ORANGUFRIENDS BALI THWARTED WILDLIFE TRADE

On March 21th 2019, Orangufriends Bali found a post on Facebook which contains an advertisement to sell a protected species. The seller posted the ad in Facebook group for cat lovers for Bali area. In the pictures he shared, there was a forest cat cub. The seller stated that the cub was two months old and a female, and he is selling it for Rp 850,000. On the comment section, some of the group members tried to warn him that forest cat is a protected species therefore it is illegal to put them for sale, but he ignored them.

Promptly, Orangufriends Bali reported the case to the authorities, BKSDA Bali. They responded the report effectively and responsively. However, BKSDA requires the exact location of the seller in order to follow up the report, so Orangufriends Bali pretended to be interested to purchase the cub. Once the seller has agreed on a location and time to meet, Orangufriends bali informed BKSDA team and they went to the location as soon as possible.

When the transaction was happening, BKSDA team ambushed the seller. The seller and BKSDA team had a conversation for a while, and later the seller and the cub was taken to the authorities office. The cub is currently safe at the Animal Rescue Center of Tabanan area where she will be examined and reviewed, and released in the future if possible. The case is currently handled by Polda Bali and the seller is still under police investigation. (Zahra_COPSchool)

ORANGUFRIENDS BALI GAGALKAN PERDAGANGAN SATWA LIAR
Pada tanggal 21 Maret 2019, Orangufriends Bali menemukan penjual satwa dilindungi di Facebook. Penjual tersebut menjajakan dagangannya melalui sebuah grup pecinta kucing di area Bali. Di foto yang penjual berinisial A tersebut bagikan, terdapat seekor kucing hutan yang masih cukup muda. Penjual mengaku bahwa kucing hutan tersebut berumur 2 bulan dan berjenis kelamin betina, dan dijual dengan harga Rp. 850,000 saja. Pada foto kucing hutan tersebut, beberapa anggota grup sudah mengingatkan kepada penjual bahwa kucing hutan adalah satwa yang dilindungi UU sehingga ilegal untuk diperjualbelikan, namun tidak digubris oleh penjual.

Orangufriends Bali kemudian segera melaporkan kejadian tersebut ke BKSDA Bali. Laporan ditanggapi dengan cukup efektif dan responsif. Namun tim BKSDA membutuhkan posisi tepat pelaku agar dapat segera ditindaklanjuti. Setelah terjadi kesepakatan waktu dan tempat untuk transaksi, Orangufriends Bali segera menginformasikan ke tim BKSDA, dan mereka pun bergegas ke tempat yang sudah ditentukan.

Saat transaksi berlangsung antara penjual dan Orangufriends Bali, tim BKSDA langsung melakukan penggerebekan. Sempat terjadi diskusi antara penjual dan tim BKSDA, dan akhirnya pelaku dan 1 ekor kucing hutan diamankan ke kantor BKSDA. Satu ekor kucing hutan tersebut saat ini berada di Pusat Penyelamatan Satwa area Tabanan untuk dilakukan pemeriksaan, kemudian dilepasliarkan di masa mendatang bila memungkinkan. Berkas kasus ini sudah dilimpahkan ke Polda Bali dan pelaku masih dalam pemeriksaan polisi. (Zahra_COPSchool)

ANNIE MENEMUKAN BUAH HITAM

Ternyata pertengahan Maret saatnya buah-buahan hutan siap dimakan. Annie dalam penjelajahannya di sekolah hutan menemukan buah hitam, begitu sebutan orang lokal pada buah yang berwarna hitam itu.

Tak usah bersusah payah memanjatnya, cukup dengan memetiknya di bawah. Annie menikmatinya hingga biji yang tersisa dengan bersih. “Kami ngak pernah mengira, Annie akan menemukan buah hitam. Annie dengan tubuh yang lebih besar dibandingkan orangutan kecil lainnya memang lebih rajin menjelajah dan mencoba-coba daun, tanaman yang dia temukan.”.

Tepat setahun yang lalu, 11 Maret 2018 orangutan Annie masuk pusat rehabilitasi orangutan COP Borneo setelah tiga tahun dipelihara secara ilegal oleh warga desa Merapun, Kalimantan Timur. Annie yang berjenis kelamin jantan setiap bulannya terus menunjukkan kemajuan. “Tak ada yang mustahil, kehidupannya yang dulu berada dalam kandang kayu tak serta merta mengurungnya seumur hidup. Mari kita wujudkan mimpinya untuk kembali ke habitatnya.”, kata Jhonny lagi optimis.(Jhonny_CB)

UNYIL LEBIH CEPAT DARIPADA UNTUNG

Jika ini sebuah perlombaan membuka kelapa di pulau orangutan, maka orangutan Unyil lah sebagai pemenangnya. Untuk saat ini, pulau orangutan dihuni oleh orangutan Unyil dan Untung saja. Kedua orangutan ini adalah orangutan yang akan dilepasliarkan pada bulan depan.

Masih ingat latar belakang Unyil? Orangutan yang diperlakukan seperti manusia ini? Makan selalu didulangi dengan menu seperti manusia? Rambutnya yang terlihat baru saja direbonding saat dia masuk pusat rehabilitasi orangutan COP Borneo. Orangutan yang hidup di kandang kayu dan diletakkan di dalam kamar mandi? Orangutan yang dirayakan setiap hari ulang tahunnya? Orangutan yang bahkan diberi nama belakang keluarga? Ya Unyil yang diselamatkan dari toilet ini akan kembali ke habitatnya, bulan depan.

Sementara Untung, adalah orangutan yang berada di kebun binatang dengan jari yang tidak sempurna. Untung kecil yang takut-takut memanjat pohon. Bulan depan akan menjadi sebuah kesempatan untuk menyaksikannya benar-benar liar dan kembali ke habitatnya.

Buah kelapa menjadi buah kesukaan keduanya. Biasanya Unyil langsung mendekap kelapa tersebut dan dalam waktu 10 menit sudah bisa menikmati isinya. Unyil pun takut buah kelapanya direbut Untung, itu sebabnya dia dapat dengan cepat membuka kelapa. “Unyil… Unyil… kamu harus lebih galak lagi ya kalau di habitatmu nanti.”, ujar Anen sambil tersenyum. (Anen_CB)

Page 1 of 26612345...102030...Last »