ELEVEN WILDLIFE PROTECTION ORGANISATIONS URGES TIGHT SUPERVISION FOR AIR RIFLE

YOGYAKARTA – Eleven wildlife protection organisations consists of Centre for Orangutan Protection (COP), Jakarta Animal Aid Network (JAAN), Animals Indonesia, International Animal Rescue (IAR), Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF), Orangutan Information Centre (OIC), Orangutan Land Trust (OLT), With Compassion and Soul (WCS), Orangutan Outreach, Paguyuban Pengamat Burung Jogjakarta (PPBJ) and Orangutan Veterinary Aid (OVAID) urge that supervision for air rifle use and distribution to be tightened. Air rifle bullets frequently found inside the body of animals rescued from conflict, hunting or trafficking. During 2004 to August 2016, at least 23 cases of orang-utans shooting using air rifle. Orang-utan usually found in crical condition, permanently injured, even dead. For orang-utan cases, hunters shot the orang-utan mother then seize the baby for trafficking. According to Erik Meijard in his book “Di Ambang Kepunahan” (on the brink of extinction), one dead orangutan, represents 2 – 10 dead orang-utans. And air rifle is being a serious threat to wildlife extinction. Therefore, we are stating these acts:

1. Kepolisian Republik Indonesia (Indonesian National Police) as the authorised supervisor for rifle distribution, needs to tighten the supervision of distribution and trade.
2. Conduct a raid and law enforcement since there were cases of abuse of rifle rights, which were used for wildlife hunting.

Conservation measures will be lagged if hunting and killing using air rifle are still happening. Head of Indonesia National Police must take a robust step to take action towards the abuse of rifle rights, as stated on Head of Indonesia National Police Regulation, No. 8/ 2012 about supervision and control of rifles for sports. In article 4 clause 3, stated that air rifles are used for target-shooting sports, and continued in article 5 clause 3 that its utilisation in only inside shooting range for competition and practice.

Today, we had action in 10 cities simultaneously : Aceh, Pekanbaru, Palembang, Banding, Yogyakarta, Solo, Malang, Surabaya and Palangkaraya – all asking for the same thing: for the Head of Indonesia National Police Regulation to be implemented. Because with robust law enforcement, massacre of wildlife with air rifle can be reduced.

For further details and interview, please contact info@orangutanprotection.com

SEBELAS ORGANISASI PERLINDUNGAN SATWA LIAR SERUKAN PERKETAT PENGAWASAN SENAPAN ANGIN
Untuk disiarkan segera 14 September 2016

Yogyakarta – Sebelas lembaga perlindungan satwa liar terdiri dari Centre for Orangutan Protection (COP), Jakarta Animal Aid Network (JAAN), Animals Indonesia, International Animal Rescue (IAR), Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF), Orangutan Information Centre (OIC), Orangutan Land Trust (OLT), With Compasion and Soul (WCS), Orangutan Outreach, Paguyuban Pengamat Burung Jogjakarta (PPBJ) dan Orangutan Veterinary Aid (OVAID) menyerukan agar pengawasan terhadap penggunaan serta peredaran senapan angin lebih diperketat lagi. Korban tembakan senapan angin banyak ditemukan pada satwa liar yang diselamatkan dari korban konflik, perburuan dan perdagangan.

Sepanjang kurun waktu  2004 hingga Agustus 2016 setidaknya ada 23 kasus yang tercatat untuk penembakan orangutan dengan senapan angin. Orangutan mengalami kondisi kritis, cacat permanen hingga mengalami kematian. Untuk kasus orangutan, pemburu akan menembak induk orangutan untuk mendapatkan anaknya sebelum di perdagangkan. Menurut Herman Rijksen dan Erik Meijard dalam bukunya  Di Ambang Kepunahan 1 induk yang mati terbunuh mewakili setidaknya 2 – 10 orangutan yang mati terbunuh. Dan senapan angin sudah menjadi ancaman serius akan kepunahan satwa liar dialam.

Untuk itu kami menyatakan sikap sebagai berikut:
1. Kepolisian Republik Indonesia sebagai pemegang otoritas penuh sebagai pengawas peredaran senjata api dan senapan angin perlu mempeketat peredaran dan penggunaan senapan angin.
2. Melakukan razia dan penegakan hukum karena banyak kasus penyalahgunaan senapan angin untuk berburu satwa liar.

Upaya konservasi satwa liar akan terhambat manakala perburuan dan pembunuhan dengan senapan angin masih berlangsung. Kapolri sebagai pimpinan Kepolisian Republik Indonesia harus bisa mengambil langkah tegas dan berani untuk melakukan tindakan penyalahgunaan senapan angin sesuai dengan Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2012 tentang Pengawasan dan Pengendalian Senjata Api Untuk Kepentingan Olahraga. Dalam Pasal 4 ayat 3 disebutkan senapan angin digunakan untuk kepentingan olahraga menembak sasaran atau target serta dilanjutkan di Pasal 5 ayat 3 bahwa penggunaannya di lokasi pertandingan dan latihan.
Dan hari ini kami serentak melakukan aksi di sepuluh kota, Aceh, Palembang, Pekanbaru, Bandung, Yogyakarta, Solo, Malang, Surabaya, Samarinda dan Palangka Raya meminta hal sama agar Peraturan Kapolri tersebut dilaksanakan. Karena dengan penegakan aturan yang tegas dan berani, pembantaian satwa dengan senapan angin akan bisa ditekan.
Untuk informasi dan wawancara dapat menghubungi:
info@orangutanprotection.com

TEROR SENAPAN ANGIN

Daniek Hendarto, APE Warrior captain, explains “Occasionally our rescue team takes in baby orangutans that have been shot. They are often sick and injured, disabled, some even deceased. On July 26, 2016, the arrest of an orangutan trafficker in Medan produced 4 baby orangutans, intended to be sold off. One of the babies, that we named Deka, was found by the Sumatran Orangutan Conservation Program team (SOCP) to have a bullet lodged in the back of her head. Deka is only a small example and one case of orangutans being showered with bullets. Help Centre for Orangutan Protection campaign against #terorsenapanangin (the terror of air rifles) that threatens the preservation of wildlife. Hunting is not a sport. Hunting is cruelty.”
Daniek Hendarto, kapten APE Warrior, “Terkadang tim rescue harus mengambil bayi-bayi orangutan yang sudah terhujam peluru. Mereka Sakit, Cacat hingga bahkan sudah tak bernyawa. Pada tanggal 26 Juli 2016 dilakukan penangkapan pedagang orangutan di Medan dengan barang bukti 4 bayi orangutan yang akan diperjualbelikan. Salah satu bayi kami beri nama Deka, dari hasil pemeriksaan tim Sumatran Orangutan Conservation Programme (SOCP) dalam kepala Deka terdapat satu peluru di bagian kepala belakang. Orangutan Deka adalah contoh kecil dan catatan kasus orangutan dengan hujaman peluru. Bantu Centre for Orangutan Protection mengkampanyekan #terorsenapanangin yang mengancam kelestarian satwa liar. Berburu bukan olah raga. Berburu adalah kekejaman.”

SCHOOL VISIT AT KINDER STATION JUNIOR HIGH SCHOOL

Ingin tahu tentang perlindungan satwa liar khususnya orangutan? Orangufriends siap berbagi.
Senin 23 Agustus 2016, orangufriends Yogyakarta mengunjungi SMP Kinder Station Yogyakarta. Kelas kecil sangat efektif untuk memberi pemahaman dunia konservasi yang tidak semua orang tertarik mengetahuinya. Kampanye #OrangutanBukanMainan dimana satwa dipaksa atraksi untuk pengunjung. Atraksi yang bukan merupakan perilaku alaminya. Siswa diajak berempati dari sisi sebaliknya. Edukasi yang dikemas menyenangkan, santai tapi serius.
Terimakasih orangufriends Yogya…
#schoolvisit #orangufriends

COOKING CLASS FOR KIDS

Yummie…
Lokaloka Bistro will be colaborating with COP for a Kids Cooking Class.. We’ll be cooking some fun yummy crêpes and making a super refreshing watermelon punch! We will have fun activities to know more about orangutans!
Funds will go to COP Orangutan Rehabilitation Centre in Berau, East Borneo..
It will be fun and interesting too!
Book now!
CP: KIA 081221810049

SENAPAN ANGIN TEROR SATWA LIAR

COP mengajak anda untuk menyebarluaskan kampanye TEROR SENAPAN ANGIN dengan cara foto dengan tulisan SENAPAN ANGIN TEROR SATWA LIAR. Sebarkan di media sosial mu, gunakan #TerorSenapanAngin dan @orangutan_COP
Masih ingatkah orangutan jantan dewasa Kunthi, Januari 2016? Dia buta karena di matanya terdapat peluru senapan angin.
Atau masih ingatkah orangutan Apung/Bumi? Bayi yang baru berusia dua minggu dengan peluru senapan angin di punggungnya?
Tentu masih ingat perdagangan 4 bayi orangutan di Medan! Satu diantaranya terkena peluru senapan angin di kepalanya.
Bayi orangutan dengan peluru senapan angin di tubuhnya??? Dapat dipastikan, induknya MATI.
Terimakasih atas kepedulianmu.
Save or Delete, You Decide.

INTERNATIONAL ORANGUTAN DAY

What can i say?
I’m one of the four orangutan from the illegal trade in Sumatra (26/7). Hunter killed my mom for sure. Plantation grabbed our home.
What can you do?
Save or Delete, You Decide!
Happy International Orangutan Day on August 19, 2016 …
#orangutanday #menolakpunah

WAYANG FOR EDUCATIVE PROGRAMME

Thank you Jogjakarta Community School for the creativity art of Wayang that we can used it for education and awareness. It must be very interesting performance, to used modern Wayang in our next school visit and the other events.
Every body or every group are welcome to support Centre for Orangutan Protection. Join with us… and influence more people… to take care our orangutan.. our forest…
info@orangutanprotection.com

TEROR OF AIR RIFLE

Upaya rescue yang dilakukan oleh tim penyelamatan orangutan terkadang tidak berbuah manis. Orangutan terkadang dalam kondisi luka, cacat maupun mati terkena peluru-peluru yang ditembakan dari senapan buru ke Orangutan. Tahukah kamu, untuk mendapatkan anak orangutan pemburu akan melalukan apapun termasuk membunuh induknya. Dan peluru-peluru itu nyasar menuju bayi-bayi orangutan yang tak berdosa.

Masih ingat empat bayi orangutan yang diamankan dari pedagang di Medan tanggal 26 Juli 2016 oleh tim Bareskrim Mabes Polri dibantu COP dan Animals Indonesia serta JAAN. Dari hasil pemeriksaan tim medis SOCP terdapat peluru senapan angin di bagian tengkorak kepala belakang. Peluru masuk melalui bawah mata kemudian menembus hingga kepala belakang orangutan yang kami beri nama Deka ini harus menjalani operasi pengangkatan peluru dari kepalanya.

Pada tahun 2012 ada orangutan Aan dengan hujaman 104 peluru yang dievakuasi oleh teman-teman OFI. Pada Bulan Desember teman-teman BOSF juga mengevakuasi bangkai Orangutan dengan 40 (empat puluh) peluru disebuah perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Tengah.

COP melakukan kompilasi data setidaknyan ada 21 kasus sepanjang 2012 hingga Agustus 2016 dari hasil rescue team BOSF, IAR, SOCP, OIC dan COP. Tentunya ini sebuah fenomena gunung es dan kami yakin sebenarnya masih banyak orangutan-orangutan yang terluka, cacat dan mati akibat peluru-peluru senapan angin.

Bantu kami melakukan kampanye untuk menekan kejahatan ini terus terjadi dengan melakukan kampanye mandiri, Caranya:
1. Buat Tulisan “Senapan Angin Teror Untuk Satwa Liar” bebas dengan gaya kalian.
2. Upload di Sosial Media teman-teman semua dan jangan lupa lengkapi postingan kalian dengan hastag #antisenapanangin
3. Jangan lupa mention akun COP ya.
Sekecil apapun upaya kita akan terus kita lakukan untuk menekan angka kejahatan satwa liar ini terus terjadi, terima kasih dan bantu share kepada yang lain, terima kasih salam semangat.

BATIK FOR ORANGUTAN

Kreativitas orangufriends Yogyakarta mengelola event untuk menggalang dukungan publik.
Hari ini… di Wanderlust Coffee Division Yogyakarta…
Batik dan merchandise dijual untuk perlindungan orangutan.
#proudofOrangufriends in #orangufriendEvents

Page 7 of 12« First...56789...Last »