PERPETUATE DEBBIE IN A PHOTO FRAME 

Debbie is a ferocious female orangutan. Oops… ferocious? How can we not call her ferocious. All animal keepers who take care of enclosure 1 which is a quarantine cage had been thee victim. Not only human, the commodity barely missed by her.
    
Who know how many rolls of hoses are destroyed by Debbie. When the animal keeper sprayed water to clean the enclosure, in the blink of an eye, Debbie grabbed it and picked it up. Do not expect the hoses to be back in one piece.
 
Debbie is also very brave with the animal keeper. Clothes of the animal keeper been vandalized. Getting the grip of her hand was a terror while on duty at the enclosure 1. “Certainly, don’t be off guard when on duty in this quarantine cage,” said Reza Kurniawan, manager of COP Borneo orangutan rehabilitation center.
 
Reza himself had been injured on his back. “Perhaps Debbie wants to say hello to me. But that power, is very great.” Recalls  Reza.
 
Well, this is the biggest challenge to perpetuate Debbie with no visible bars as the foreground. A.k.a, Debbie’s face should be clearly visible. The condition of this cage is in the middle of the forest. The canopy of the trees looks fused, so the sunlight is difficult to break through. Borneo orangutan’s own hair is also darker than it’s relatives in Sumatra. Plus, this Debbie ferocity, make knees give away.
 
After pacing to find the right time and opportunity, finally… yes!” successfully photogaphing Debbie !!!” Wetty Rupiana smiling happy. (Dhea_Orangufriends)   

MENGABADIKAN DEBBIE DALAM SEBUAH FRAME FOTO
Debbie adalah orangutan betina yang ganas. Ups… ganas? Bagaimana tidak kami sebut ganas. Semua animal keeper yang mengurus kandang 1 yang merupakan kandang karantina pernah menjadi korbannya. Tak hanya manusia, barang-barang pun tak luput darinya.

Entah sudah berapa gulung selang yang hancur oleh Debbie. Saat animal keeper menyemprotkan air untuk membersihkan kandang, dalam sekejap mata, Debbie meraihnya dan mengambilnya. Jangan harap selang bisa kembali dalam keadaan utuh.

Debbie juga sangat berani dengan animal keeper. Baju yang dipakai animal keeper pun pernah menjadi korbannya. Mendapatkan cengkraman tangannya adalah teror tersendiri saat bertugas di kandang 1. “Yang pasti, jangan lengah sedikit pun saat bertugas di kandang karantina ini.”, ujar Reza Kurniawan, manajer pusat rehabilitasi orangutan COP Borneo.

Reza sendiri pernah terluka di punggungnya. “Mungkin maksudnya Debbie ingin menyapaku. Tapi apa daya, kekuatannya besar sekali.”, kenang Reza.

Nah, ini adalah tantangan terbesar untuk mengabadikan Debbie tanpa terlihat jeruji besi sebagai latar depan. Alias, wajah Debbie harus terlihat jelas. Kondisi kandang 1 ini berada di tengah hutan. Kanopi-kanopi pohon terlihat menyatu, sehingga cahaya matahari sulit menerobos kandang. Rambut orangutan Kalimantan sendiri juga lebih gelap dibanding kerabatnya yang di Sumatera. Ditambah lagi, keganasan Debbie ini, bikin lutut bergetar.

Setelah mondar-mandir mencari waktu dan kesempatan yang pas, akhirnya… yes! “Berhasil memotret Debbie!!!”, senyum Wety Rupiana senang. (WET)

ACICIS NGO FAIR 2017

Tahun ini, Centre for Orangutan Protection hadir lagi di ACICIS NGO Fair 2017. ACICIS (Australian Consortium for ‘In-Country’ Indonesian Studies adalah non-profit konsorsium di Yogyakarta yang beranggotakan 24 universitas yang berada di negara Australia, Selandia Baru, Inggris dan Belanda. ACICIS pada setiap semester memfasilitasi mahasiswa asing yang menjadi anggota konsorsium untuk menjalani studi selama satu atau dua semester di instansi pendidikan Indonesia seperti Univestitas Gajah Mada (UGM), Universitas Sanata Dharma dan Universitas Islam Indonesia (UII Yogyakarta).

Para mahasiswa ACICIS ini akan berkontribusi dengan lembaga lain seperti LSM atau organisasi lokal sebagai sukarelawan. COP sejak tahun 2013 sudah terbantu dengan bergabungnya para mahasiswa ACICIS ini. Relawan ini membantu dalam bentuk menterjemahkan artikel COP, ada juga yang fundraising, mereka juga melakukan kunjungan ke sekolah (school visit) maupun kegiatan pendidikan dan penyadartahuan tentang orangutan dan habitatnya.

Siapa pun kamu, bisa membantu perlindungan orangutan, satwa liar dan habitatnya dengan bergabung sebagai orangufriends. Apa saja yang bisa kamu bantu? Tentu saja sesuai dengan kemampuan dan keterampilan kamu. Ingin tahu lebih banyak tentang Centre for Orangutan Protection (COP)? Langsung datang ke Ruang Yustisia, lantai 2 University Club Hotel, UGM Yogyakarta ya. Rabu, 9 Agustus 2017 pukul 13.00 – 14.30 WIB. Ada merchandise COP juga yang layak untuk kamu koleksi. Save the Orangutan from Delete!

MISSION COMPLETED

The other begging orangutan with wound on the head, have been rescued and trans located to a conservation forest. The rescue operation itself was running smoothly.
As predicted before, the orangutan came down to kampong early morning and we were ready with tranquilizer gun. We attracted him away from people to avoid something goes wrong. It was take about 15 minutes only to sleep him and we did quick check and necessary treatment. We search any bullets in his body and thanks God, we didn’t find any. We gave him long lasting antibiotics to prevent infection on his head.
Now, he is safe and sound in the conservation forest. Let’s hope the Mother Nature cure him in the new home. By the way, do you have a name for him? Let us know what do you think.

Page 10 of 141« First...89101112...203040...Last »