ABU VULKANIK MENYELIMUTI PAKEM, YOGYAKARTA

Letusan gunung Merapi pada Jumat pagi yang terlihat dari camp APE Warrior Yogyakarta ternyata mempunyai tinggi kolom 5.500 m dari puncak kawahnya. Gunung Merapi yang berada di kabupaten Klaten, Magelang, Boyolali dan Sleman itu melontarkan abu vulkanik, pasir dan meterial piroklatik.

“Letusan yang terjadi adalah letusan freatik yaitu akibat dorongan tekanan uap air yang terjadi akibat kontak massa air dengan panas di bawah kawah gunung Merapi.”, kata Sutopo Purwo Nugroho, kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana melalui rilis.

“Status gunung Merapi hingga saat ini masih tetap normal (level I) dengan radius berbahaya di 3 km dari puncak kawah.”.

Hujan abu pun sampai di camp APE Warrior. Tim APE Warrior bersama Orangufriends Yogyakarta segera berkoordinasi dengan pihak terkait dan melakukan assessment awal untuk penanggulangan bencana jika diperlukan nantinya. Tim menaikkan drone di kecamatan Pakem, kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta pada siang harinya. Abu vulkanik telah menyelimuti kecamatan ini.

BREAKING NEWS: FREATIC ERUPTION Mt. MERAPI YOGYAKARTA

Terlihat letusan gunung Merapi, Yogyakarta dari camp APE Warrior pada Jumat pagi. Gempa yang terjadi juga dirasakan dan membuat tim APE Warrior langsung bersiap. Tim APE Warrior adalah tim yang lahir saat gunung Merapi meletus pada tahun 2010 yang lalu. Hingga saat ini, setiap ada bencana alam, tim APE Warrior bersama Orangufriends (kelompok pendukung COP) membantu penanggulangan bencana untuk satwa yang terdampak.

Informasi terkait Letusan Freatik Gunung Merapi, masyarakat dihimbau untuk tetap tenang. Jauhi radius 3 km dari puncak gunung Merapi.
Silahkan menghubungi Call Center PUSDALOPS BPBD Kabupaten Magelang di:
Telp dan Fax : (0293) 789999
Hotline/WA : +62293789999
Website :
Facebook : BPBD KabMagelang
Twitter : @BPBDMagelang
Instagram : @bpbdkabmagelang
Frekwensi Radio : RX =169.575 MHz
TX = 164.575 MHz ( dupleks -5000 )
Tone = 88,5
Email : pusdalopsbpbdmagelangkab@gmail.com
Sistem Informasi :

LUKA ELANG SIKEP MADU MEMBAIK

Satu hari setelah operasi, tim medis gabungan WRC Jogja dan COP melakukan penggantian perban untuk luka paska-operasi pada Elang Sikepmadu. Satu butir peluru yang berada di pangkal sayap kirinya telah berhasil diambil, namun pembersihan serpihan tulang yang hancur tidak dapat dilakukan secara keseluruhan.

“Untuk saat ini, kondisi luka bagus dan kering. Ini menunjukkan proses penyembuhan yang baik. Hingga hari ini, Elang Sikepmadu masih diberi obat dan diberi makan dengan cara ‘diloloh’.”, demikian penjelasan drh. Felisitas Flora.

Selanjutnya Elang akan terus dipantau untuk perkembangannya. Proses pemulihan fungsi dari sayap kirinya tentunya akan memakan waktu. Kami sendiri tidak bisa memastikan berapa lama. Elang Sikepmadu ini adalah satwa titipan BKSDA Yogya. Elang Sikepmadu kemungkinan besar sedang masa bermigrasi dari habitatnya yang sedang memasuki musim dingin dan tertembak orang tak bertanggung jawab di Yogyakarta. Peluru senapan angin yang bersarang di sayapnya adalah bukti lemahnya pengawasan penggunaan senapan angin.

Berdasarkan Peraturan Kapolri Nomor 8 Tahun 2012 tentang Pengawasan dan Pengendalian Senjata Api untuk Kepentingan Olahraga, senapan angin hanya digunakan untuk kepentingan menembak sasaran atau target (pasal 4 ayat 3) dan hanya digunakan di lokasi pertandingan dan latihan (pasal 5 ayat 3). (FLO)

ADA PELURU DI TUBUH ELANG SIKEP MADU

Burung ini adalah burung migrasi saat musim dingin tiba. Dia bertahan hidup dengan menyamar menyerupai burung pemangsa yang lebih kuat. Elang Sikep Madu namanya. Dia terlihat kurang aktif dan jarang menggunakan sayap kirinya. “Ternyata, seseorang telah menembaknya. Ada peluru di sayap kirinya.”, ujar drh. Felisitas Flora, dokter hewan COP yang kebetulan sedang berada di Yogyakarta.

Hasil rontgen memperlihatkan adanya benda asing di pangkal sayap kirinya. Siang 3 Mei 2018 dilakukan operasi oleh drh. Irna Irhamna Putri, MSc (WRC) bersama drh. Felisitas Flora S. M (COP). Satu butir peluru berhasil dikeluarkan dari tubuh Elang Sikep Madu ini. “Saat peluru dikeluarkan, ada nanah yang berwarna putih keruh. Peluru diduga sudah berada di dalam tubuh elang lebih dari satu bulan.”, ujar drh. Flora lagi.

Peluru tersebut menghancurkan tulang dibagian pangkal sayap. “Kami tidak dapat membersihkan serpihan tulang yang hancur secara keseluruhan, karena dapat berpengaruh terhadap lamanya penyembuhan luka pembedahan ini.”, tambah drh. Flora.

Elang Sikep Madu ini adalah hasil temuan warga Kulon Progo, Yogyakarta yang diserahkan ke BKSDA Yogyakarta lalu dititipkan kepada Wildlife Rescue Centre Yogya. Saat ini kondisi elang masih dalam pengawasan dokter hewan secara intensif untuk memastikan kondisinya tetap kondusif dan membaik. (PETz)

5 EAGLES RESCUED FROM MERCHANTS

Tuesday, March 27, 2018 has caught one suspected hawk merchant in Nanjung village, Margaasih sub-district, Bandung regency, West Java. From joint operation of COP with team of Ditipidter Polda West Java, BKSDA West Java and assisted Orangufriends Bandung to secure 5 (five) eagles. According to the suspect, the supply of hawk eagles and sea eagles comes from the province of Bangka Belitung.

“The suspect is one of the Falconary elders of Bandung. Every week, his home becomes the training ground for eagles’ lovers to learn together, “explained Hery Susanto, coordinator of Anti Wildlife Crime COP.

The ‘Lovers’ Eagle is unlikely not to know the status of the eagle which is a protected animal of the Act. Position of suspect houses that are in densely populated people’s attention. “We hope people can learn firsthand, that maintaining and trading protected animals is illegal. A maximum of 5 years imprisonment and a fine of 100 million is a punishment that the perpetrator must undergo. But this punishment is still too light, that’s why there are still illegal keepers and wildlife traders protected. This business is still profitable, even if cut penalties and fines. “, Added Hery Susanto.

Thank you Orangufriends Bandung for helping with this joint operation. The Center for Orangutan Protection support group is a special force for the COP. The extent of the Orangufriends network has been shown to repeatedly save both protected and unprotected wildlife and other pets from abuse and cruelty. #proudoforangufriends (L)

5 ELANG DISELAMATKAN DARI PEDAGANG
Selasa, 27 Maret 2018 telah tertangkap satu orang tersangka pedagang elang di desa Nanjung, kecamatan Margaasih, kabupaten Bandung, Jawa Barat. Dari operasi gabungan COP bersama tim Ditipidter Polda Jawa Barat, BKSDA Jawa Barat dan dibantu Orangufriends Bandung mengamankan 5 (lima) elang. Menurut tersangka, pasokan elang pemburu dan elang laut berasal dari provinsi Bangka Belitung.

“Tersangka merupakan salah satu sesepuh Falconary Bandung. Setiap minggu, rumahnya menjadi tempat latihan para ‘pecinta’ elang untuk belajar bersama.”, urai Hery Susanto, kordinator Anti Wildlife Crime COP.

‘Pecinta’ Elang tidak mungkin tidak mengetahui status elang yang merupakan satwa dilindungi Undang-Undang. Posisi rumah tersangka yang berada di padat penduduk sempat menjadi perhatian warga. “Kami berharap warga bisa belajar langsung, bahwa memelihara dan memperdagangkan satwa dilindungi melanggar hukum. Penjara maksimal 5 tahun dan denda 100 juta adalah hukuman yang harus dijalani pelaku. Tapi hukuman ini masih terlalu ringan, itu sebabnya masih saja ada pemelihara ilegal dan pedagang satwa liar dilindungi. Bisnis ini masih menguntungkan, sekali pun dipotong hukuman dan denda.”, tambah Hery Susanto.

Terimakasih Orangufriends Bandung yang telah membantu operasi bersama ini. Kelompok pendukung Centre for Orangutan Protection adalah kekuatan tersendiri bagi COP. Luasnya jaringan Orangufriends telah terbukti berulang kali menyelamatkan satwa liar baik dilindungi maupun yang tidak dilindung dan hewan peliharaan lainnya dari perlakuan kekejaman maupun kejahatan. #proudoforangufriends

TAMAN SATWA WADUK GAJAH MUNGKUR DIAJAK TINGKATKAN KESEJAHTERAAN ORANGUTANNYA

Penyerangan hingga melukai petugas penjaga taman satwa oleh orangutan jantan di Taman Satwa Wisata Waduk Gajah Mungkur (WGM) Wonogiri, Jawa Tengah pada Sabtu, 20 Januari 2018 yang lalu sungguh memprihatinkan. Kondisi orangutan Jacko (16 tahun) yang sedang birahi diduga membuat orangutan ini semakin agresif hingga menyebabkan kecelakaan tersebut.

Pada minggu ketiga bulan Maret, tim APE Warrior COP menurunkan tim untuk melakukan penilaian cepat pada orangutan yang berada di taman satwa ini. Kesimpulan yang diperoleh tim adalah kondisi orangutan kurang sejahtera. Kondisi kandang yang kosong tanpa pengkayaan dan diperburuk dengan tidak tersedianya air bersih untuk minum semakin memperburuk keadaan. Kandang orangutan juga terdapat banyak sampah plastik.

“Kami menyampaikan beberapa rekomendasi kepada taman satwa wisata Waduk Gajah Mungkur untuk peningkatan kesejahteraan satwa terutama orangutan. Kami berharap para pengunjung taman satwa juga bisa semakin cerdas untuk tetap menjaga kebersihan dan tidak memberi makanan yang bukan makanan orangutan.”, tegas Hery Susanto, kordinator Anti Wildlife Exploitation COP.

SMOKING ORANGUTAN IN BANDUNG ZOO

March 6th 2018. The video of smoking orangutan from cigarette thrown by a zoo visitor adds another mark on the list of poor management of conservation institution. “This situation keeps happening. Still remember about orangutan Tori in Taru Jurug Zoo in Solo? Tori made news from his habit of smoking from cigarettes thrown by visitors,” stated Daniek Hendarto, Ex-Situ Manager for COP.

On mid-2012, Centre for Orangutan Protection supported TSTJ Zoo on transferring Tori to an island, after assessing that his enclosure was exposed to some risk, contact with visitors was one of it. The enclosure gave opportunity for visitors to freely throwing cigarettes into the enclosure.

Since 2012, COP trained the volunteers, also known as Orangufriends, to become interpreters for the zoo. The Orangufriends spent their free time volunteering as guide in front of the orangutan enclosure in Ragunan Zoo Jakarta, KRUS Zoo East Kalimantan, and TSTJ Zoo Solo. The visitors were invited to understand the behavior and the main role of orangutan in the wild.

Early March 2018, we were shocked by another news of smoking orangutan. “Generally, the zoos in Indonesia are slowly destructed by the behavior of the visitors. This is the consequence of the negligence of zoo management and insufficient facilities,” stated Hery Susanto, Anti-Wildlife Exploitation Coordinator for COP. “Let’s be a wise and responsible visitors of conservation institution. The management also needs to pay more attention to the wellbeing of the animals, and put extra effort to improve the facilities of their conservation institution,” Hery added, optimistically. (Zahra_Orangufriends)

ORANGUTAN MEROKOK DI KEBUN BINATANG BANDUNG
Video Orangutan menghisap rokok yang dilemparkan pengunjung di kebun binatang Bandung semakin menambah daftar hitam pengelolaan lembaga konservasi. “Kejadian ini terus berulang. Masih ingat orangutan Tori di kebun binatang Taru Jurug Solo? Tori terkenal dengan kebiasaanya merokok karena dilempari pengunjung dengan rokok yang menyala.”, papar Daniek Hendarto, manajer Ex-Situ COP.

Pertengahan tahun 2012 Centre for Orangutan Protection mendampingi kebun binatang TSTJ untuk memindahkan Tori ke pulau, setelah menilai enclosure/kandang tanpa jeruji besi masih terdapat kelemahan. Tidak adanya pembatas antara enclosure dengan pengunjung salah satunya. Ini membuat pengunjung begitu leluasa melempar rokok maupun benda lainnya ke dalam enclosure.

Sejak 2012, COP melatih para relawannya yang tergabung di orangufriends untuk menjadi interpreter di kebun binatang. Para orangufriends meluangkan waktu istirahatnya untuk menjadi pemandu di depan kandang maupun enclosure orangutan di kebun binatang Ragunan Jakarta, KRUS Kalimantan Timur dan TSTJ Solo. Pengunjung diajak untuk memahami orangutan, prilaku dan fungsi utamanya di alam.

Di awal Maret 2018, kita dikejutkan kembali dengan kasus orangutan merokok. “Secara umum, kebun binatang di Indonesia digerogoti disiplin pengunjung. Hal ini dikarenakan sikap abai pengelola dan fasilitas yang tidak memadai.”, kata Hery Susanto, kordinator Anti Wildlife Exploitation COP. “Mari kita menjadi pengunjung lembaga konservasi yang bijak dan bertanggung jawab. Para pengelola juga lebih memperhatikan kesejahteraan satwanya dan lebih awas dengan memperbaiki fasilitas-fasilitas lembaga konservasi yang dikelolanya.”, tambah Hery optimis.

TOP PREDATOR KEMBALI KE HABITATNYA

Pelepasliaran Elang Brontok (Nisaetus cirrhatus) bernama Wira yang sudah direhabilitasi selama empat tahun oleh Yayasan Konservasi Alam Yogyakarta (YKAY) di Wildlife Rescue Centre (WRC) telah dilakukan pada hari Minggu, 25 Februari 2018 di Stasiun Flora dan Fauna Taman Hutan Raya (Tahura) Bunder, Kabupaten Gunung Kidul, DI Yogyakarta.

Elang merupakan satwa pemangsa, persiapan utama saat rehabilitasi adalah bagaimana elang bisa berburu sendiri. Proses habituasi pun dilakukan agar elang dapat beradaptasi dengan lingkungannya. Tak lupa proses penandaan sayap dengan wingmarker berwarna kuning dan pemasangan satelit tracking untuk pemantauan paska pelepasliaran.

Tauhid dari Fakutas Kedokteran Hewan UGM menyampaikan satelite tracking dapat memberikan data ketinggian jelajah, wilayah jelajah, kecepatan terbang dan suhu lingkungan. Penggunaan baterai tenaga surya pada satelit dapat bertahan dua sampai tiga tahun selama sinar matahari cukup.

Direktur Jenderal (Dirjen) Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), bapak Wiratno secara langsung melepasliarkan Elang Brontok tersebut. Beliau mengatakan bahwa Elang berhak hidup di ekosistemnya. Terimakasih juga atas kerja bersama para LSM, pecinta satwa dengan pemerintah, karena pemerintah tidak mampu bekerja sendirian dan ini adalah tanggung jawab kita bersama.

Ini adalah kali kedua tim gabungan pelepasliaran elang Yogyakarta setelah pelepasliaran Elang Bido dan Alap-Alap Sapi di kawasan Jatimulyo, Kulon Progo pada 25 januari lalu. BKSDA DIY, FKH-UGM, RAIN, PPBJ, COP, YKEI, WRC_YKAY, Yayasan Kutilang dan komunitas konservasi lainnya bahu membahu melakukan pemeriksaan medis elang, survei habitat, pembuatan kandang habituasi hingga pemantauan paska lepasliar.

Elang Brontok adalah salah satu jenis elang yang dilindungi UU No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Tetapi bukan berarti Elang Brontok ini menjadi aman walau dengan status least concern. Semakin menyempitnya habitat dengan tingkat perburuan dan perdagangan liar yang tinggi, ditambah dengan kemampuan bertelurnya yang hanya satu butir dalam satu musim berbiak, Elang Brontok membutuhkan perhatian kita semua agar tidak terjadi kepunahan. (PETz)

MARI BATALKAN LOMBA BERBURU HAMA

Baru juga panitia Lomba Berburu Hama Burung Emprit mendapatkan pembinaan dari Balai KSDAE Jawa Tengah dan memutuskan untuk membatalkan lomba tersebut, muncul lagi poster baru untuk Lomba Berburu Hama atau HUNBAR alias Hunting Bareng. Kali ini Rang_Rang Community yang mengadakannya. Dengan iming-iming hadiah satu unit senapan angin.

Sekali lagi kami sampaikan, “Berdasarkan Peraturan KAPOLRI No. 8 Tahun 2012, Senapan Angin hanya untuk latihan menembak sasaran di arena. Dengan demikian penggunaanya untuk berburu jelas salah!”, tegas Hery Susanto, kordinator Anti Wildlife Crime COP. “Menurut Peraturan Kepala Kepolisian RI, kepemilikan senapan angin harus mendapatkan izin dari Kepolisian. Jadi saat lomba siap-siap ditangkap ya!”, tambah Hery lagi.

Keprihatinan lomba berburu “hama” semakin bertambah saat anak-anak SD mulai membicarakan tentang rantai makanan yang mereka pelajari pada mata pelajaran IPA. Para orangtua semakin kesulitan menjawab bagaimana predator tingkat tinggi akan mendapatkan makanannya. Lalu konflik antara manusia dengan predator tingkat tinggi akan semakin sering terjadi.

Centre for Orangutan Protection memanggil seluruh Orangufriends dimana pun kamu berada. Suarakan kepedulianmu dengan menghubungi Laras Sport 082313914759 , Abilawa 082134997798 dan Falls Djarot 085781555146, mereka adalah panitia lomba tersebut. Dan jangan lupa SMS ke Call Center Balai Konservasi Sumber Daya Alam 082299351705. Bersama kita bisa lakukan yang terbaik untuk alam ini.

TIGA BINTURUNG DISELAMATKAN DARI COFFEE SHOP

Jiwa muda yang tak mengenal kata lelah. Mereka yang terus menelisik keberadaan kepemilikan ilegal satwa liar. Saat bercanda dan menghabiskan waktu dengan menikmati secangkir kopi di Gartenhaus, Malang. Tak mudah mencarinya, tak ada nomor rumah apalagi plang nama. Dengan desain interior yang apik dirimbunnya pepohonan, membawa kita berada pada suasana yang sangat berbeda. Lebih berbeda lagi dengan kehadiran lima kandang besi berisi satwa yang tak bersuara sama sekali.

Owh… ternyata ada musang luwak. Dari kopi yang telah dimakan musang inilah yang akhirnya membawa cita rasa kopi luwak menjadi begitu terkenalnya. Tak hanya musang, di kandang sebelah terlihat mahkluk yang lebih besar, yang ternyata adalah Binturung (Arctictis binturong), satwa liar yang dilindungi oleh Undang-Undang. “Tak tangung-tanggung, ada 3 binturung yang harus bekerja menghasilkan kopi luwak ini.”, ujar Hery Susanto, kordinator Anti Wildlife Crime COP.

Sebelum sholat Jumat, KSDAE Malang beserta Gakkum KLHK Jawa Timur melakukan penyitaan dibantu Centre for Orangutan Protection, Orangufriends Malang dan Animals Indonesia.

Undang – Undang No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya bahkan sudah tertalu tua. Hukuman bagi para pelanggarnya adalah ancaman maksimum penjara 5 tahun dan denda 100 juta rupiah sudah tidak relavan lagi. “Binturung diperjual-belikan di pasar ilegal sebesar Rp 5.000.000,00 hingga Rp 7.000.000,00. Belum lagi kerusakan ekosistem dengan menghilangnya Binturong di habitatnya. Apakah itu sebanding?”, ujar Hery Susanto.

Page 1 of 1112345...10...Last »