GILIRAN UNTUNG UNTUK KEMBALI KE RUMAH

Dia adalah Untung, orangutan yang beruntung walau dengan jari yang tidak sempurna mampu bersaing di kelas pulau pra rilis orangutan COP Borneo. Untung di tahun 2011 saat Centre for Orangutan Protection mengajaknya pertama kali ke sekolah hutan, Untung terlihat ketakutan, tubuhnya bergetar memeluk dahan. Terlihat rasa percaya dirinya yang sangat porak poranda. Dengan telaten, staf COP menemaninya, berbicara dengan suara rendah dan membelai punggungnya dengan lembut. Saat sekolah hutan berikutnya, Untung harus meraih buah-buahan sebagai makanannya di antara dahan. Rasa laparnya menuntunnya meraih pisang. Saat itulah, kami yakin, kelak Untung akan kembali ke habitatnya.

Hampir delapan tahun berlalu. Bolak balik ke luar kandang mengajarkannya, saat seseorang dengan pipa panjang mendekatinya, sebaiknya dia menghindar. Dia pun akan segera mengeluarkan suara untuk mengusir. Dan saat kita bertatapan, dia pun melihat kita dengan kebencian. Untung semakin meliar.

Pulau pra rilis orangutan adalah sebuah pulau yang dibatasi oleh sungai. Pulau mutlak dikuasai oleh orangutan-orangutan kandidat pelepasliaran. Hanya pada saat pagi dan sore hari, para animal keeper akan berlabuh sesaat di dermaganya untuk meletakkan makan pagi dan sore sebagai tambahan dari makanan yang sudah tersedia secara alami di pulau. Sikap galak Untung pun tanpa terkecuali, dengan galak dia berekspresi, mengusir para animal keeper yang bertugas.

“Syukurlah, Untung berhasil pada tahapan ini. Persiapan untuk pelepasliarannya pun sudah dimulai.”, jelas Jhony, koordinator animal keeper di pusat rehabilitasi orangutan COP Borneo, Berau, Kalimantan Timur. Untung akan menjadi orangutan kedua yang pernah di kebun binatang dan masuk pusat rehabilitasi COP Borneo untuk dilepasliarkan. COP Borneo telah berhasil dengan orangutan Oki, orangutan dari Kebun Raya Unviversitas Mulawarman, Samarinda. Kini giliran Untung!

Comments

comments

You may also like