Orangufriends

APA YANG KITA MENANGKAN? HARAPAN

Saya kira terlibat dalam operasi penyelamatan satwa dari perdagangan ilegal akan menjadi hal yang sangat mengesankan dan menyenangkan. Saya keliru.

Kami sudah keluar gerbang tol terakhir menuju Surabaya ketika saya sadar tidak membawa stetoskop dan termometer, yang mana akan sangat membantu dalam pemeriksaan kondisi fisiologi satwa pasca penyelamatan. Empat tahun lebih belajar ilmu kedokteran hewan dan saya masih sering lupa terhadap apa yang bisa dan harus saya lakukan dalam keadaan seperti ini. Bagaimanapun, kami menuju Kantor Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Surabaya untuk mempersiapkan semuanya.

Operasi penyelamatan satwa ini dilaksanakan oleh tim Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Ditjen Gakum LHK) Seksi 2 Surabaya dengan dibantu oleh Centre for Orangutan Protection (COP) dan Animals Indonesia. Meskipun sempat mengalami kesulitan untuk mendapatkan kepercayaan pedagang dalam transaksi, akhirnya proses penyergapan di salah satu perumahan daerah Wiyung, Surabaya, tersebut berjalan dengan aman dan dalam waktu yang relatif singkat. Tim berhasil menyelamatkan dua ekor anak lutung jawa (Javan Langur – Trachypithecus auratus) umur dibawah tiga dan enam bulan serta empat ekor kukang jawa (Javan Slow Loris – Nycticebus javanicus). Keduanya terlampir dalam daftar satwa dilindungi menurut Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999.

“Penyergapan berhasil – satwa diselamatkan dari perdagangan ilegal – selesai,” bodohnya saya sempat berpikir begitu hingga kami menyadari salah satu dari lutung jawa yang diselamatkan berada dalam kondisi yang sangat lemah. Kami langsung melakukan pemeriksaan seadanya dan menemukan bahwa anak lutung ini berada dalam kondisi dehidrasi yang berat. Sekujur tubuhnya dingin dan kering, pernapasan dan denyut nadi sangat lemah, membran mukosa sangat pucat dengan Capillary Refill Time (CPR – metode pemeriksaan dehidrasi dengan melihat kecepatan darah kembali ke pembuluh kapiler) yang jauh di atas normal (< 2 detik). Kami berpencar mencari pakan, menghangatkan tubuh lutung tersebut dengan handuk dan pakaian, memberikan upaya terbaik untuk mengembalikan kondisinya sambil menunggu proses hukum hari itu selesai.

Setelah melewatkan beberapa jam yang mengkhawatirkan, akhirnya lutung tersebut mau minum dan makan. Bagi saya bagaikan matahari terbit sekali lagi hari itu. Sore hari kami langsung bergerak cepat menuju kota Malang, mencari dokter hewan yang dapat memberikan pertolongan lanjutan sebelum membawa satwa-satwa ke Javan Langur Center (JLC) di Coban Talun. Dokter hewan membenarkan kondisi dehidrasi anak lutung itu, lalu memberikan terapi cairan serta vitamin secara gratis atas nama kepedulian. Saya menemukan lagi kepercayaan saya terhadap kemanusiaan, lalu kami bergerak cepat ke JLC. Hampir tengah malam ketika kami sampai dan udara dingin menusuk. Satwa berhasil dipindahkan ke kandang yang lebih luas dan hangat. Saya menghabiskan sisa waktu di depan inkubator tempat Araya (nama yang kami berikan) yang lemah duduk merengek dan gelisah. Saya berjanji akan kembali esok pagi, lalu kami pulang dan beristirahat.

Esoknya, sekitar pukul 08.30 WIB, saya bersiap berangkat ke kampus ketika telepon berdering. Apa yang saya dengar sungguh menyesakkan, Araya tidak mampu bertahan. Saya mencoba mengerti, “Tidak semua pertempuran akan kita menangkan, yang terpenting adalah kita telah mengupayakan dengan sepenuh hati.”. Yang tidak bisa saya mengerti adalah jika setelah ini masih ada orang yang memburu, memperdagangkan, dan memelihara satwa liar seperti lutung jawa dengan alasan kasihan. Ketika orang terus membeli walau niatnya karena kasihan, maka pemburu akan terus mencari lagi dari alam. Untuk setiap anak lutung yang diperdagangkan, hampir pasti ada induk yang mati terbunuh. Saya hanya tak ingin melihat Araya-Araya lain. Perasaan itu membuat saya porak poranda, tak ada senyum di sisa hari itu. Terima kasih untuk tim yang telah bekerja dengan sangat baik. Kini kami memupuk harapan pada Sartika (anak lutung yang lain) dan keempat kukang jawa yang tersisa, juga harapan kepada semua orang. Mari semua jangan berhenti berjuang. (BAYU, Orangufriends Malang)

ART FOR ORANGUTAN 2016

Januari 2015, Gigi Nyala mengajak para seniman untuk peduli nasib orangutan Indonesia. Hasilnya. 90 karya seniman sampai di tangan panitia, semuanya dipajang di Jogja National Museum, dan menarik pembeli yang hasilnya didonasikan untuk orangutan Indonesia lewat Centre for Orangutan Protection.
Ini sebuah kerja keras seniman bersama, yang akhirnya melahirkan kembali #artfororangutan2 di tahun 2016.
Mari berkarya untuk sebuah alasan #orangutan

http://www.thejakartapost.com/…/govt-urged-prosecute-crimes…

#proudofOrangufriends #orangufriendEvents
#orangufriends #AFO2016

ORANGUTANKU MANA

Orangufriends Samarinda bikin event, “Orangutanku mana?”
Ada Photo Exhibition dan Movie Screening di Kopikumana Coffee Roasters
Malam mingguan di sini aja ya… dari jam 19.00 – 23.00 WITA
6 Agustus 2016

ORANGUFRIENDS RIAU IN GLOBAL TIGER DAY

Orangufriends itu ada dimana aja sih? Kegiatannya apa saja? Apa harus orangutan aja? Ya… itu yang selalu ditanyakan orang saat diajak untuk bergabung sebagai orangufriends.

Siswa COP School batch #6 asal Riau dengan kaos kebangaannya, ikut memberi warna dalam Global Tiger Day 2016. Luar biasa, COP School tidak hanya memberi landasan tentang dunia konservasi orangutan, namun konservasi keseluruhan.

Ini mengingatkan kita pada hukuman pedagang kulit harimau yang ditangkap Polda Sumatera Selatan dibantu COP, Animals Indonesia, dan ZSL di kota Lubuk Linggau, Sumatera Selatan pada tanggal 25 Februari 2016 yang hanya divonis enam bulan penjara. Jauh dari hukuman maksimal untuk Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dimana pelaku kejahatan bisa dijerat dengan hukuman 5 tahun penjara dan denda 100 juta rupiah.
#GlobalTigerDay

ORANGUFRIENDS YOGYA AT GERONIMO FM

Cuap-cuap tengah malam? Itu yang dilakukan orangufriends Yogyakarta di radio kesayangan Yogyakarta, Geronimo FM. Ya, ini dilakukan orangufriends untuk semakin menyebarluaskan perlindungan orangutan. Orangutan yang merupakan spesies kunci dalam hutan, yang sering disebut juga sebagai umbrella species atau dalam bahasa kita menyebutnya spesies payung. Seperti payung yang melindungi spesies lainnya yang ada di hutan.

Orangufriends mengajak para pendengar mengenal Centre for Orangutan Protection, suatu perkumpulan yang didirikan oleh orang Indonesia asli yang prihatin dengan kondisi orangutan Kalimantan di tahun 2007. Pusat rehabilitasi orangutan Nyarumenteng saat itu menjadi penampungan pengungsi besar-besaran akibat pembukaan hutan untuk perkebunan kelapa sawit. Ini seperti mengepel lantai yang basah, sementara keran yang bocor tidak dibetulkan.

Apa saja sih yang bisa pendengar lakukan untuk ikut andil dalam perlindungan orangutan? Bisa bergabung dengan orangufriends, yaitu kelompok pendukung COP, dengan ikut aktif membuat dan berkegiatan di dalamnya. Apa saja bisa kamu lakukan, sesuai dengan keterampilanmu. Jago menterjemahkan tulisan dari bahasa Indonesia ke bahasa Inggris, silahkan gabung sebagai volunteer translatenya.

Terimakasih orangufriends Yogya… yang tengah malam masih berbagi pengalaman dengan para pendengar Geronimo FM.
Save or Delete, You Decide!

SCHOOL VISIT AT SMAN 9 SAMARINDA

Penyadartahuan dan Pendidikan adalah hal yang penting dalam dunia konservasi. Beruntungnya COP, memiliki orangufriends yaitu kelompok pendukung Centre for Orangutan Protection yang sangat membantu pekerjaannya, pendanaannya bahkan dukungan lainnya. Seperti melakukan kunjungan ke sekolah-sekolah. Orangufriends Samarinda, 26 Juli 2016 berkunjung ke SMAN 9 Samarinda. Dengan kelas yang lebih nyantai, Orangufriens presentasi, berbagi pengetahuan tentang perlindungan orangutan dan habitatnya, mengajak anak-anak untuk lebih kritis melihat kenyataan ancaman pada lingkungannya.

SCHOOL VISIT AT SANGGAR ANAK ALAM YOGYA

Ini salah satu kegiatan orangufriends Yogyakarta. School Visit di Sanggar Anak Alam Yogyakarta. Kali ini, Tim terpaksa dibagi dua, karena jumlah anak dan usia yang berbeda cukup jauh. Delapan puluh anak terhitung mengikuti kegiatan ini. Pendidikan yang dikemas dengan bermain diharapkan bisa membuat anak tertarik.
“Liburan di perkuliahan bukan berarti nganggur. Saatnya berbagi dengan anak-anak. Ini buat liburanku lebih berarti.”, ujar Kharina, siswa COP School Batch #6 yang mengisi liburannya di camp APE Warrior.

SAATNYA HUKUMAN MAKSIMAL BAGI PELAKU KEJAHATAN SATWA LIAR

Yogyakarta – Tuntutan hukum dari Kejaksaan memegang peranan penting dalam upaya membendung kejahatan terhadap satwa liar terus terjadi. Karena dengan upaya penegakan hukum yang tegas dengan hukuman maksimal akan menjadi kunci yang kuat menekan kejahatan ini terjadi kembali. Pada tanggal 26 Juli 2016 akan dilakukan sidang dengan agenda pembacaan tuntutan untuk kasus kejahatan satwa liar yang dilakukan oleh drh. Hendrik Tri Setyawan di Pengadilan Negeri Bantul, Yogyakarta.
 
Kami Dari Orangufriends (Orangutan Friends) kelompok relawan dan pendukung Centre for Orangutan Protection (COP) menyampaikan sikap sebagai berikut:
 
1.     Tersangka yang berprofesi sebagai dokter hewan telah melanggar kode etik profesi dokter hewan Indonesia atau kode etik profesi veteriner dengan melakukan pelanggaran hukum.
2.     Yang bersangkutan terbukti melakukan pembelian satwa liar kategori dilindungi berupa Beruang Madu guna melengkapi koleksi Taman Margasatwa Mangkang, Semarang.
3.     Menurut Peraturan Menteri Kehutanan Republik Indonesia nomor: p.31/ Menhut- II/2012 tentang Lembaga Konservasi. Pada Bab V pasal 32 ayat 2 poin e, pembelian satwa diperkenankan namun untuk kategori tidak dilindungi dengan sumber yang sah. Sedangkan terdakwa membeli Beruang Madu yang merupakan satwa dilindungi dari perdagangan ilegal.
4.     Beruang Madu merupakan satwa liar dilindungi di Indonesia dalam Peraturan Menteri Kehutanan no. 7 tahun 1999.
5.     Menurut Undang-Undang No. 5 Tahun 1990 Tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Setiap orang dilarang untuk menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup maupun mati. Ancaman hukuman pelaku kejahatan satwa liar adalah hukuman penjara 5 tahun dan denda 100 juta rupiah.

drh. Hendrik Tri Setiawan tercatat sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) dinas kebudayaan dan pariwisata pemerintah kota Semarang. Tersangka ditangkap Ditipiter Bareskrim Mabes Polri di halaman Taman Margasatwa Mangkang, Semarang, Jawa Tengah pada tanggal 11 Februari 2016 dengan barang bukti 1 ekor Beruang Madu (Helarctos malayanus) yang akan dibelinya dengan harga Rp 6.500.000,00 Penangkapan ini adalah hasil pengembangan penangkapan pedagang satwa di Bantul, Yogyakarta sebelumnya bernama Muhammad Zulfan yang sudah di vonis 9 bulan penjara oleh PN Bantul pada tanggal 20 Juni 2016. Dari keterangan tersangka ini ada keterlibatan drh. Hendrik Tri Setiawan sebagai pembeli untuk melengkapi koleksi satwa Taman Margasatwa Mangkang Semarang tempat dia bekerja. 
 
Untuk informasi lebih lanjut dan wawancara, harap menghubungi:
Destya Suci, Kordinator Orangufriends Yogyakarta.
H: 083869533631

ORANGUFRIENDS’ EFFORT TO SAVE THE STRANDED PILOT WHALE

PROBOLINGGO – June 15, 2016 29 Pilot Whale were stranded in Pesisir
Village, Gending, Probolinggo, East Java. BPSPL Denpasar, Satker Surabaya,
Section 3 Jember BKSDA East Java, DKP Probolinggo, Koramil Gending, PosAI
Paiton, Veterinary Faculty of Unair and Jakarta Animal Aid Network (JAAN)
together with COP represented by Orangufriends Malang and Animals
Indonesia strive to save those stranded whale. The group of the whales
was stranded possibly because one of them got a problem. Once a whale got
a problem, then the other whales usually help and get themselves
stranded. Pilot Whales have a strong relation among their group members
and will help each other, even though it needs to sacrifice their own
safety.
We tried to get there as soon as possible and hoped that the stranded
whale could be released back to the ocean, hoped Algriawan Bayu in his
way to Probolinggo. Orangufriends Malang together with Animals Indonesia
keep monitoring the beach to check some locations in which some whales are
possibly stuck and to help the medical team to perform necropsy and
autopsy on the corpses of whale discovered.
From 29 stranded whales, 9 were found dead along the beach in Pesisir
Village and one was found dead at Bentar Beach, Probolinggo. (WET)
USAHA MENYELAMATKAN PAUS PILOT YANG TERDAMPAR
PROBOLINGGO – 15 Juni 2016, dua puluh sembilan Paus Pilot terdampar di desa Pesisir, kecamatan Gending, Probolinggo, Jawa Timur. BPSPL Denpasar, Satker Surabaya, Bidang 3 Jember BKSDA Jawa Timur, DKP Probolinggo, Koramil Gending, PosAI Paiton, FKH Unair, Jakarta Animal Aid Network (JAAN), Centre for Orangutan Protection (COP) lewat Orangufriends dan Animals Indonesia bersama-sama menyelamatkan paus pilot terdampar ini. “Terdamparnya kawanan paus pilot ini kemungkinan disebabkan satu paus mengalamin masalah. Saat satu mengalami masalah, biasanya paus lainnya berusaha untuk membantu dan ikut terdampar. Paus pilot memang memiliki hubungan kekeluargaan yang sangat kuat dan saling menolong, sekalipun mengorbankan keselamatannya sendiri.”, ujar Benvika dari JAAN.
“Berusaha secepatnya tiba di lokasi berpacu dengan waktu dan berharap tadi malam paus-paus yang terdampar berhasil kembali ke lautan.”, harapan Algriawan Bayu dalam perjalanannya. Orangufriends Malang Malang bersama Animals Indonesia menyusuri pantai untuk memeriksa lokasi yang mungkin saja masih ada paus yang terjebak dan membantu tim medis melakukan nekropsi (autopsi) pada mayat paus yang ditemukan.
Dari 29 paus yang terdampar, sembilan ditemukan mati di pantai desa Pesisir dan satu ditemukan mati di pantai Bentar, Probolinggo. (WET)

PALM OIL KILLS, GAPKI

A proud member of Orangufriends stand up alone in the front of a venue where the Pro Palm Oil propaganda event being held by Indonesian Palm Oil Assosiation (GAPKI). The association visits campus across Indonesia to spread the lies about palm oil. The Centre for Orangutan Protection publish the very fresh evidence today on how the orangutan being threatened by the forest clearing to make for oil palm plantation around PT. AE and Makin in East Kalimantan.

Seorang anggota Orangufriends yang bangga berdiri sendirian di depan tempat berlangsungnya propaganda pro sawit yang diselenggarakan oleh Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia. Mereka berkunjung ke kampus – kampus di Indonesia untuk menyebarkan kebohongan. Pada hari ini juga, COP mempublikasikan bukti segar hari ini yang menunjukkan bagaimana pembabatan hutan untuk membuka kelapa sawit telah mengancam kelangsungan hidup ORANGUTAN di sekitaran PT. AE dan Makin di Kalimantan.

Page 4 of 7« First...23456...Last »