APE WARRIOR

WAYANG FOR EDUCATIVE PROGRAMME

Thank you Jogjakarta Community School for the creativity art of Wayang that we can used it for education and awareness. It must be very interesting performance, to used modern Wayang in our next school visit and the other events.
Every body or every group are welcome to support Centre for Orangutan Protection. Join with us… and influence more people… to take care our orangutan.. our forest…
info@orangutanprotection.com

TEROR OF AIR RIFLE

Upaya rescue yang dilakukan oleh tim penyelamatan orangutan terkadang tidak berbuah manis. Orangutan terkadang dalam kondisi luka, cacat maupun mati terkena peluru-peluru yang ditembakan dari senapan buru ke Orangutan. Tahukah kamu, untuk mendapatkan anak orangutan pemburu akan melalukan apapun termasuk membunuh induknya. Dan peluru-peluru itu nyasar menuju bayi-bayi orangutan yang tak berdosa.

Masih ingat empat bayi orangutan yang diamankan dari pedagang di Medan tanggal 26 Juli 2016 oleh tim Bareskrim Mabes Polri dibantu COP dan Animals Indonesia serta JAAN. Dari hasil pemeriksaan tim medis SOCP terdapat peluru senapan angin di bagian tengkorak kepala belakang. Peluru masuk melalui bawah mata kemudian menembus hingga kepala belakang orangutan yang kami beri nama Deka ini harus menjalani operasi pengangkatan peluru dari kepalanya.

Pada tahun 2012 ada orangutan Aan dengan hujaman 104 peluru yang dievakuasi oleh teman-teman OFI. Pada Bulan Desember teman-teman BOSF juga mengevakuasi bangkai Orangutan dengan 40 (empat puluh) peluru disebuah perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Tengah.

COP melakukan kompilasi data setidaknyan ada 21 kasus sepanjang 2012 hingga Agustus 2016 dari hasil rescue team BOSF, IAR, SOCP, OIC dan COP. Tentunya ini sebuah fenomena gunung es dan kami yakin sebenarnya masih banyak orangutan-orangutan yang terluka, cacat dan mati akibat peluru-peluru senapan angin.

Bantu kami melakukan kampanye untuk menekan kejahatan ini terus terjadi dengan melakukan kampanye mandiri, Caranya:
1. Buat Tulisan “Senapan Angin Teror Untuk Satwa Liar” bebas dengan gaya kalian.
2. Upload di Sosial Media teman-teman semua dan jangan lupa lengkapi postingan kalian dengan hastag #antisenapanangin
3. Jangan lupa mention akun COP ya.
Sekecil apapun upaya kita akan terus kita lakukan untuk menekan angka kejahatan satwa liar ini terus terjadi, terima kasih dan bantu share kepada yang lain, terima kasih salam semangat.

BATIK FOR ORANGUTAN

Kreativitas orangufriends Yogyakarta mengelola event untuk menggalang dukungan publik.
Hari ini… di Wanderlust Coffee Division Yogyakarta…
Batik dan merchandise dijual untuk perlindungan orangutan.
#proudofOrangufriends in #orangufriendEvents

JAKSA PEGANG PERANAN PENTING  UNTUK MENEKAN KEJAHATAN SATWA LIAR DI INDONESIA

Jakarta – Rendahnya tuntutan hukum untuk pelaku kejahatan satwa liar membuahkan vonis hukum rendah pula, kejahatan ini pun masih marak terjadi. Perputaran uang dalam bisnis perdagangan satwa liar sangat besar sehingga memicu kejahatan ini subur terjadi. Upaya penegakan hukum yang seharusnya menjadi kunci keberhasilan menekan angka kejahatan ini menjadi tumpul manakala tuntutan Jaksa ringan dan membuahkan putusan hukum yang ringan pula. 
 
“Semua pihak sudah bekerja keras membendung kejahatan satwa liar ini terjadi. Namun terjadi kembali karena hukuman yang ringan. Mulai dari pengumpulan data hingga proses penegakan hukum. Upaya penegakan hukum menjadi lemah manakala dalam proses meja hijau pelaku kejahatan hanya mendapatkan tuntutan rendah dari Jaksa Penuntut Umum. Sehingga berbuah putusan rendah dan tidak sepadan dengan kejahatan yang telah dilakukannya.”, Ramadhani, Managing Director COP.
 
Pihak Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Kepolisian, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) secara bersama melakukan segala upaya guna melakukan pencegahan dari upaya persuasif hingga represif yang bermuara hukuman maksimal bagi para pelaku kejahatan satwa liar. Namun selalu berujung putusan rendah karena tuntutan yang rendah dari pihak Jaksa Penuntut Umum.
 
“Putusan hukum rendah akibat dari tuntutan hukum rendah kita ambil contoh kasus perdagangan beruang madu di Semarang, Jawa Tengah yang melibatkan oknum dokter hewan Kebun Binatang hanya kena vonis tiga bulan penjara. Pelaku penjual kulit harimau Sumatera di Sumatera Selatan yang ditangkap Polda Sumatera Selatan hanya divonis enam bulan penjara. Pelaku pembantaian orangutan di Kalimantan Timur tahun 2012 hanya divonis delapan bulan penjara. Ini menunjukan bahwa permasalahan satwa liar dianggap sepele dan tidak penting. Padahal kunci dalam upaya konservasi adalah penegakkan hukum agar  tidak terjadi dan terulang kembali.”, tegas Ramadhani, Managing Director COP.
 
Sudah saatnya Kejaksaan Agung mengambil peran dan mendukung upaya konservasi satwa liar di Indonesia melalui Jaksa Penuntut Umum untuk menjalankan peran dalam proses pengadilan dan dapat memberikan tuntutan hukum yang maksimal bagi para pelaku kejahatan satwa liar. Karena dengan upaya ini akan timbul efek jera.
 
Untuk informasi dan wawancara silahkan menghubungi:
Ramadhani, Managing Director COP.
P: 081349271904
E: dhani@cop.or.id

COOKING FOR ORANGUTAN KIDS

There a lot of ways to help orangutan. LokaLoka and Orangufriends presented Cooking for Orangutans in Yogya. This is for Kids, and it is the 3rd one. All donation going through the project.
Ada banyak cara untuk membantu orangutan. LokaLoka dan Orangufriends mempersembahkan Cooking for Orangutan di Yogya. Ini untuk anak – anak dan kali ini sudah yang ke tiga. Seluruh donasi disalurkan ke proyek lapangan.

APA YANG KITA MENANGKAN? HARAPAN

Saya kira terlibat dalam operasi penyelamatan satwa dari perdagangan ilegal akan menjadi hal yang sangat mengesankan dan menyenangkan. Saya keliru.

Kami sudah keluar gerbang tol terakhir menuju Surabaya ketika saya sadar tidak membawa stetoskop dan termometer, yang mana akan sangat membantu dalam pemeriksaan kondisi fisiologi satwa pasca penyelamatan. Empat tahun lebih belajar ilmu kedokteran hewan dan saya masih sering lupa terhadap apa yang bisa dan harus saya lakukan dalam keadaan seperti ini. Bagaimanapun, kami menuju Kantor Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Surabaya untuk mempersiapkan semuanya.

Operasi penyelamatan satwa ini dilaksanakan oleh tim Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Ditjen Gakum LHK) Seksi 2 Surabaya dengan dibantu oleh Centre for Orangutan Protection (COP) dan Animals Indonesia. Meskipun sempat mengalami kesulitan untuk mendapatkan kepercayaan pedagang dalam transaksi, akhirnya proses penyergapan di salah satu perumahan daerah Wiyung, Surabaya, tersebut berjalan dengan aman dan dalam waktu yang relatif singkat. Tim berhasil menyelamatkan dua ekor anak lutung jawa (Javan Langur – Trachypithecus auratus) umur dibawah tiga dan enam bulan serta empat ekor kukang jawa (Javan Slow Loris – Nycticebus javanicus). Keduanya terlampir dalam daftar satwa dilindungi menurut Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999.

“Penyergapan berhasil – satwa diselamatkan dari perdagangan ilegal – selesai,” bodohnya saya sempat berpikir begitu hingga kami menyadari salah satu dari lutung jawa yang diselamatkan berada dalam kondisi yang sangat lemah. Kami langsung melakukan pemeriksaan seadanya dan menemukan bahwa anak lutung ini berada dalam kondisi dehidrasi yang berat. Sekujur tubuhnya dingin dan kering, pernapasan dan denyut nadi sangat lemah, membran mukosa sangat pucat dengan Capillary Refill Time (CPR – metode pemeriksaan dehidrasi dengan melihat kecepatan darah kembali ke pembuluh kapiler) yang jauh di atas normal (< 2 detik). Kami berpencar mencari pakan, menghangatkan tubuh lutung tersebut dengan handuk dan pakaian, memberikan upaya terbaik untuk mengembalikan kondisinya sambil menunggu proses hukum hari itu selesai.

Setelah melewatkan beberapa jam yang mengkhawatirkan, akhirnya lutung tersebut mau minum dan makan. Bagi saya bagaikan matahari terbit sekali lagi hari itu. Sore hari kami langsung bergerak cepat menuju kota Malang, mencari dokter hewan yang dapat memberikan pertolongan lanjutan sebelum membawa satwa-satwa ke Javan Langur Center (JLC) di Coban Talun. Dokter hewan membenarkan kondisi dehidrasi anak lutung itu, lalu memberikan terapi cairan serta vitamin secara gratis atas nama kepedulian. Saya menemukan lagi kepercayaan saya terhadap kemanusiaan, lalu kami bergerak cepat ke JLC. Hampir tengah malam ketika kami sampai dan udara dingin menusuk. Satwa berhasil dipindahkan ke kandang yang lebih luas dan hangat. Saya menghabiskan sisa waktu di depan inkubator tempat Araya (nama yang kami berikan) yang lemah duduk merengek dan gelisah. Saya berjanji akan kembali esok pagi, lalu kami pulang dan beristirahat.

Esoknya, sekitar pukul 08.30 WIB, saya bersiap berangkat ke kampus ketika telepon berdering. Apa yang saya dengar sungguh menyesakkan, Araya tidak mampu bertahan. Saya mencoba mengerti, “Tidak semua pertempuran akan kita menangkan, yang terpenting adalah kita telah mengupayakan dengan sepenuh hati.”. Yang tidak bisa saya mengerti adalah jika setelah ini masih ada orang yang memburu, memperdagangkan, dan memelihara satwa liar seperti lutung jawa dengan alasan kasihan. Ketika orang terus membeli walau niatnya karena kasihan, maka pemburu akan terus mencari lagi dari alam. Untuk setiap anak lutung yang diperdagangkan, hampir pasti ada induk yang mati terbunuh. Saya hanya tak ingin melihat Araya-Araya lain. Perasaan itu membuat saya porak poranda, tak ada senyum di sisa hari itu. Terima kasih untuk tim yang telah bekerja dengan sangat baik. Kini kami memupuk harapan pada Sartika (anak lutung yang lain) dan keempat kukang jawa yang tersisa, juga harapan kepada semua orang. Mari semua jangan berhenti berjuang. (BAYU, Orangufriends Malang)

COMBAT ILLEGAL WILDLIFE TRADE

4 slow loris and 2 trachyphitecua auratus, SAVED from trader Surabaya, East Java.
Undangan Liputan: Tim Ditjen Gakkum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dengan didukung Animals ID dan COP pada hari ini berhasil menggagalkan transaksi beberapa primata endemik Jawa yang dilindungi Undang – Undang. Konferensi Pers akan diselenggarakan sore ini jam 4 di Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum LHK, Jalan Juanda 100, dekat bandara Juanda Surabaya. Terima Kasih.
#combatillegalwildlifetrade

WORLD RANGER DAY

World Ranger Day commemorates rangers killed or injured in the line of duty, and celebrates the work rangers do to protect precious ecosystems and the species within.
World Ranger Day is observed annually on the 31st of July, and is promoted by the 54 member associations of the International Ranger Federation and by individuals, businesses and governments who support the work of rangers and the IRF.
We would like to send a massive thank you to our staff at the Labanan Research Forest where we run Orangutan Rehabilitation Program. They are not just caring orangutan but also bravely protect the forest.
We would also like to thanks the With Compassion and Soul for funding is.
#worldrangerday #protecthabitat

A BABY WITH BULLET IN HIS CHEST?

A baby orangutan, without his mommy… his mommy can be ascertained dead, killed.
Baby Apung/Bumi is a baby orangutan rescued from Tumbang Koling village, Central Kalimantan by APE Crusader team Centre for Orangutan Protection on June 17, 2016 a month ago. When APE Crusader found him, Apung/Bumi is very weak. After passing a medical at the BOS Nyarumenteng, he is known to have a bullet in his chest.

Baby with bullet in the his chest??? Can you imagine it?

Thank you for you support, so that we can save Apung/Bumi or the others.
Bayi orangutan, tanpa induk… dapat dipastikan induknya mati, terbunuh.
Bayi Apung/Bumi adalah bayi orangutan yang diselamatkan dari desa Tumbang Koling oleh tim APE Crusader Centre for Orangutan Protection pada 17 Juni 2016 yang lalu. Pada saat tim menemukannya, Apung/Bumi sangat lemah sekali. Setelah melalui tes kesehatan di BOS Nyarumenteng, diketahui ada sebutir peluru di dadanya.

Bayi dengan sebutir peluru di dada? Apakah kamu bisa membayangkannya? 
Terimakasih atas dukunganmu, sehingga kami bisa menyelamatkan bayi Apung/Bumi ini.

Page 5 of 9« First...34567...Last »