Orangufriends

GAVENTORA 2016

SMP – SMA Garuda Cendekia Jakarta menyelenggarakan 5K Charity Fun Run 2016.
Tidak sekedar lomba… tidak sekedar olahraga…
Tapi ikut kegiatan untuk peduli orangutan dan satwa liar lainnya yang semakin punah… #menolakpunah
Besok, 14 Agustus 2016 di Epicentrum, Jakarta.
#gaventora
Thank you Garuda Cendikia Junior and High School for supporting Centre for Orangutan Protection especially for COP Borneo, our Orangutan Rehabilitation Centre. It’s charity fun run for our next generation. The spirit so pure and make us proud, together we can make it.
#gaventora2016

BATIK FOR ORANGUTAN

Kreativitas orangufriends Yogyakarta mengelola event untuk menggalang dukungan publik.
Hari ini… di Wanderlust Coffee Division Yogyakarta…
Batik dan merchandise dijual untuk perlindungan orangutan.
#proudofOrangufriends in #orangufriendEvents

COOKING FOR ORANGUTAN KIDS

There a lot of ways to help orangutan. LokaLoka and Orangufriends presented Cooking for Orangutans in Yogya. This is for Kids, and it is the 3rd one. All donation going through the project.
Ada banyak cara untuk membantu orangutan. LokaLoka dan Orangufriends mempersembahkan Cooking for Orangutan di Yogya. Ini untuk anak – anak dan kali ini sudah yang ke tiga. Seluruh donasi disalurkan ke proyek lapangan.

MERCHANDISE AT GALLERY YAMPU

A BIG thanks to Kalyna Micenko, Bob Daly and PortAdelaide ArtistsForum for inviting me to exhibit in this eARTh Exhibition at Gallery Yampu (on from 4th to 28th Aug) 1 Jenkins St, Birkenhead and for allowing me to have a stall for COP Borneo (an orangutan, wildlife rescue and rehabilitation centre in North East Kalimantan, Indonesian Borneo) on the Opening night. It was a wonderful evening.

APA YANG KITA MENANGKAN? HARAPAN

Saya kira terlibat dalam operasi penyelamatan satwa dari perdagangan ilegal akan menjadi hal yang sangat mengesankan dan menyenangkan. Saya keliru.

Kami sudah keluar gerbang tol terakhir menuju Surabaya ketika saya sadar tidak membawa stetoskop dan termometer, yang mana akan sangat membantu dalam pemeriksaan kondisi fisiologi satwa pasca penyelamatan. Empat tahun lebih belajar ilmu kedokteran hewan dan saya masih sering lupa terhadap apa yang bisa dan harus saya lakukan dalam keadaan seperti ini. Bagaimanapun, kami menuju Kantor Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Surabaya untuk mempersiapkan semuanya.

Operasi penyelamatan satwa ini dilaksanakan oleh tim Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Ditjen Gakum LHK) Seksi 2 Surabaya dengan dibantu oleh Centre for Orangutan Protection (COP) dan Animals Indonesia. Meskipun sempat mengalami kesulitan untuk mendapatkan kepercayaan pedagang dalam transaksi, akhirnya proses penyergapan di salah satu perumahan daerah Wiyung, Surabaya, tersebut berjalan dengan aman dan dalam waktu yang relatif singkat. Tim berhasil menyelamatkan dua ekor anak lutung jawa (Javan Langur – Trachypithecus auratus) umur dibawah tiga dan enam bulan serta empat ekor kukang jawa (Javan Slow Loris – Nycticebus javanicus). Keduanya terlampir dalam daftar satwa dilindungi menurut Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999.

“Penyergapan berhasil – satwa diselamatkan dari perdagangan ilegal – selesai,” bodohnya saya sempat berpikir begitu hingga kami menyadari salah satu dari lutung jawa yang diselamatkan berada dalam kondisi yang sangat lemah. Kami langsung melakukan pemeriksaan seadanya dan menemukan bahwa anak lutung ini berada dalam kondisi dehidrasi yang berat. Sekujur tubuhnya dingin dan kering, pernapasan dan denyut nadi sangat lemah, membran mukosa sangat pucat dengan Capillary Refill Time (CPR – metode pemeriksaan dehidrasi dengan melihat kecepatan darah kembali ke pembuluh kapiler) yang jauh di atas normal (< 2 detik). Kami berpencar mencari pakan, menghangatkan tubuh lutung tersebut dengan handuk dan pakaian, memberikan upaya terbaik untuk mengembalikan kondisinya sambil menunggu proses hukum hari itu selesai.

Setelah melewatkan beberapa jam yang mengkhawatirkan, akhirnya lutung tersebut mau minum dan makan. Bagi saya bagaikan matahari terbit sekali lagi hari itu. Sore hari kami langsung bergerak cepat menuju kota Malang, mencari dokter hewan yang dapat memberikan pertolongan lanjutan sebelum membawa satwa-satwa ke Javan Langur Center (JLC) di Coban Talun. Dokter hewan membenarkan kondisi dehidrasi anak lutung itu, lalu memberikan terapi cairan serta vitamin secara gratis atas nama kepedulian. Saya menemukan lagi kepercayaan saya terhadap kemanusiaan, lalu kami bergerak cepat ke JLC. Hampir tengah malam ketika kami sampai dan udara dingin menusuk. Satwa berhasil dipindahkan ke kandang yang lebih luas dan hangat. Saya menghabiskan sisa waktu di depan inkubator tempat Araya (nama yang kami berikan) yang lemah duduk merengek dan gelisah. Saya berjanji akan kembali esok pagi, lalu kami pulang dan beristirahat.

Esoknya, sekitar pukul 08.30 WIB, saya bersiap berangkat ke kampus ketika telepon berdering. Apa yang saya dengar sungguh menyesakkan, Araya tidak mampu bertahan. Saya mencoba mengerti, “Tidak semua pertempuran akan kita menangkan, yang terpenting adalah kita telah mengupayakan dengan sepenuh hati.”. Yang tidak bisa saya mengerti adalah jika setelah ini masih ada orang yang memburu, memperdagangkan, dan memelihara satwa liar seperti lutung jawa dengan alasan kasihan. Ketika orang terus membeli walau niatnya karena kasihan, maka pemburu akan terus mencari lagi dari alam. Untuk setiap anak lutung yang diperdagangkan, hampir pasti ada induk yang mati terbunuh. Saya hanya tak ingin melihat Araya-Araya lain. Perasaan itu membuat saya porak poranda, tak ada senyum di sisa hari itu. Terima kasih untuk tim yang telah bekerja dengan sangat baik. Kini kami memupuk harapan pada Sartika (anak lutung yang lain) dan keempat kukang jawa yang tersisa, juga harapan kepada semua orang. Mari semua jangan berhenti berjuang. (BAYU, Orangufriends Malang)

ART FOR ORANGUTAN 2016

Januari 2015, Gigi Nyala mengajak para seniman untuk peduli nasib orangutan Indonesia. Hasilnya. 90 karya seniman sampai di tangan panitia, semuanya dipajang di Jogja National Museum, dan menarik pembeli yang hasilnya didonasikan untuk orangutan Indonesia lewat Centre for Orangutan Protection.
Ini sebuah kerja keras seniman bersama, yang akhirnya melahirkan kembali #artfororangutan2 di tahun 2016.
Mari berkarya untuk sebuah alasan #orangutan

http://www.thejakartapost.com/…/govt-urged-prosecute-crimes…

#proudofOrangufriends #orangufriendEvents
#orangufriends #AFO2016

ORANGUTANKU MANA

Orangufriends Samarinda bikin event, “Orangutanku mana?”
Ada Photo Exhibition dan Movie Screening di Kopikumana Coffee Roasters
Malam mingguan di sini aja ya… dari jam 19.00 – 23.00 WITA
6 Agustus 2016

ORANGUFRIENDS RIAU IN GLOBAL TIGER DAY

Orangufriends itu ada dimana aja sih? Kegiatannya apa saja? Apa harus orangutan aja? Ya… itu yang selalu ditanyakan orang saat diajak untuk bergabung sebagai orangufriends.

Siswa COP School batch #6 asal Riau dengan kaos kebangaannya, ikut memberi warna dalam Global Tiger Day 2016. Luar biasa, COP School tidak hanya memberi landasan tentang dunia konservasi orangutan, namun konservasi keseluruhan.

Ini mengingatkan kita pada hukuman pedagang kulit harimau yang ditangkap Polda Sumatera Selatan dibantu COP, Animals Indonesia, dan ZSL di kota Lubuk Linggau, Sumatera Selatan pada tanggal 25 Februari 2016 yang hanya divonis enam bulan penjara. Jauh dari hukuman maksimal untuk Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dimana pelaku kejahatan bisa dijerat dengan hukuman 5 tahun penjara dan denda 100 juta rupiah.
#GlobalTigerDay

ORANGUFRIENDS YOGYA AT GERONIMO FM

Cuap-cuap tengah malam? Itu yang dilakukan orangufriends Yogyakarta di radio kesayangan Yogyakarta, Geronimo FM. Ya, ini dilakukan orangufriends untuk semakin menyebarluaskan perlindungan orangutan. Orangutan yang merupakan spesies kunci dalam hutan, yang sering disebut juga sebagai umbrella species atau dalam bahasa kita menyebutnya spesies payung. Seperti payung yang melindungi spesies lainnya yang ada di hutan.

Orangufriends mengajak para pendengar mengenal Centre for Orangutan Protection, suatu perkumpulan yang didirikan oleh orang Indonesia asli yang prihatin dengan kondisi orangutan Kalimantan di tahun 2007. Pusat rehabilitasi orangutan Nyarumenteng saat itu menjadi penampungan pengungsi besar-besaran akibat pembukaan hutan untuk perkebunan kelapa sawit. Ini seperti mengepel lantai yang basah, sementara keran yang bocor tidak dibetulkan.

Apa saja sih yang bisa pendengar lakukan untuk ikut andil dalam perlindungan orangutan? Bisa bergabung dengan orangufriends, yaitu kelompok pendukung COP, dengan ikut aktif membuat dan berkegiatan di dalamnya. Apa saja bisa kamu lakukan, sesuai dengan keterampilanmu. Jago menterjemahkan tulisan dari bahasa Indonesia ke bahasa Inggris, silahkan gabung sebagai volunteer translatenya.

Terimakasih orangufriends Yogya… yang tengah malam masih berbagi pengalaman dengan para pendengar Geronimo FM.
Save or Delete, You Decide!

SCHOOL VISIT AT SMAN 9 SAMARINDA

Penyadartahuan dan Pendidikan adalah hal yang penting dalam dunia konservasi. Beruntungnya COP, memiliki orangufriends yaitu kelompok pendukung Centre for Orangutan Protection yang sangat membantu pekerjaannya, pendanaannya bahkan dukungan lainnya. Seperti melakukan kunjungan ke sekolah-sekolah. Orangufriends Samarinda, 26 Juli 2016 berkunjung ke SMAN 9 Samarinda. Dengan kelas yang lebih nyantai, Orangufriens presentasi, berbagi pengetahuan tentang perlindungan orangutan dan habitatnya, mengajak anak-anak untuk lebih kritis melihat kenyataan ancaman pada lingkungannya.

Page 8 of 12« First...678910...Last »