeper provides enrichment for orangutans who can not join the forest school.

Armed with hoes and machetes, the search for treasure named termite nest starts. The location is not far from the cage. One … two swings hoe immediately found the nest in question. Even the termites went straight out. “Usually in the nest is also a lot of eggs and newly hatched termites. It is a natural food of orangutans that they love very much, “said Danel, animal keeper COP Borneo.

Not all orangutans in the cage understand how to pick up and eat the contents of this termite nest. “Nigel is the most clever. He is also painstaking searching for his eggs in termite nest rooms, “Danel said. While the other orangutans … should be helped by breaking the nest and showing the termite eggs. (LSX)

SARANG RAYAP UNTUK NIGEL
Suara ranting patah dengan guguran daun memecah kesunyian sekolah hutan COP Borneo. Di siang yang begitu cerahnya, para bayi orangutan bermain dengan seru, menunjukkan kebolehan mereka memanjat, berpindah dari satu pohon ke pohon yang lain sembari menyicipi pucuk daun yang bisa diraihnya. Ini berbeda sekali dengan orangutan remaja yang beranjak dewasa, yang harus berdiam di dalam kandang. Kalau sudah begitu… saat nya animal keeper memberikan enrichment untuk orangutan-orangutan yang tidak bisa ikut sekolah hutan.

Berbekal cangkul dan parang, pencarian harta karun bernama sarang rayap pun di mulai. Lokasinya tak jauh dari kandang. Satu… dua kali ayunan cangkul pun langsung menemukan sarang yang dimaksud. Bahkan rayapnya pun langsung keluar. “Biasanya di dalam sarangnya juga banyak telurnya dan rayap yang baru menetas. Itu adalah pakan alami orangutan yang sangat disukai mereka.”, ujar Danel, animal keeper COP Borneo.

Tidak semua orangutan yang berada di kandang mengerti cara mengambil dan memakan isi sarang rayap ini. “Nigel tuh yang paling pinter. Dia juga telaten mencari telur-telurnya di ruang-ruang sarang rayap.”, ujar Danel lagi. Sementara orangutan yang lainnya… harus dibantu dengan memecahkan sarang dan menunjukkan telur rayap. (Danel_COPBorneo).

A HIDEOUT OF THE BEAUTIFUL DEBBIE

According to the history of Ambon and Debbie since 2010 ago, will became an important note to release them both on the island of orangutans. But with our limitations, we are committed to continuing to monitor their development post-displacement.

A week already Ambon and Debbie are on the island of orangutans. The island called the sanctuary of COP Borneo orangutan. Indeed, the Ambon posed a dangerous threat to Debbie. During the day, when Ambon meets with Debbie, Ambon tries to get close and then tries to bite Debbie.

Debbie has a unique way of avoiding Ambon. Maybe hiding is the best way now. Debbie makes hide away on the lower reaches of the island. This hideout is made of grass and weeds. Debbie could spend the day hiding there and going just to eat.

Although Debbie can not make a nest at the end of the tree to avoid Ambon, but he has managed to trick Ambon. Debbie can enjoy her daily life in hiding.

Help Sanctuary for Debbie via

PERSEMBUNYIAN SI CANTIK DEBBIE
Melihat sejarah orangutan Ambon dan Debbie sejak 2010 yang lalu menjadi catatan penting untuk melepaskan mereka berdua di Pulau orangutan. Namun dengan keterbatasan yang ada, kami berkomitmen untuk terus mengawasi perkembangan mereka paska pemindahan.

Seminggu sudah Ambon dan Debbie berada di pulau orangutan, yang disebut sebagai sanctuary orangutan COP Borneo. Benar sekali, orangutan Ambon menjadi ancaman yang berbahaya bagi orangutan Debbie. Siang hari, saat Ambon bertemu dengan Debbie, Ambon berusaha mendekat lalu mencoba untuk menggigit Debbie.

Debbie punya cara unik untuk menghindar dari Ambon. Mungkin bersembunyi adalah cara terbaik saat ini. Debbie membuat persembunyian di hilir pulau. Tempat persembunyian ini terbuat dari rumput-rumput dan ilalang. Debbie bisa seharian bersembunyi di situ dan pergi hanya untuk makan.

Walaupun Debbie belum bisa membuat sarang di ujung pohon untuk menghindari Ambon, tetapi dia sudah berhasil mengelabui Ambon. Debbie bisa menikmati kesehariannya di dalam persembunyiannya tersebut.

Bantu Sanctuary untuk Debbie lewat

SMOKING ORANGUTAN IN BANDUNG ZOO

March 6th 2018. The video of smoking orangutan from cigarette thrown by a zoo visitor adds another mark on the list of poor management of conservation institution. “This situation keeps happening. Still remember about orangutan Tori in Taru Jurug Zoo in Solo? Tori made news from his habit of smoking from cigarettes thrown by visitors,” stated Daniek Hendarto, Ex-Situ Manager for COP.

On mid-2012, Centre for Orangutan Protection supported TSTJ Zoo on transferring Tori to an island, after assessing that his enclosure was exposed to some risk, contact with visitors was one of it. The enclosure gave opportunity for visitors to freely throwing cigarettes into the enclosure.

Since 2012, COP trained the volunteers, also known as Orangufriends, to become interpreters for the zoo. The Orangufriends spent their free time volunteering as guide in front of the orangutan enclosure in Ragunan Zoo Jakarta, KRUS Zoo East Kalimantan, and TSTJ Zoo Solo. The visitors were invited to understand the behavior and the main role of orangutan in the wild.

Early March 2018, we were shocked by another news of smoking orangutan. “Generally, the zoos in Indonesia are slowly destructed by the behavior of the visitors. This is the consequence of the negligence of zoo management and insufficient facilities,” stated Hery Susanto, Anti-Wildlife Exploitation Coordinator for COP. “Let’s be a wise and responsible visitors of conservation institution. The management also needs to pay more attention to the wellbeing of the animals, and put extra effort to improve the facilities of their conservation institution,” Hery added, optimistically. (Zahra_Orangufriends)

ORANGUTAN MEROKOK DI KEBUN BINATANG BANDUNG
Video Orangutan menghisap rokok yang dilemparkan pengunjung di kebun binatang Bandung semakin menambah daftar hitam pengelolaan lembaga konservasi. “Kejadian ini terus berulang. Masih ingat orangutan Tori di kebun binatang Taru Jurug Solo? Tori terkenal dengan kebiasaanya merokok karena dilempari pengunjung dengan rokok yang menyala.”, papar Daniek Hendarto, manajer Ex-Situ COP.

Pertengahan tahun 2012 Centre for Orangutan Protection mendampingi kebun binatang TSTJ untuk memindahkan Tori ke pulau, setelah menilai enclosure/kandang tanpa jeruji besi masih terdapat kelemahan. Tidak adanya pembatas antara enclosure dengan pengunjung salah satunya. Ini membuat pengunjung begitu leluasa melempar rokok maupun benda lainnya ke dalam enclosure.

Sejak 2012, COP melatih para relawannya yang tergabung di orangufriends untuk menjadi interpreter di kebun binatang. Para orangufriends meluangkan waktu istirahatnya untuk menjadi pemandu di depan kandang maupun enclosure orangutan di kebun binatang Ragunan Jakarta, KRUS Kalimantan Timur dan TSTJ Solo. Pengunjung diajak untuk memahami orangutan, prilaku dan fungsi utamanya di alam.

Di awal Maret 2018, kita dikejutkan kembali dengan kasus orangutan merokok. “Secara umum, kebun binatang di Indonesia digerogoti disiplin pengunjung. Hal ini dikarenakan sikap abai pengelola dan fasilitas yang tidak memadai.”, kata Hery Susanto, kordinator Anti Wildlife Exploitation COP. “Mari kita menjadi pengunjung lembaga konservasi yang bijak dan bertanggung jawab. Para pengelola juga lebih memperhatikan kesejahteraan satwanya dan lebih awas dengan memperbaiki fasilitas-fasilitas lembaga konservasi yang dikelolanya.”, tambah Hery optimis.

Page 12 of 202« First...1011121314...203040...Last »