KUNJUNGAN SEKRETARIS BLI DI COP BORNEO

Hampir 2 tahun Centre for Orangutan Protection mencari lokasi untuk pusat rehabilitasi orangutan di Kalimantan Timur. Suatu kondisi yang sangat mendesak dengan semakin prihatinnya orangutan yang berada di Kebun Raya Unmul Samarinda (KRUS) saat itu. Dengan ijin dari BKSDA Kalimantan Timur dan B2P2EHD Samarinda, COP membangun pusat rehabilitasi orangutan di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Labanan. Tahun 2014 menjadi tahun yang bersejarah bagi dunia konservasi Indonesia untuk pertama kalinya putra-putri Indonesia mendirikan pusat rehabilitasi orangutan.

Usaha membangun pusat rehabilitasi orangutan COP Borneo tak lepas dari dukungan para orangufriends. Orangufriends adalah kelompok pendukung Centre for Orangutan Protection yang bekerja tanpa henti, dimana saja dan kapan saja. Dukungan itu tak hanya dari dalam negeri saja, beberapa organisasi seperti Orangutan Outreach, The Orangutan Project dan With Compassion and Soul dan perorangan juga mendukung finansial pembangunan COP Borneo. Mimpi anak bangsa untuk orangutan Indonesia yang diwujudkan dari kerjasama semua pihak.

Kunjungan Sekretaris Badan Litbang dan Inovasi (BLI), ibu DR. Sylvana Ratina bersama Kepala Balai Besar Litbang Ekosistem Hutan Dipterokarpa, bapak Ir. Ahmad Saerozi pada 6 Oktober 2017 menjadi semangat untuk teman-teman di lapangan untuk merehabilitasi orangutan hingga orangutan bisa dilepasliarkan kembali. Rehabilitasi adalah proses panjang dan berbiaya besar yang membutuhkan dukungan dari banyak pihak.

Para tamu disambut dengan sederhana oleh manajer operasional COP, Daniek Hendarto dan manajer komunikasi, Ramadhani. “Bantu kami memberikan kesempatan kedua bagi orangutan-orangutan ini, untuk kembali ke habitatnya dan menjalankan fungsi alaminya di hutan.”, ujar Ramadhani.

Comments

comments

You may also like