MISSION COMPLETED

The other begging orangutan with wound on the head, have been rescued and trans located to a conservation forest. The rescue operation itself was running smoothly.
As predicted before, the orangutan came down to kampong early morning and we were ready with tranquilizer gun. We attracted him away from people to avoid something goes wrong. It was take about 15 minutes only to sleep him and we did quick check and necessary treatment. We search any bullets in his body and thanks God, we didn’t find any. We gave him long lasting antibiotics to prevent infection on his head.
Now, he is safe and sound in the conservation forest. Let’s hope the Mother Nature cure him in the new home. By the way, do you have a name for him? Let us know what do you think.

ORANGUFRIENDS PADANG DI RAON FEST SIBOLANGIT

Kegiatan edukasi memang tidak terlihat heroik di dunia konservasi. Edukasi juga tidak begitu menarik perhatian media massa. “Tapi… dalam dunia konservasi hutan dan satwa liar, edukasi memiliki peran yang sangat penting untuk membentuk karakter anak-anak bangsa sebagai generasi penerus bangsa.”, ujar Novi Rovika, siswa COP School Batch 7.

Edukasi tentang satwa liar tak sepopuler edukasi konservasi lainnya. Padahal keunikan dan peranan penting satwa liar dalam ekosistemnya serta manfaatnya untuk manusia merupakan nilai penting dalam melestarikan alam.

Melalui pendekatan persuasif dengan strategi yang ‘kekinian’ sesuai dengan kemajuan zaman, orangufriends Padang hadir dengan kegiatannya. “Raon Fest” 2017 Sibolangit – Sumatera Utara adalah contohnya. Event musik yang digagas anak-anak muda kota Medan yang menamakan diri “Gang Cobra” tersebut. memadukan kegemaran anak-anak muda beraktivitas di alam terbuka dengan berkemah, sambil menikmati festival musik.

Baru pertama kali digelar secara outdoor. Event musik yang tak biasa ini menjadi ruang bagi band-band indi kota Medan untuk mengapresiasikan diri. Raon Fest juga memberi ruang bagi anak-anak muda yang memiliki hobi fotografi dan film. “Stand Up Comedy indo Medan” pun turut meramaikan acara.

Zal Puteh, aktivis musik balada kota Medan melalui ‘Dialog Musikal’ memberi gambaran tentang kehidupan orangutan Sumatera. Lagu ‘Pongo Abeli’ menjadikan materi edukasi begitu renyah terdengar audience. Dan yang mampir ke meja orangufriends untuk membeli merchandise karena mereka ingin ikut berdonasi untuk orangutan. “Membeli karena sebab.”, lirih Novi dengan terharu.

“Sayang, mereka yang hadir, tidak pernah mengetahui keberadaan orangutan Sumatera. Padahal habitatnya tak jauh dari tempat mereka berada.”, ucap Novi lagi. Inilah yang kemudian membuat mereka semakin antusias. Cerita, diskusi, lagu dan musik dengan suasana yang santai menjadikan Sabtu – Minggu di pertengahan bulan Juli menjadi lebih berarti. Orangufriends memang punya 1001 ide dan cara untuk perlindungan orangutan dan habitatnya. (Novi_Orangufriends)

DEBBIE, ORANGUTAN TERTUA DI COP BORNEO

Sejak pertama kali datang di pusat rehabilitasi orangutan COP Borneo, Debbie berada di kandang 1 atau kandang karantina berdampingan dengan orangutan Ambon dan Memo. Debbie sekarang berusia 26 tahun. Dia adalah orang tertua di COP Borneo. Debbie adalah orangutan yang tidak bisa dilepasliarkan ke habitat aslinya, karena usianya yang sudah terlalu tua dan perilakunya yang sudah tidak liar lagi. Hal tersebut disebabkan sudah terlalu lama Debbie hidup bersama manusia.

Selain menjadi orangutan paling tua, Debbie adalah orangutan yang paling ganas dan galak di COP Borneo. Beberapa keeper selalu menjadi sasaran keganasan Debbie. namun, karena para keeper sudah sangat paham sifatnya Debbie, mereka bisa menghindari hal-hal buruk yang akan dilakukan Debbie.

Sudah dua tahun ini, Debbie menghuni kandang karantina ini. Debbie pun memiliki kebiasaan menyimpang yang bukan prilaku alami dari orangutan. Debbie sering meludah dan bertepuk tangan. “Prihatin sekali saat harus menatap mata Debbie. Kandang karantina seperti penjara untuknya.”, batin Reza Kurniawan, manajer COP Borneo.

Solusi terindah untuk Debbie masih terus diusahakan. “Andai ada ‘Sanctuary Island’ untuknya. Debbie akan merasa hidup di alam bebas. Debbie akan menjelajah sesuai luas pulau tanpa ada jeruji atau dinding yang membatasi. Pagar alami bernama sungai akan menjadi batas jelajahnya.”, ujar Reza Kurniawan penuh harapan. (WET)

Page 11 of 142« First...910111213...203040...Last »