TWO YOUNG ORANGS, CHAINED!

Those two young orangutans have been chained when we found them in two separe places. The first one being chained onhis neck, and still, placed inside the wooden cage. The second one, being chained on his leg in the river bank. According to the local Wildlife Authority officer, the trend of illegal captivity of orangutans have been increasing since forest fires back in 2015. Most of them to make way for oil palm plantation.
Please donate through Orangutan Outreach for supporting the APE Crusader Team in rescuing orangutans and its habitat.
Kedua bayi orangutan ini ditemukan dengan leher terikat, dimasukkan ke dalam kotak kayu. Satu bayi sakit di pergelangan kaki kirinya, kondisi buruk ini diperolehnya saat hidup dalam pemeliharaan dekat sungai dan sampah. Kedua bayi orangutan ditemukan sudah terpisah dengan induknya. Pemeliharaan orangutan illegal semakin banyak setelah kasus kebakaran hutan 2015 yang lalu. Ketersediaan luasan dan pakan sangat kurang, dimana hutan sudah beralih fungsi menjadi konsesi perkebunan sawit. APE Crusader menyelamatkan kedua bayi tersebut, tadi siang.

BIG WILDLIFE DEALER GOT 9 MONTHS JAIL ONLY

This is why illegal wildlife trade goes rampant in Indonesia. We need at least 1 year to develop trust to one of a main player: MZ from Yogya. He control online trade of illicit trade of wildlife in Central Java. 3 months ago, a join team of COP and police set him up in Semarang. We confiscated 1 sun bear, a binturong, a langur, 3 phyton snake and 13 peacock. It is not fair.
According to Law No.5.he should get up to 5 years jail.
PEDAGANG BERUANG MADU BANTUL HANYA DIHUKUM 9 BULAN
Melalui sidang ke-7 Senin, 20 Juni 2016 terdakwa MZ kasus pedagang satwa liar di Bantul, Yogyakarta dikenakan hukuman 9 bulan dengan denda Rp 2.000.000,00 subsider 1 bulan. MZ tertangkap tangan (8/2/2016) dengan barang bukti satu anak beruang madu, satu binturong, satu bayi lutung, satu elang bondol hitam, tiga ekor ular sanca bodo dan tigabelas anakan merak.
“Jika hukuman yang dikenakan masih ringan seperti ini, pedagang satwa liar yang dilindungi akan semakin sulit dibendung. Ini adalah kasus kejahatan serius.”, tegas Daniek Hendarto, kapten APE Warrior, Centre for Orangutan Protection.
Berdasarkan pasal 21 ayat (2) huruf a Jo Pasal 40 ayat (2) Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, ancaman hukuman penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp 100.000.000,00 (seratus juta rupiah).

APE CRUSADER SAVED BABY APUNG

The APE Crusader Team rescued a two weeks baby from a local in Tumbang Koling village last night. We call him, APUNG. Just like human baby, he is still very weak. Just drink milk. If he drink too much, he started diarrhea. We took him to nearest Centre: BOS Nyarumenteng. Hope he can survive.
It been a week, this team patrolling in Central Kalimantan. The mission to spot the illegal captivity and to monitor the potential threat towards orangutan. At least 3 orangutans cases in our list now and also a big plan from a RSPO member to clear forest have been identified. Thanks to Orangutan Outreach as well as Georgina Stewart for supporting us.
Tim APE Crusader baru saja menyelamatkan satu bayi orangutan dari desa Tumbang Koling tadi malam. Seperti halnya bayi manusia yang masih sangat lemah, ia hanya minum susu. Jika terlalu banyak dia mulai mencret. Kami membawanya ke pusat penyelamatan terdekat: BOS Nyarumenteng. Semoga dia bisa bertahan hidup.
Sudah seminggu ini Tim APE Crusader berada di Kalimantan Tengah dalam perjalanan patroli rutinnya. Sudah ada beberapa informasinya orangutan yang dipelihara illegal oleh masyarakat setempat dan juga rencana – rencana pembabatan hutan yang akan dilakukan oleh perusahaan kelapa sawit. Terima kasih kepada Orangutan Outreach dan Georgina Stewart yang mendukung penuh operasi tim ini.

Page 102 of 159« First...102030...100101102103104...110120130...Last »