APE DEFENDER

SCHOOL VISIT AT SDN 004 TUMBIT DAYAK

Semangat pelajar SDN 004 Sambaliung, Kampung Tumbit Dayak, Kalimantan Timur sungguh luar biasa. Bersama Orangufriends Samarinda, mahasiswa KKN Unmul dan siswa COP School Batch #6, pada 19 Agustus 2016 yang bertepatan dengan International Orangutan Day berbagi cerita dengan 60 siswa Sambaliung ini. Orangutan adalah spesies payung yang menjadi pendukung keberhasilan upaya konservasi spesies lainnya. Seperti payung yang melindungi apapun yang berada dibawahnya.

JEJE NEED TO BE RESCUED

JEJE NEEDS TO BE RESCUED
One more orangutan victims of illegal wildlife trade, which is a result of loss of habitat in East Kalimantan. Someone who kept him, bought IDR 3 millions. His name is Jeje. The male orangutan has been changed ownership three times. He is already not funny anymore (6 years old) has had to be in cages.
APE Crusader on the way to save him.
Please support us via Orangutan Outreach https://redapes.org/projects-partners/cop/
#APECrusader
Satu lagi orangutan korban perdagangan satwa liar illegal, yang merupakan akibat dari hilangnya habitatnya di Kalimantan Timur. Namanya Jeje. Orangutan jantan ini sudah berpindah kepemilikan sebanyak tiga kali. Usianya yang sudah tak lucu lagi (6 tahun) membuatnya harus berada di kandang.
APE Crusader dalam perjalanan menyelamatkannya. 
Dukung penyelamatan Jeje lewat Orangutan Outreach https://redapes.org/projects-partners/cop/

WORLD RANGER DAY

World Ranger Day commemorates rangers killed or injured in the line of duty, and celebrates the work rangers do to protect precious ecosystems and the species within.
World Ranger Day is observed annually on the 31st of July, and is promoted by the 54 member associations of the International Ranger Federation and by individuals, businesses and governments who support the work of rangers and the IRF.
We would like to send a massive thank you to our staff at the Labanan Research Forest where we run Orangutan Rehabilitation Program. They are not just caring orangutan but also bravely protect the forest.
We would also like to thanks the With Compassion and Soul for funding is.
#worldrangerday #protecthabitat

PINGPONG MOVED TO THE UNIVERSITY ISLAND

Pingpong is going to University Island
Yipiee… akhirnya Pingpong pindah ke pulau. COP mengenal Pingpong sejak 26 Agustus 2010. Saat itu, tak ada yang mau menerima Pingpong, dia pindah dari satu tangan ke tangan yang lain. Seperti olahraga tenis meja, tepatnya bola pingpong. Begitulah akhirnya menjadi namanya.
Kini nasibnya penuh harapan. Kesukaannya memakan daun kering sepertinya sulit berubah. Namun memanjat, daya jelajah, kemampuan membuat sarang, mencari makanan di sekolah hutan membuatnya harus naik ke kelas selanjutnya.
Tidakkah kamu ingin mengadopsinya. Mewujudkan mimpi Pingpong untuk kembali ke hutan sesungguhnya?
ADOPT link : http://goo.gl/dqPVx0 The adoption fee annually is AUS$100 (£40/ USD75/ €64)

SLOW LORIS GIPSY GAVE UP

KUKANG GYPSI TIDAK DAPAT BERTAHAN

“Dia datang dalam keadaan kurus dan kaki sebelah kanan belakang terluka serta telapak kanan yang tidak dapat digerakkan lagi.”, jelas Paulinus Kristanto, manajer COP Borneo. BKSDA Seksi I Berau menitipkan Kukang tersebut untuk dirawat di klinik COP Borneo pada 25 Juni yang lalu.

Kukang yang memiliki kebiasaan hidup aktif di malam hari atau sering disebut juga satwa nocturnal. Salah satu satwa yang memiiki tingkat stres tinggi. Seperti kukang Gypsi yang masuk ke klinik COP Borneo ini. drh. Ade Fitria memberikan antibiotik dan anti nyeri, namun Gypsi masih juga menjilati lukanya, sekalipun dia makan dan minum yang banyak.

Gypsi sempat menjalani amputasi pergelangan kaki kanannya. Namun, Gypsi colapse pasca operasi. Sungguh disayangkan, kita terpaksa kehilangan satu satwa yang tidak mudah dijumpai lagi. Berhentilah berkeinginan untuk memelihara satwa liar. Kukang Gypsi adalah salah satu korban perdagangan satwa liar.

“He was very skinny and there was wound on his right foot when he came, and his right hand could not move.” Paulinus Kristanto, the Manager of COP Borneo explained. BKSD Seksi I Berau has handed over the slow loris to be nursed in the clinic of COP Borneo on June, 25.

Slow loris is active in the night, or normally called nocturnal animal. It is one of the animals that have a high stress level, just like this Gipsy.  Even though Vet Ade Fitria has given him antibiotic and pain killer and Gypsi has eaten well, but he kept licking the wound.

Gypsi’s right foot was then amputated, but he collapsed after the surgery. Unfortunately, we had to let go this very rare animal. Please stop your desire to own and keep wildlife. This slow loris Gypsi is one of the victim of wildlife trafficking.

UCI SUFFERS PROLAPSE RECTAL

Last week, May 19,2016 the little Leci was got a fever dan she is now recovered. Uci currently suffers from prolapse rectal (the rectum slides out of place and usually sticks out of the anus) and need to have a rest from forest school. Such a hectic weeks in the clinic of COP Borneo. Thank you With Compassion & Soul that has built this clinic and Orangutan Veterinary Aid – OVAID that has completed the equipments.
Seminggu yang lalu, si mungil Leci sakit demam dan sudah pulih kembali. Sekarang Uci sakit prolaps rektal dan harus istirahat dari sekolah hutan. Minggu-minggu yang sibuk di klinik COP Borneo. Terimakasih With Compassion & Soul yang telah membangun klinik ini dan Orangutan Veterinary Aid – OVAID yang telah mengisi peralatan medisnya.

KONG TOYS FROM MELBOURNE ZOO

Boredom is the biggest problem to wildlife that are in cage . To overcome it, we can create enrichment to make orangutans busy. ‘Kong Toy’ ( a ball with holes ), donation from Melbourne Zoo is an example of enrichment combined with orangutan’s food. Kong Toys is filled with grains and honey. May 12, 2016 Orangutans will be busy taking it out, train their finger and sharpen their ability to smell. Each orangutan finish it in different ways. Time goes so fast.
Kebosanan adalah masalah utama yang diderita satwa liar yang berada dalam kurungan. Untuk mengatasi itu, dibutuhkan pengkayaan/enrichment yang membuat orangutan tersebut sibuk. Sumbangan ‘Kong Toy’ (bola dengan lubang) dari Melbourne Zoo adalah contoh enrichment yang dikombinasi dengan makanan orangutan. Kong Toys diisi biji-bijian dan madu. 9 Mei 2016, Orangutan pun sibuk mengeluarkannya, melatih jari-jarinya dan mempertajam penciumannya. Setiap orangutan menyelesaikan dengan cara yang berbeda. Tak terasa waktu pun berlalu.
‪#‎enrichmentorangutan‬

RIP KALUHARA

May 7, 2016 Thank you for all your support. With a heavy heart we must convey that Kaluhara can not survive since 19:45 pm. The team is already trying to do their best.
‪#‎RIPKaluhara‬
7 Mei 2016, Terimakasih atas dukungan semuanya. Dengan berat hati kami harus menyampaikan bahwa orangutan Kaluhara tidak dapat bertahan hidup sejak pukul 19.45 WITA tepat saat adzan Isya berkumandang. Tim sudah berusaha melakukan yang terbaik.
‪#‎forestwars‬

UPDATE ON KALUHARA’S CONDITION

The orangutan was seriously injured by a snare and shot with an air rifle, and blind in both eyes, and his condition continues to decline.
May 6, 2016 At 9:30AM Kaluhara went into shock with a temperature of 34 degrees celsius, a heart rate of 40 beats per minute, breathing rate of 6 breaths a minute, and a very weak pulse. We administered medicine to control this shock, and his vital signs then began to improve slightly, however at 10:50AM the orangutan stopped breathing. CPR was performed and his breathing returned. At the moment he is still in a critical condition, with conjunctivitis, cyanosis of the tongue (pale blue colouration indicating low blood oxygen levels), and hypersalivation. During this shock the orangutan also urinated.
Kaluhara is resting up, and we’ve opened up his airways so that he can receive additional oxygen. We are also keeping him on an IV drip, and keeping him warm with hot water.
As of this afternoon, our team has been forced to perform CPR 4 times.
Keep Kaluhara in your thoughts and prayers.
‪#‎prayforKaluhara‬
Orangutan yang terluka serius karena jerat dan terkena peluru senapan angin dengan kedua mata buta, dalam kondisi yang terus menurun…
6 Mei 2016, Pukul 09.30 ou mengalami shock dengan suhu 34, pulsus hanya 40x/menit, nafas hanya 6x/menit, dan detak jantung lemah dan denyut nadipin lemah. Kami memberikan obat untuk menangani shocknya tersebut, dan kemudian sedikit meningkat untuk tanda2 vitalnya, namun pukul 10.50 tadi orangutan sempat hilang nafas, sehingga dilakukan tindakan CPR dan nafas kembali ada, untuk saat ini orangutan masih dalam keadaan ktitis, dengan conjunctiva dan lidah yang terlihat sianosis (pucat kebiruan), sempat terjadi hypersalivasi juga, dan saat terjadi shock orangutan juga urinasi. Orangutan terbaring lemah, kami membuka jalan nafasnya untuk asupan oksigen yg lebih banyak.
Dan masih memberikan infus, serta air panas di sekitar tubuhnya.
Hingga sore ini, tim sudah 4x melakukan pernafasan buatan (cpr).
Mungkin doanya untuk kaluhara.

Page 2 of 41234