COP URGES THS TO GIVE TWO ORANGUTANS UP TO THE STATE

Two orangutans entered Siantar Animal Park or Taman Hewan Siantar (THS) in Pematang Siantar city, North Sumatera, allegedly from the communities are being talked about. Here is Centre for Orangutan Protection (COP)’s attitude statements:

1. Both orangutans are still able to be rehabilitated and it is appropriate for THS to hand over two individual orangutans to the state for quarantine and rehabilitation before release them back into the forest.

2. North Sumatera has orangutan rehabilitation center that has good facilities and accredibility in orangutan rehabilitation program under the Natural Resources Conservation Center (BKSDA) of North Sumatera

3. Sumatran orangutan is listed as critically endangered and the government has efforts to increase its population and all parties must support, including THS.

4. We support North Sumatra BKSDA to evacuate those two individual orangutans and send them into rehabilitation center.

Poaching and illegal trading has been and still a serious problem for Sumateran Orangutans. In 2015-2016, the COP team had assisted the police and the Ministry of Environment and Forestry (KLHK) to conducted seizure operations Sumateran orangutan trade cases for at least 4 cases with evidence of 9 Sumateran orangutan babies in Langsa, Medan, Jakarta, and Garut.

For further info and interview, please contact:
drh. Rian Winardi
COP Ex-situ Campaigner
Phone no: 085245905754
Email: info@orangutanprotection.com

COP DESAK THS SERAHKAN 2 ORANGUTAN KE NEGARA
Masuknya dua individu orangutan Sumatera di Taman Hewan Siantar (THS) di kota Pematang Siantar, Sumatera Utara yang diduga bersumber dari masyarakat sedang ramai diberitakan. Berikut pernyataan sikap dari Centre for Orangutan Protection (COP):

1. Kedua orangutan tersebut masih bisa direhabnilitasi dan sudah sepantasnya pihak THS menyerahkan 2 individu orangutan kepada Negara untuk di karantina dan rehabilitasi sebelum dilepasliarkan menuju alam.

2. Sumatera Utara memiliki pusat rehabilitasi orangutan yang memiliki fasilitas serta kredibilitas yang baik dalam program rehabilitasi orangutan di bawah naugan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Utara.

3. Orangutan Sumatera termasuk dalam satwa yang terancam punah dan pemerintah memiliki upaya meningkatkan populasi dan semua pihak wajib mendukung termasuk THS.

4. Mendukung BKSDA Sumatera Utara untuk melakukan evakuasi terhadap kedua individu orangutan tersebut dan mengirimkannya ke pusat rehabilitasi orangutan.

Perburuan dan perdagangan masih menjadi ancaman serius bagi orangutan Sumatera. Setidaknya kurun waktu tahun 2015-2016, tim COP membantu Kepolisian dan Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melakukan operasi penyitaan untuk kasus perdagangan orangutan Sumatera sebanyak 4 kasus dengan barang bukti sejumlah 9 bayi orangutan Sumatera di kota Langsa, Medan, Jakarta dan Garut.

Untuk informasi dan wawancara, silahkan hubungi:

drh. Rian Winardi
Juru Kampanye Eks Situ COP
HP: 085245905754
Email: info@orangutanprotection.com

Mustafa Imran
PLH BKSDA Sumatera Utara
HP: 081260696826

TAMAN HEWAN SIANTAR OUGHT TO RETURN TWO ORANGUTANS

Taman Hewan Siantar/ Siantar Animal Park (THS) in North Sumatera alleged to have two Sumatran orangutans obtained by poaching. The orangutans are estimated at approximately 15-20 years old for the mature and 4-5 years old for the infant. “this is a violation of the Indonesian policy and commitment in the regulation of minister of forestry number P.53/Menhut-IV/2007 on Strategy and Orangutan Conservation Action Plan 2007-2017, that all orangutans confiscated from illegal pet and trade should be set in rehabilitation program to prepare them back for the wild.”, said Panut Hadisiswoyo, Director of YOSL-OIC in Medan.

Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Norh Sumatera had tried to take the orangutans but THS refused and asked permission to take care if them.

“North Sumatera has orangutan rehabilitation center in Batumbelin, Simbolangin. There is no reason for THS to take care the orangutans themselves, the orangutans will lost their chance to get back wild in their habitat. The two orangutan should undergo a rehabilation!”, Ramadhani, Manager of Orangutan and Habitat Protection program boldly said.

“Pematang Siantar Animal Park or previously known as Pematang Siantar Zoo is a zoo that still need to fight to address their animal welfare issue.”, Ramadhani added.

TAMAN HEWAN SIANTAR HARUS KEMBALIKAN DUA ORANGUTAN
Diduga ada dua individu orangutan Sumatera hasil perburuan berada di Taman Hewan Siantar (THS), Sumatera Utara. Kedua individu orangutan ini diperkirakan berusia 15-20 tahun dan anakan yang berusia 4-5 tahun. “Ini adalah pelanggaran terhadap komitmen dan kebijakan pemerintah Indonesia yang ditetapkan dalam Permenhut P.53/Menhut-IV/2007 tentang Strategi dan Rencana Aksi Konservasi Orangutan 2007-2017, bahwa semua orangutan sitaan dari perdagangan hewan dan peliharaan harus dimasukkan dalam program rehabilitasi untuk dikembalikan ke hutan.”, Panut Hadisiswoyo, direktur YOSL-OIC di Medan.

Pihak Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara sudah berupaya untuk mengambil orangutan tersebut namun THS menolak dan meminta izin untuk merawat orangutan tersebut.

“Sumatera Utara itu memiliki pusat rehabilitasi orangutan di Batumbelin, Sibolangit. Tidak ada alasan, kenapa orangutan tersebut harus dirawat di THS yang menyebabkan orangutan tersebut tidak memiliki kesempatan untuk kembali ke habitatnya. Kedua orangutan tersebut harus menjalani rehabilitasi!”, tandas Ramadhani, manajer program perlindungan habitat dan orangutan COP.

“Taman Hewan Pematang Siantar atau sebelumnya lebih dikenal dengan Kebun Binatang Pematang Siantar adalah sebuah kebun binatang yang masih harus berjuang untuk mengatasi persoalan kesejahteraan satwanya.”, tambah Ramadhani.

DART FROM ORANGUFRIENDS AUSTRALIA

Kamu bingung bisa bantu apa? Ini adalah Kelsie Prabawa, salah satu alumni COP School yang berasal dari Australia. Dia menanyakan ke teman-teman nya, apa yang bisa dia bawa dari Australia untuk orangutan di pusat rehabilitasi orangutan COP Borneo, Kalimantan Timur. Dalam sekejap, barang-barang titipan pun sampai di rumahnya dan siap untuk dibawa ke Indonesia.

Simpel ya! Tapi tau ngak, ini sangat membantu sekali. “Perlengkapan untuk membius ini harus pesan dulu kalau di Indonesia. Bisa 3-4 bulan baru barang bisa sampai tujuan. Selain itu, jumlahnya juga kadang tidak sebanyak yang kita pesan karena keterbatasan barang.”, kata Ryan Winardi, dokter hewan COP. “Peralatan ini bisa digunakan berulang kali loh untuk menghemat.”, tambah Ryan lagi.

Nah, sudah tahu kan? Mau membantu orangutan, ngak usah bingung. Siapa pun kamu, tentu saja bisa membantu orangutan Indonesia, si kerabat merah kita yang memiliki kesamaan DNA 97%. Terimakasih mbak Kelsie dan orangufriends Australia.

VOLCANIC ASH ENVELOPED PAKEM, YOGYAKARTA

The eruption of Mount Merapi on Friday morning seen from the APE Warrior camp in Yogyakarta apparently has a column height of 5,500 m from the top of the crater. Mount Merapi located in the districts of Klaten, Magelang, Boyolali and Sleman was throwing volcanic ash, sand and meterial piroklatik.

“The eruption is a phreatic eruption that is caused by a boost of water vapor pressure caused by the contact of water masses with heat under the crater of Mount Merapi,” said Sutopo Purwo Nugroho, head of the Information Data and Public Relations Center of the National Disaster Relief Agency.

“The status of Mount Merapi to date is still normal (level I) with a dangerous radius at 3 km from the top of the crater.”

The ash rain reached the APE Warrior camp. APE Warrior Team with Orangufriends Yogyakarta immediately coordinate with related parties and conduct initial assessment for disaster management if needed later. The team raised the drones in Pakem sub-district, Sleman district, Yogyakarta Special Region in the afternoon. Volcanic ash has enveloped this district. (LSX)

ABU VULKANIK MENYELIMUTI PAKEM, YOGYAKARTA
Letusan gunung Merapi pada Jumat pagi yang terlihat dari camp APE Warrior Yogyakarta ternyata mempunyai tinggi kolom 5.500 m dari puncak kawahnya. Gunung Merapi yang berada di kabupaten Klaten, Magelang, Boyolali dan Sleman itu melontarkan abu vulkanik, pasir dan meterial piroklatik.

“Letusan yang terjadi adalah letusan freatik yaitu akibat dorongan tekanan uap air yang terjadi akibat kontak massa air dengan panas di bawah kawah gunung Merapi.”, kata Sutopo Purwo Nugroho, kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana melalui rilis.

“Status gunung Merapi hingga saat ini masih tetap normal (level I) dengan radius berbahaya di 3 km dari puncak kawah.”.

Hujan abu pun sampai di camp APE Warrior. Tim APE Warrior bersama Orangufriends Yogyakarta segera berkoordinasi dengan pihak terkait dan melakukan assessment awal untuk penanggulangan bencana jika diperlukan nantinya. Tim menaikkan drone di kecamatan Pakem, kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta pada siang harinya. Abu vulkanik telah menyelimuti kecamatan ini.

BREAKING NEWS: FREATIC ERUPTION Mt. MERAPI YOGYAKARTA

Terlihat letusan gunung Merapi, Yogyakarta dari camp APE Warrior pada Jumat pagi. Gempa yang terjadi juga dirasakan dan membuat tim APE Warrior langsung bersiap. Tim APE Warrior adalah tim yang lahir saat gunung Merapi meletus pada tahun 2010 yang lalu. Hingga saat ini, setiap ada bencana alam, tim APE Warrior bersama Orangufriends (kelompok pendukung COP) membantu penanggulangan bencana untuk satwa yang terdampak.

Informasi terkait Letusan Freatik Gunung Merapi, masyarakat dihimbau untuk tetap tenang. Jauhi radius 3 km dari puncak gunung Merapi.
Silahkan menghubungi Call Center PUSDALOPS BPBD Kabupaten Magelang di:
Telp dan Fax : (0293) 789999
Hotline/WA : +62293789999
Website :
Facebook : BPBD KabMagelang
Twitter : @BPBDMagelang
Instagram : @bpbdkabmagelang
Frekwensi Radio : RX =169.575 MHz
TX = 164.575 MHz ( dupleks -5000 )
Tone = 88,5
Email : pusdalopsbpbdmagelangkab@gmail.com
Sistem Informasi :

WOUND OF THE CRESTED HONEY BUZZARD IMPROVED

One day after the operation, a joint medical teamof WRC Jogya and COP did a bandage replacement for post-operation wound on a crested honey buzzard. One bullet that was on its left wing was successfully removed, but the broken bone fractures could not be cleaned entirely.

“For now, the wound is good and dry. It shows a good healing process. Until today, the bird is still being given medicine and being fed.”, explained drh. Felisitas Flora.

Afterwards, the bird’s condition will continue to be monitored for its development. The healing process of its left wing will certainly takes time. We can not ensure how long. This crested honey buzzard is an animal deposited by BKSDA Yogya. The bird was probably migrating from its habitat that was entering winter season and got shot by irresponsible people in Yogyakarta. The air rifle bullets that nest on its wings were evidence how weal the supervision of airguns utilisation.

Based on the Regulation of the Chief of Police Number 8 of 2012 concerning Supervision and Control of Firearms for Sports Interest, air rifles are only used for the purpose of shooting targets (article 4 paragraph 3) and are only used at the location of matches and training (article 5 paragraph 3).(SAR)

LUKA ELANG SIKEP MADU MEMBAIK
Satu hari setelah operasi, tim medis gabungan WRC Jogja dan COP melakukan penggantian perban untuk luka paska-operasi pada Elang Sikepmadu. Satu butir peluru yang berada di pangkal sayap kirinya telah berhasil diambil, namun pembersihan serpihan tulang yang hancur tidak dapat dilakukan secara keseluruhan.

“Untuk saat ini, kondisi luka bagus dan kering. Ini menunjukkan proses penyembuhan yang baik. Hingga hari ini, Elang Sikepmadu masih diberi obat dan diberi makan dengan cara ‘diloloh’.”, demikian penjelasan drh. Felisitas Flora.

Selanjutnya Elang akan terus dipantau untuk perkembangannya. Proses pemulihan fungsi dari sayap kirinya tentunya akan memakan waktu. Kami sendiri tidak bisa memastikan berapa lama. Elang Sikepmadu ini adalah satwa titipan BKSDA Yogya. Elang Sikepmadu kemungkinan besar sedang masa bermigrasi dari habitatnya yang sedang memasuki musim dingin dan tertembak orang tak bertanggung jawab di Yogyakarta. Peluru senapan angin yang bersarang di sayapnya adalah bukti lemahnya pengawasan penggunaan senapan angin.

Berdasarkan Peraturan Kapolri Nomor 8 Tahun 2012 tentang Pengawasan dan Pengendalian Senjata Api untuk Kepentingan Olahraga, senapan angin hanya digunakan untuk kepentingan menembak sasaran atau target (pasal 4 ayat 3) dan hanya digunakan di lokasi pertandingan dan latihan (pasal 5 ayat 3). (FLO)

THERE IS A BULLET IN THE BODY OF CRESTED HONEY BUZZARD

This is a migratory bird that moving when the winter arrives. He survived in mimicking a stronger predatory bird. His is a crested honey buzzard (Pernis ptilorhynchus) . He looks less active and rarely uses his left wing. “Apparently, someone has shot him. There is a bullet in his left wing,” said drh. Flora Felisitas, COP veterinarian in Yogyakarta.

X-rays show a foreign object at the base of his left wing. At 3 May 2018, a surgery was conducted by drh. Irna Irhamna Putri, MSc (WRC) with drh. Flora Felisitas (COP). One bullet was removed from its body. “When the bullet is released, there is some pieces of a broken bone. The bullet is alleged to have been in the eagle’s body for more than a month,” said drh. Flora again.

The bullet destroyed the bone at the base of the wing. “We cannot clean the broken bone fragments as a whole, because it can affect the healing time of these surgical wounds,” added drh. Flora.

This crested honey buzzard was found by the people in Kulon Progo, Yogyakarta. Then it handed over to the BKSDA Yogyakarta and entrusted to the Wildlife Rescue Center Yogya. Currently, the condition of the bird is still under an intensive supervision of veterinarians to ensure it conditions remain conducive and improved. (IND)

ADA PELURU DI TUBUH ELANG SIKEP MADU
Burung ini adalah burung migrasi saat musim dingin tiba. Dia bertahan hidup dengan menyamar menyerupai burung pemangsa yang lebih kuat. Elang Sikep Madu namanya. Dia terlihat kurang aktif dan jarang menggunakan sayap kirinya. “Ternyata, seseorang telah menembaknya. Ada peluru di sayap kirinya.”, ujar drh. Felisitas Flora, dokter hewan COP yang kebetulan sedang berada di Yogyakarta.

Hasil rontgen memperlihatkan adanya benda asing di pangkal sayap kirinya. Siang 3 Mei 2018 dilakukan operasi oleh drh. Irna Irhamna Putri, MSc (WRC) bersama drh. Felisitas Flora S. M (COP). Satu butir peluru berhasil dikeluarkan dari tubuh Elang Sikep Madu ini. “Saat peluru dikeluarkan, ada nanah yang berwarna putih keruh. Peluru diduga sudah berada di dalam tubuh elang lebih dari satu bulan.”, ujar drh. Flora lagi.

Peluru tersebut menghancurkan tulang dibagian pangkal sayap. “Kami tidak dapat membersihkan serpihan tulang yang hancur secara keseluruhan, karena dapat berpengaruh terhadap lamanya penyembuhan luka pembedahan ini.”, tambah drh. Flora.

Elang Sikep Madu ini adalah hasil temuan warga Kulon Progo, Yogyakarta yang diserahkan ke BKSDA Yogyakarta lalu dititipkan kepada Wildlife Rescue Centre Yogya. Saat ini kondisi elang masih dalam pengawasan dokter hewan secara intensif untuk memastikan kondisinya tetap kondusif dan membaik. (PETz)

5 EAGLES RESCUED FROM MERCHANTS

Tuesday, March 27, 2018 has caught one suspected hawk merchant in Nanjung village, Margaasih sub-district, Bandung regency, West Java. From joint operation of COP with team of Ditipidter Polda West Java, BKSDA West Java and assisted Orangufriends Bandung to secure 5 (five) eagles. According to the suspect, the supply of hawk eagles and sea eagles comes from the province of Bangka Belitung.

“The suspect is one of the Falconary elders of Bandung. Every week, his home becomes the training ground for eagles’ lovers to learn together, “explained Hery Susanto, coordinator of Anti Wildlife Crime COP.

The ‘Lovers’ Eagle is unlikely not to know the status of the eagle which is a protected animal of the Act. Position of suspect houses that are in densely populated people’s attention. “We hope people can learn firsthand, that maintaining and trading protected animals is illegal. A maximum of 5 years imprisonment and a fine of 100 million is a punishment that the perpetrator must undergo. But this punishment is still too light, that’s why there are still illegal keepers and wildlife traders protected. This business is still profitable, even if cut penalties and fines. “, Added Hery Susanto.

Thank you Orangufriends Bandung for helping with this joint operation. The Center for Orangutan Protection support group is a special force for the COP. The extent of the Orangufriends network has been shown to repeatedly save both protected and unprotected wildlife and other pets from abuse and cruelty. #proudoforangufriends (L)

5 ELANG DISELAMATKAN DARI PEDAGANG
Selasa, 27 Maret 2018 telah tertangkap satu orang tersangka pedagang elang di desa Nanjung, kecamatan Margaasih, kabupaten Bandung, Jawa Barat. Dari operasi gabungan COP bersama tim Ditipidter Polda Jawa Barat, BKSDA Jawa Barat dan dibantu Orangufriends Bandung mengamankan 5 (lima) elang. Menurut tersangka, pasokan elang pemburu dan elang laut berasal dari provinsi Bangka Belitung.

“Tersangka merupakan salah satu sesepuh Falconary Bandung. Setiap minggu, rumahnya menjadi tempat latihan para ‘pecinta’ elang untuk belajar bersama.”, urai Hery Susanto, kordinator Anti Wildlife Crime COP.

‘Pecinta’ Elang tidak mungkin tidak mengetahui status elang yang merupakan satwa dilindungi Undang-Undang. Posisi rumah tersangka yang berada di padat penduduk sempat menjadi perhatian warga. “Kami berharap warga bisa belajar langsung, bahwa memelihara dan memperdagangkan satwa dilindungi melanggar hukum. Penjara maksimal 5 tahun dan denda 100 juta adalah hukuman yang harus dijalani pelaku. Tapi hukuman ini masih terlalu ringan, itu sebabnya masih saja ada pemelihara ilegal dan pedagang satwa liar dilindungi. Bisnis ini masih menguntungkan, sekali pun dipotong hukuman dan denda.”, tambah Hery Susanto.

Terimakasih Orangufriends Bandung yang telah membantu operasi bersama ini. Kelompok pendukung Centre for Orangutan Protection adalah kekuatan tersendiri bagi COP. Luasnya jaringan Orangufriends telah terbukti berulang kali menyelamatkan satwa liar baik dilindungi maupun yang tidak dilindung dan hewan peliharaan lainnya dari perlakuan kekejaman maupun kejahatan. #proudoforangufriends

ANIMAL PARKS WADUK GAJAH MUNGKUR ARE INVITED TO IMPROVE THE ORANGUTAN’S WELFARE

Assault to injuring wildlife guards by male orangutans at the Wajah Gajah Mungkur Wildlife Park (WGM) Wonogiri, Central Java on Saturday, January 20, 2018 was really apprehensive. The condition of orangutan Jacko (16 years) who was lusting allegedly makes this orangutan more aggressive to cause the accident.

In the third week of March, the APE Warrior COP team sent a team to conduct a quick assessment of the orangutans in the wildlife park. The conclusions obtained by the team is the condition of less prosperous orangutans. An empty cage condition without enrichment and exacerbated by the unavailability of clean water to drink further aggravates the situation. The orangutan cage also contains a lot of plastic waste.

“We submit some recommendations to the wildlife park Gajah Mungkur Reservoir to improve the welfare of animals, especially orangutans. We hope the visitors of the wildlife park can also be more intelligent to keep clean and not to give food that is not orangutans food.”, said Hery Susanto, coordinator of Anti Wildlife Exploitation COP.(LSX)

TAMAN SATWA WADUK GAJAH MUNGKUR DIAJAK TINGKATKAN KESEJAHTERAAN ORANGUTANNYA
Penyerangan hingga melukai petugas penjaga taman satwa oleh orangutan jantan di Taman Satwa Wisata Waduk Gajah Mungkur (WGM) Wonogiri, Jawa Tengah pada Sabtu, 20 Januari 2018 yang lalu sungguh memprihatinkan. Kondisi orangutan Jacko (16 tahun) yang sedang birahi diduga membuat orangutan ini semakin agresif hingga menyebabkan kecelakaan tersebut.

Pada minggu ketiga bulan Maret, tim APE Warrior COP menurunkan tim untuk melakukan penilaian cepat pada orangutan yang berada di taman satwa ini. Kesimpulan yang diperoleh tim adalah kondisi orangutan kurang sejahtera. Kondisi kandang yang kosong tanpa pengkayaan dan diperburuk dengan tidak tersedianya air bersih untuk minum semakin memperburuk keadaan. Kandang orangutan juga terdapat banyak sampah plastik.

“Kami menyampaikan beberapa rekomendasi kepada taman satwa wisata Waduk Gajah Mungkur untuk peningkatan kesejahteraan satwa terutama orangutan. Kami berharap para pengunjung taman satwa juga bisa semakin cerdas untuk tetap menjaga kebersihan dan tidak memberi makanan yang bukan makanan orangutan.”, tegas Hery Susanto, kordinator Anti Wildlife Exploitation COP.

SMOKING ORANGUTAN IN BANDUNG ZOO

March 6th 2018. The video of smoking orangutan from cigarette thrown by a zoo visitor adds another mark on the list of poor management of conservation institution. “This situation keeps happening. Still remember about orangutan Tori in Taru Jurug Zoo in Solo? Tori made news from his habit of smoking from cigarettes thrown by visitors,” stated Daniek Hendarto, Ex-Situ Manager for COP.

On mid-2012, Centre for Orangutan Protection supported TSTJ Zoo on transferring Tori to an island, after assessing that his enclosure was exposed to some risk, contact with visitors was one of it. The enclosure gave opportunity for visitors to freely throwing cigarettes into the enclosure.

Since 2012, COP trained the volunteers, also known as Orangufriends, to become interpreters for the zoo. The Orangufriends spent their free time volunteering as guide in front of the orangutan enclosure in Ragunan Zoo Jakarta, KRUS Zoo East Kalimantan, and TSTJ Zoo Solo. The visitors were invited to understand the behavior and the main role of orangutan in the wild.

Early March 2018, we were shocked by another news of smoking orangutan. “Generally, the zoos in Indonesia are slowly destructed by the behavior of the visitors. This is the consequence of the negligence of zoo management and insufficient facilities,” stated Hery Susanto, Anti-Wildlife Exploitation Coordinator for COP. “Let’s be a wise and responsible visitors of conservation institution. The management also needs to pay more attention to the wellbeing of the animals, and put extra effort to improve the facilities of their conservation institution,” Hery added, optimistically. (Zahra_Orangufriends)

ORANGUTAN MEROKOK DI KEBUN BINATANG BANDUNG
Video Orangutan menghisap rokok yang dilemparkan pengunjung di kebun binatang Bandung semakin menambah daftar hitam pengelolaan lembaga konservasi. “Kejadian ini terus berulang. Masih ingat orangutan Tori di kebun binatang Taru Jurug Solo? Tori terkenal dengan kebiasaanya merokok karena dilempari pengunjung dengan rokok yang menyala.”, papar Daniek Hendarto, manajer Ex-Situ COP.

Pertengahan tahun 2012 Centre for Orangutan Protection mendampingi kebun binatang TSTJ untuk memindahkan Tori ke pulau, setelah menilai enclosure/kandang tanpa jeruji besi masih terdapat kelemahan. Tidak adanya pembatas antara enclosure dengan pengunjung salah satunya. Ini membuat pengunjung begitu leluasa melempar rokok maupun benda lainnya ke dalam enclosure.

Sejak 2012, COP melatih para relawannya yang tergabung di orangufriends untuk menjadi interpreter di kebun binatang. Para orangufriends meluangkan waktu istirahatnya untuk menjadi pemandu di depan kandang maupun enclosure orangutan di kebun binatang Ragunan Jakarta, KRUS Kalimantan Timur dan TSTJ Solo. Pengunjung diajak untuk memahami orangutan, prilaku dan fungsi utamanya di alam.

Di awal Maret 2018, kita dikejutkan kembali dengan kasus orangutan merokok. “Secara umum, kebun binatang di Indonesia digerogoti disiplin pengunjung. Hal ini dikarenakan sikap abai pengelola dan fasilitas yang tidak memadai.”, kata Hery Susanto, kordinator Anti Wildlife Exploitation COP. “Mari kita menjadi pengunjung lembaga konservasi yang bijak dan bertanggung jawab. Para pengelola juga lebih memperhatikan kesejahteraan satwanya dan lebih awas dengan memperbaiki fasilitas-fasilitas lembaga konservasi yang dikelolanya.”, tambah Hery optimis.

Page 4 of 14« First...23456...10...Last »