RELAWAN COP DI SMP NEGERI 10 BERAU

Dua orang relawan APE Guardian mengunjungi SMP Negeri 10 Berau, Muara Lesan, Kalimantan Timur. Ipeh dan Yanto dengan tulus berbagi dengan keduapuluhsatu siswa SMPN 10 Berau ini. Memang tak banyak karena 92% muridnya sudah pada pindah ke kampung Muara Lesan yang baru. Bersama OWT (Operasi Wallacea Terpadu), kedua relawan memperkenalkan pentingnya orangutan untuk Hutan Lindung Sungai Lesan yang berbatasan langsung dengan tempat tinggal para murid.

Tujuh puluh lima menit menjadi begitu singkatnya. Melalui nyanyian dan permaianan, Ipeh dan Yanto mengajak anak-anak kelas VII hingga IX ini rileks. “Tak ada ujian ataupun hukuman di kedatangan kami.”, ujar Ipeh dengan semangat mengawali pertemuan ini. Gambar, poster dan stiker menjadi alat pendukung mereka. “Listrik sangat sulit di sini.”, ujar Yanto prihatin.

Pengenalan satwa endemik Kalimantan khususnya HLSL menjadi materi utama school visit. Tentu saja dengan harapan, meminimalisir konflik antara manusia dan satwa liar. Mereka adalah harapan untuk melindungi lingkungannya. Suatu masa depan yang menentukan keberlangsungan satwa liar di alam. (REZ)

KATA SAKSI PADA KASUS PERDAGANGAN SANTWA BANTUL

Masih ingat tertangkap tangannya pedagang satwa liar di Potorono, Bantul, Yogyakarta pada 5 Agustus 2017 yang lalu? Pada saat itu tim berhasil menyelamatkan 1 binturong, 1 landak, 1 trenggiling, 1 alap-alap sapi, 5 kucing hutan, 2 jelarang dan 2 garangan jawa. Kamis, 16 November 2017 sidang kedua kasus kejahatan ini kembali digelar di Pengadilan Negeri Bantul.

Agenda sidang kali ini adalah mendengarkan saksi tangkap dari BKSDA Yogya dan Gakum. Selain itu, saksi ahli juga menyampaikan kesaksiannya. Terdakwa dengan inisial W tidak bisa berbicara banyak ketika para saksi menyampaikan pendapat di pengadilan.

Pada sidang yang sempat diundur menjadi pukul 13.30 WIB, Hakim dan Jaksa lebih banyak menanyakan seputar satwa dan regulasinya termasuk juga kondisi di lapangan saat penangkapan. Sedangkan saksi ahli hakim dan jaksa menanyakan jenis satwa yang dilindungi serta jenis apa saja yang masuk dalam barang bukti terdakwa W. Sidang yang berjalan selama 20 menit akan dilanjutkan lagi pada minggu depan dengan agenda saksi yang dapat meringankan.

“Kami inginkan yang terbaik dengan hukuman yang setimpal atas perbuatan terdakwa. Putusan yang ada akan menjadi pelajaran buat masyarakat, bahwa kejahatan perdagangan satwa liar yang dilindungi bukan main-main. Hukum di Indonesia harus ditegakkan.”, tegas Daniek Hendarto, manajer aksi COP. (NIK)

BARU, APLIKASI PELAPORAN KEJAHATAN SATWA LIAR

Kejahatan satwa liar adalah permasalahan serius di Indonesia. Jual beli satwa telah merambah dunia jual beli online dalam kurun waktu 6 tahun terakhir. Pedagang semakin canggih dan sulit dibendung dalam melancarkan kejahatan ini. Bareskrim Mabes Polri sebagai institusi penegak hukum di Indonesia melihat kejahatan satwa liar adalah hal yang mengkhawatirkan.

Selama tiga tahun terakhir, Centre for Orangutan Protection membantu Bareskrim Mabes Polri melakukan serangkaian operasi perdagangan satwa liar yang dilindungi di beberapa kota di Indonesia. Barang bukti yang berhasil diselamatkan adalah 95 individu satwa liar hidup terdiri dari 30 jenis jenis satwa termasuk orangutan, beruang madu, kakatua, siamang, elang, kus kus, kukang dan lainnya. Dari beberapa kasus yang ditangani setidaknya 10 pedagang menjalani hukuman penjara atas perbuatannya ini.

Di bulan November 2017 ini, Bareskrim Mabes Polri resmi merilis aplikasi pelaporan kejahatan satwa liar dilindungi guna menekan kejahatan ini terus berkembang. “Ini adalah langkah cepat menghadapi perdagangan satwa liar dilindungi. Kamu melihat, mendengar dengan disertai bukti segera laporkan.”, ujar Hery Susanto, koordinator Anti Wildlife Crime COP.

Kepedulian masyarakat memutus rantai perdagangan satwa liar di Indonesia sangat menentukan kelesatarian satwa liar Indonesia. “Mari dukung Bareskrim Mabes Polri dengan menjadi pelapor yang bijak untuk menegakkan hukum pada satwa liar di Indonesia.”, ajak Daniek Hendarto, manajer aksi COP. Aplikasi dapat diunduh melalui tautan https://play.google.com/store/apps/details?id=com.kodena.bareskrim.e_pelaporansatwadilindungi (NIK)

Page 1 of 15912345...102030...Last »