PINGPONG MOVED TO THE UNIVERSITY ISLAND

Pingpong is going to University Island
Yipiee… akhirnya Pingpong pindah ke pulau. COP mengenal Pingpong sejak 26 Agustus 2010. Saat itu, tak ada yang mau menerima Pingpong, dia pindah dari satu tangan ke tangan yang lain. Seperti olahraga tenis meja, tepatnya bola pingpong. Begitulah akhirnya menjadi namanya.
Kini nasibnya penuh harapan. Kesukaannya memakan daun kering sepertinya sulit berubah. Namun memanjat, daya jelajah, kemampuan membuat sarang, mencari makanan di sekolah hutan membuatnya harus naik ke kelas selanjutnya.
Tidakkah kamu ingin mengadopsinya. Mewujudkan mimpi Pingpong untuk kembali ke hutan sesungguhnya?
ADOPT link : http://goo.gl/dqPVx0 The adoption fee annually is AUS$100 (£40/ USD75/ €64)

BORNEO KU BERPIJAK

Perjalanan pertama ke pulau Kalimantan atau Borneo adalah sebuah pengalaman yang mungkin paling berkesan dari perjalanan-perjalanan berpetualang lainnya. Jumat 18 Juni 2016 saya berkesempatan tuk singgah di pulau nan kaya akan hasil hutannya yang sangat berlimpah, khususnya Kalimantan Timur. Tepatnya di Pusat Perlidungan Orangutan COP Borneo di KHDTK Labanan, Kabupaten Berau – Kalimantan Timur. Setelah kegiatan COP School di bulan Mei 2016 kemarin, selama lima hari di Yogyakarta yang menjadi daerah pusat COP School dan selebihnya selama satu bulan masih menetap di Jogja. Saya memang berniat untuk menjadi Volunteer dan berbekal materi yang diberikan sewaktu COP School mengenai konservasi Orangutan dan satwa liar serta konflik lapangan yang terjadi, pengalaman di sinilah yang menjadi pembelajaran sebenarnya, karena langsung bersentuhan dengan kegiatan yang hanya disampaikan pada saat COP School saja. Keberangkatan saya ditemani dengan seorang rekan bernama Vian asal Yogyakarta. Setiba di Berau, kami dijemput siswa COP School Batch #6 yang tingel di Berau. COP School menjadikan kami punya keluarga dimana-mana.

Minggu pagi 19 Juni 2016, pukul 05.30 WITA terdengar hembusan angin dan suara kicauan burung yang saling bersautan dengan berbagai suara-suara yang sangat indah serta matahari yang masih belum menampakkan sinarnya hanya bias cahaya yang terselip dari tingginya rerimbunan pohon yang di sekitaran camp.

Setelah kesibukan pagi membereskan camp sekitar 08.00 WITA kami sempatkan untuk berbincang sejenak untuk pembagian kinerja dalam aktivitas di COP Borneo. Saya mendapatkan tugas sebagai teknisi yang menjalankan pembuatan enrichment, kebersihan kandang 1 dan 2, jadwal disinfestasi kandang, kebersihan klinik dan gudang pakan, serta beberapa kinerja lainnya di area COP Borneo. Vian mendapatkan pembagian kinerja sebagai keeper yang bertugas untuk membawa Orangutan ke Sekolah Hutan dan menyiapkan susu serta pakan Orangutan.

Seperti kata keeper Jeuri dan Rosel, orangutan Michelle dan Pingpong lebih agresif bila ada orang baru yang datang, lain halnya dengan orangutan Uci. Beda lagi dengan Owi, bayi yang masih berumur sekitar satu tahunan, ingin selalu dipeluk. Aku menjadi ibu untuknya. (PETz)

KUKANG, NEW COMER AT COP BORNEO

New comer at the COP Borneo. It has big wound in the hand, and it is very skinny and looked very stressed. The Wildlife Authority confiscated him from trader couple days ago.
Pendatang baru di COP Borneo. Dia memiliki luka besar di tangannya, sangat kurus dan terlihart stress. BKSDA menyitanya dari seorang pedagang satwa.

PULSEOXIMETER FROM OVAID

PULSEOXIMETER is an equipment to monitor heartbeat and also oxygen level in the blood. It is a kind of portable Electro Cardio Graph (ECG). Thanks to OVAID for providing most of our medical equipments. Also thanks to Compassion and Soul for funding the development of our clinic. Your support through these two groups have saved many orangutans life.
PUlseoxymeter adalah alat untuk memantau detak jantung dan juga kadar oksigen dalam darah. Semacam EKG portabel. Terima kasih pada OVAID yang telah menyediakan hampir seluruh perlengkapan medis kami dan juga pada WC&S yang telah membangunkan klinik. Dukungan anda melalui kedua organisasi tersebut telah menyelamatkan banyak nyawa.

UCI SUFFERS PROLAPSE RECTAL

Last week, May 19,2016 the little Leci was got a fever dan she is now recovered. Uci currently suffers from prolapse rectal (the rectum slides out of place and usually sticks out of the anus) and need to have a rest from forest school. Such a hectic weeks in the clinic of COP Borneo. Thank you With Compassion & Soul that has built this clinic and Orangutan Veterinary Aid – OVAID that has completed the equipments.
Seminggu yang lalu, si mungil Leci sakit demam dan sudah pulih kembali. Sekarang Uci sakit prolaps rektal dan harus istirahat dari sekolah hutan. Minggu-minggu yang sibuk di klinik COP Borneo. Terimakasih With Compassion & Soul yang telah membangun klinik ini dan Orangutan Veterinary Aid – OVAID yang telah mengisi peralatan medisnya.

GET WELL SOON LECI

Orangutan Leci was evacuated by APE Defender (rapid response team of COP) from Kebon Agung Village, Sangatta, East Kutai, East Kalimantan on April 3, 2016. Leci was found by a farmer in a farm, separated from its mother. Orangutans get to the farms because the forest has been cleared for oil palm plantations.
Just like other ordinary kid, May 12, 2016 orangutan Leci also needs to be treated at the clinic of COP Borneo because of fever. Fortunately, Leci still has a will to eat so she does not need an IV. Get well soon, Leci.. hopefully the quarantine period will end very soon.
‪#‎forestwars‬
Orangutan Leci adalah orangutan yang dievakuasi APE Defender (tim gerak cepat COP) dari desa Kebon Agung, Sangatta, Kutai Timur, Kalimantan Timur pada 3 April 2016 yang lalu. Leci ditemukan seorang petani di kebunnya sendirian, terpisah dari induknya. Orangutan terpaksa mendatangi kebun masyarakat karena hutan sebagai habitatnya habis dibabat untuk perkebunan kelapa sawit. ‪#‎conflictpalmoil‬
Seperti anak kecil pada umumnya, saat ini 12 Mei 2016, orangutan Leci pun harus dirawat di klinik COP Borneo karena demam. Untungnya, Leci masih semangat untuk makan sehingga tidak perlu diinfus. Animal keeper dan paramedis menjadi ibu penggantinya. Cepat pulih ya Leci… semoga masa karantina cepat berakhir.

KONG TOYS FROM MELBOURNE ZOO

Boredom is the biggest problem to wildlife that are in cage . To overcome it, we can create enrichment to make orangutans busy. ‘Kong Toy’ ( a ball with holes ), donation from Melbourne Zoo is an example of enrichment combined with orangutan’s food. Kong Toys is filled with grains and honey. May 12, 2016 Orangutans will be busy taking it out, train their finger and sharpen their ability to smell. Each orangutan finish it in different ways. Time goes so fast.
Kebosanan adalah masalah utama yang diderita satwa liar yang berada dalam kurungan. Untuk mengatasi itu, dibutuhkan pengkayaan/enrichment yang membuat orangutan tersebut sibuk. Sumbangan ‘Kong Toy’ (bola dengan lubang) dari Melbourne Zoo adalah contoh enrichment yang dikombinasi dengan makanan orangutan. Kong Toys diisi biji-bijian dan madu. 9 Mei 2016, Orangutan pun sibuk mengeluarkannya, melatih jari-jarinya dan mempertajam penciumannya. Setiap orangutan menyelesaikan dengan cara yang berbeda. Tak terasa waktu pun berlalu.
‪#‎enrichmentorangutan‬

MICHELLE PRACTICE MORE

From above of forest schools COP Borneo, Orangutan Michelle bullied the animal keeper. She wanted to know what animal keeper Jefri were doing. Jefri made a note of all Michelle’s activites. What forest food has she eaten, how high she has climbed, how far has she traveled, until the forest school ended that day. Animal keeper became a mother and a friend to orangutans like Michelle.
Dari ketinggian sekolah hutan COP Borneo, Orangutan Michelle menggusilin animal keeper. Dia ingin mengetahui apa dilakukan animal keeper Jefri. Jefri mencatat semua kegiatan Michelle. Makanan hutan yang dimakan, ketinggian Michelle memanjat, luasnya menjelajah, sampai sekolah hutan berakhir hari itu. Animal keeper menjadi ibu dan teman untuk orangutan seperti Michelle.
‪#‎orangutanMichelle‬ ‪#‎animalskeeper‬ ‪#‎COPBorneo‬

CELEBRATING 1st COP BORNEO

Dalam kesederhanaan, COP Borneo merayakan setahun pemindahan 13 orangutan Samarinda ke Pusat Rehabilitasi COP Borneo di Berau, Kalimantan Timur. Pemindahan orangutan di tahun 2015 itu menandai berdirinya COP Borneo. Kerja keras selama setahun mendirikan pusat rehabilitasi ke-5 ini patut diancungi jempol. Telah berdiri kandang karantina, camp, dapur, gudang pakan, klinik, perahu dan pulau untuk orangutan.
Saat ini, pulau orangutan atau yang disebut University Island for Orangutan telah dihuni 8 orangutan. Kedelapan orangutan itu, adalah orangutan jantan remaja yang sudah cukup pandai memanjat, membuat sarang, bahkan menghilang dari pengasuhnya. Berada di pulau, diharapkan mereka bisa semakin bertahan dan saling belajar untuk menjadi liar.
“Satu tahun ini adalah tahun kami mengejar fasilitas dan kurikulum. Bagaimana orangutan mengasah insting/sifat liarnya kembali. Kami yakin mereka bisa semakin cepat belajar saat beradi alam, hutan sebagai habitatnya.”, ujar Imam Arifin, kapten APE Defender.

1st BIRTHDAY COP BORNEO

Time goes so quickly. Today COP Borneo celebrates its 1st birthday. A year ago, 13 ORANGUTANS of Temporary Shelter Samarinda. That day marked the birth of COP Borneo, the 5th orangutan rescue center in Borneo. For COP, this is the proof of our commitment. No matter how huge the obstacles, but we believe that our team can be mutually rely. COP Borneo is proof of the inevitability of a determination. A proof how powerful a dream is.
Thank you to every person who has helped us achieve this, if you have participated in any of our fundraising campaigns & orangutan adoptions thank you for helping us to build & run COP Borneo.
Waktu berlalu dengan cepat. Tak terasa, pada hari ini COP Borneo berulang tahun yang ke-1. Setahun yang lalu, 13 ORANGUTAN dari Temporary Shelter Samarinda. Hari itu menandai kelahiran COP Borneo, Pusat Penyelamatan ORANGUTAN ke 5 di Kalimantan. Bagi COP, ini adalah pembuktian komitmen kami. Tidak peduli betapa besarnya rintangan menghadang, namun kami percaya sebagai sesama anggota tim kami bisa saling mengandalkan. COP Borneo adalah bukti keniscayaan dari sebuah tekad. Sebuah bukti betapa kuatnya mimpi.

Page 15 of 16« First...1213141516