PERAHU “WAY BACK HOME” DITARIK KE DARAT

Kerja keras perahu “Way Back Home” pusat rehabilitasi orangutan COP Borneo selama satu tahun menyebabkan kerusakan cukup serius. Kebocoran lambung perahu karena usia dan penggunaan tidak bisa dihindarkan lagi. Mobilitas yang tinggi membuat fisik perahu mulai rapuh. “Kami terpaksa ‘mengkandangkan’ perahu menuju daratan.

Pengangkatan perahu ke daratan menjadi tantangan tersendiri. Air sungai Kelay yang saat ini sedang surut menambah jarak dengan medan terjal yang membutuh energi ekstra. Usai pengangkatan, perahu dicuci bersih sambil penandaan bagian rongga yang bocor. Joni dan Amir dengan teliti menandainya. “Ini nih yang bikin air masuk terus.”, katanya sambil terus menyikat perahu.

Cuaca di camp pantau memang lagi cerah sekali, perahu menjadi cepat kering hanya dalam beberapa hari. Proses selanjutnya adalah pengeleman. “Minggu depan akan di cek ulang apakah perlu pengulangan lagi atau tidak.”, tambah Joni.

Perahu “Way Back Home” adalah perahu hasil keuntungan acara musik amal Sound For Orangutan yang dikoordinir Orangufriends (kelompok pendukung COP). Perahu ini bertugas sebagai kendaraan patroli di pulau orangutan COP Borneo. Selain patroli untuk memastikan kondisi orangutan di pulau, perahu ini juga untuk mengangkut pakan orangutan dan mobilitas lainnya. Tak heran jika warga kampung Merasa menjuluki perahu WBH adalah perahu paling sibuk di kampung Merasa karena mobilitasnya yang tinggi. Semoga perahu WBH lancar menjalani perawatan kali ini agar bisa segera bertugas mengarungi sungai Kelay kembali. (NIK)

Comments

comments

You may also like